Spektrum orientasi seksual pertama kali dikembangkan oleh Alfred Kinsey di tahun 1948 untuk mengklasifikasikan pengalaman atau respon seksual dari partisipan penelitian, menggunakan sebuah skala numerik yang mengindikasikan seberapa eksklusif atau dinamisnya orientasi seksual mereka. Angka nol, melambangkan heteroseksual sejati, dan angka 6 melambangkan homoseksual sejati.

Melalui metode ini, Kinsey menemukan bahwa, untuk sebagian besar partisipan, perilaku, pemikiran, dan perasaan seksual terhadap sesama gender atau lain gender ternyata tidak selalu konsisten setiap saat. Walaupun mayoritas pria dan wanita dilaporkan memiliki daya tarik seksual eksklusif terhadap lawan jenisnya, alias heteroseksual, hanya sebagian kecil partisipan dari penelitian ini yang menunjukkan ketertarikan sesama gender. Menariknya, sisa persentase dari hasil penelitian Kingsley menemukan banyak individu yang menunjukkan bahwa orientasi seksual mereka berada di antara kedua ujung spektrum tersebut.

Skala Kinsey kemudian menginspirasi Fritz Klein untuk mengembangkan teori ini lebih dalam. Tidak seperti skala Kinsey, Klein menyelidiki orientasi seksual partisipan penelitian menggunakan grid untuk mengklasifikasikan pengalaman seksual di masa lalu, masa saat ini, dan idealisasi masa depan.

Saat dibandingkan oleh peneliti lain, kedua pengukuran di atas menunjukkan hasil yang serupa. Hanya saja, grid milik Klein lebih membuka kesempatan untuk orientasi seksual yang dinamis (alias tidak selalu konsisten) dari partisipan.

Di bawah ini kami telah mengumpulkan daftar istilah yang terkait dengan komunitas LGBTQ+, khususnya seputar orientasi seksual. Istilah dan definisi berikut selalu berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, memungkinkan pengertian yang berbeda bagi setiap orang. Daftar ini kami sediakan sebagai titik awal diskusi dan pemahaman.

Orientasi monoseksual

Beberapa orang secara eksklusif tertarik hanya kepada satu jenis kelamin. Label orientasi seksual yang biasa digunakan oleh orang-orang monoseksual, meliputi:

  • Heteroseksual: istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang-orang yang tertarik dengan gender berlawanan dari diri mereka.
  • Gay: adalah payung istilah untuk mendeskripsikan ketertarikan romantik dan seksual terhadap sesama gender, baik pria atau wanita, walaupun istilah “gay” lebih populer digunakan sebagai referensi pria penyuka sesama.
  • Lesbian: istilah untuk mendeskripsikan ketertarikan romantik dan seksual antar wanita.

Orientasi poliseksual

Beberapa orang menunjukkan ketertarikan terhadap beberapa gender. Label orientasi seksual yang biasa digunakan oleh orang-orang poliseksual, meliputi:

  • Biseksual: adalah orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap orang lain yang bergender sama dan gender lainnya.
  • Panseksual: adalah orang-orang yang tertarik dengan orang lain, terlepas dari gender yang dimiliki.
  • Queer: mirip dengan panseksual, queer bisa menjadi identitas yang mengidentifikasikan diri dengan ketertarikan dengan banyak gender. Hal ini dapat mencakup, namun tidak terbatas pada, gay, lesbian, biseksual, transgender, interseks, dan orang-orang aseksual. Istilah ini memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda, namun bisa juga digunakan sebagai istilah payung layaknya LGBT, seperti “komunitas queer“.

Orientasi aseksual

Aseksual adalah kelompok orang yang umumnya tidak mengalami ketertarikan dan/atau hasrat seksual terhadap orang lain, terlepas dari gender yang dimiliki. Umumnya ditandai dengan idakadanya keinginan untuk berpasangan secara seksual, namun, masih bisa merasakan perasaan romantik terhadap orang lain. Aseksual tidaklah sama dengan hidup selibat (celibacy), yang merupakan pilihan sukarela dan disengaja untuk tidak melibatkan diri dari aktivitas seksual.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca