Kenali Prosedur USG Transvaginal, Kapan Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apa itu USG transvaginal?

Penjelasan mengenai USG transvaginal

Ultrasonography atau USG adalah salah satu metode pemeriksaan medis. Mempunyai beberapa macam jenis, salah satu yang berkaitan dengan tes kesuburan wanita adalah USG transvaginal.

Sumber: Mom Junction

USG transvaginal adalah metode pemeriksaan kondisi organ-organ reproduksi wanita dengan memasukkan stik probe sepanjang 2-3 inci ke dalam vagina.

Probe tersebut akan memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memunculkan gambar organ-organ dalam tubuh Anda pada layar monitor.

Dikutip dari Pregnancy, Birth & Baby, USG saat hamil atau yang disebut juga dengan ultrasound endovaginal biasanya bertujuan memeriksakan kondisi ibu selama masa kehamilan.

Namun, metode skrining ini juga mungkin perlu dilakukan walaupun belum hamil tetapi mempunya kondisi medis tertentu seperti infertilitas pada wanita. Hal ini karena dokter bisa melihat vagina, saluran tuba, leher rahim, rahim, serta ovarium Anda.

Tidak hanya itu saja, trasnvaginal USG ini juga memungkinkan dokter melihat plasenta, mengukur janin, serta mencari tahu apakah Anda mengalami kehamilan kembar.

Kapan waktu yang tepat melakukan USG transvaginal?

USG transvaginal umumnya dilakukan pada trimester awal kehamilan, atau lebih tepatnya sebelum usia kehamilan delapan minggu. Tujuannya tentu untuk memberikan informasi yang paling akurat mengenai perkembangan janin di awal masa kehamilan.

Terlebih karena rahim masih berukuran kecil, yang membuatnya lebih sulit untuk dilihat lewat skrining dari luar tubuh.

Namun bagi wanita yang tidak hamil, prosedur jenis ini biasanya dilakukan saat masa subur atau terjadi ovulasi. Pasalnya, selama masa subur organ reproduksi Anda sedang berada dalam kondisi yang cukup optimal.

Kondisi ini akan memudahkan dokter untuk mengamati adanya infertilitas atau masalah kesuburan di dalam saluran reproduksi wanita (misalnya tumbuhnya kista atau jaringan abnormal lain).

Fungsi USG transvaginal dilakukan selama masa kehamilan:

  • Memantau detak jantung janin.
  • Memeriksa kemungkinan perubahan pada rahim, yang berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan.
  • Mendeteksi kemungkinan adanya kelainan plasenta.
  • Mendeteksi perdarahan abnormal.
  • Mendiagnosis risiko keguguran.
  • Membantu menentukan tanggal persalinan yang lebih akurat.
  • Mendeteksi kehamilan ektopik.

Fungsi lainnya dari USG transvaginal yang berkaitan dengan organ bagian dalam:

  • Mendeteksi kondisi panggul atau perut yang abnormal.
  • Mendeteksi perdarahan abnormal pada vagina.
  • Infertilitas atau masalah kesuburan.
  • Mendeteksi nyeri panggul.
  • Mendeteksi adanya kista dalam organ reproduksi.
  • Memastikan pemasangan IUD sudah tepat.

Bagaimana prosedur USG transvaginal?

Berbeda dengan USG perut yang dilakukan dari luar tubuh, prosedur ini dilakukan melalui vagina. Berikut tata cara pemeriksaan yang perlu Anda pahami.

Sebelum prosedur

persiapan usg transvaginal

Dokter umumnya akan memberi instruksi mengenai apa saja yang harus Anda lakukan sebelum melakukan prosedur jenis USG ini.

Jika memang diperlukan, biasanya Anda akan diminta untuk mengosongkan kandung kemih atau memenuhinya sebagian guna mempermudah saat proses pemeriksaan berlangsung.

Bila kandung kemih harus penuh, sebaiknya minum banyak air kurang lebih satu jam menjelang menjelang pemeriksaan di mulai.

Anda wajib melepas pakaian dari bagian pinggang ke bawah, kemudian menggantinya dengan pakaian khusus untuk pemeriksaan.

Jika sedang dalam masa menstruasi, sebaiknya lepas sementara pembalut maupun tampon yang sedang Anda gunakan.

Selama USG transvaginal

selama usg transvaginal

Sesaat sebelum pemeriksaan dimulai, Anda diminta untuk berbaring di tempat tidur khusus dengan posisi kedua kaki ditekuk sehingga terbuka lebar (posisi mengangkang).

Kemudian dokter akan memasukkan alat bernama transduser ke dalam vagina, yang telah dioleskan gel pelumas sebelumnya.

Transduser yang telah berada di dalam rahim akan menggambarkan keadaan organ reproduksi Anda secara jelas melalui monitor.

Selama pemeriksaan berlangsung, dokter akan terus mengubah arah transduser hingga seluruh organ dalam tidak ada yang terlewat. Ini diperlukan agar dokter dapat menilai kondisi bagian dalam tubuh Anda secara keseluruhan.

Setelah USG transvaginal

setelah prosedur usg

Biasanya, USG transvaginal tidak menimbulkan risiko atau efek samping apa pun. Wajar jika Anda merasa sedikit tidak nyaman setelah selesai pemeriksaan USG jenis ini.

Hal ini karena otot vagina Anda mungkin menegang selama prosedur tersebut dilakukan. Namun, biasanya kondisi ini tidak akan berlangsung lama dan akan segera pulih dengan sendirinya.

Hasil pemeriksaan setelah prosedur

USG transvaginal lebih direkomendasikan ketimbang skrining USG lewat area luar perut karena gambar yang dihasilkan pun akan tampak lebih jelas dan akurat.

Setelah diperiksa selama kurang lebih 30-60 menit, Anda akan menerima hasil USG lengkap dalam sehari atau dua hari setelahnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan dokter spesialis akan mendiskusikan secara langsung dari gambaran yang bisa  terlihat saat proses USG.

USG transvaginal ini memiliki fungsi untuk mendeteksi berbagai penyakit yang umum pada wanita seperti:

Jika setelah USG transvaginal dilakukan dan Anda dicurigai mengalami kondisi tersebut, maka dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Perbedaan USG transvaginal dan USG abdominal

Apa yang membedakan dua prosedur ini?

Baik USG transvaginal maupun USG abdominal sebenarnya sama-sama bisa dilakukan sebelum atau selama kehamilan. Keduanya tersedia bagi Anda yang ingin memeriksa kehamilan maupun memeriksa masalah kesehatan tertentu.

USG abdominal atau USG perut adalah pemeriksaan yang dilakukan melalui bagian luar perut untuk menangkap gambaran nyata mengenai seluruh organ-organ internal di dalamnya.

Meski lebih sering dikenal sebagai metode pemeriksaan rutin untuk ibu hamil, tapi bukan berarti Anda yang tidak sedang hamil dilarang untuk melakukan USG abdominal.

Pasalnya, lambung, ginjal, hati, pankreas, usus, serta organ lain yang terdapat dalam rongga perut juga merupakan sasaran utama pemeriksaan USG abdominal.

Lain halnya dengan USG transvaginal yang lebih ditujukan untuk memeriksa organ-organ reproduksi wanita, baik selama masa kehamilan maupun tidak. Hanya saja, dianggap memiliki metode yang jauh lebih mendalam karena bisa berhadapan langsung dalam jarak dekat dengan organ yang ingin diperiksa.

Didukung oleh hasil sebuah penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Ultrasound in Medicine, transvaginal dinilai lebih unggul dibandingkan dengan USG perut. Hal ini karena mampu menunjukkan kondisi janin sekaligus sistem reproduksi baik saat hamil atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 9 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Tes kesuburan dan pemeriksaan organ reproduksi wanita disarankan jika kehamilan tidak kunjung terjadi. Apa saja tes tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 4 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Setelah USG 2D, Perlukah Ibu Hamil Periksa USG 3D dan 4D?

USG 2D pada dasarnya cukup menggambarkan kesehatan janin. Lantas, haruskah ibu hamil juga menjalani pemeriksaan USG 3D dan 4D?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perkembangan Janin, Kehamilan 25 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Jenis Kelamin Bayi Bisa Diketahui dari Detak Jantungnya?

Detak jantung yang terdeteksi saat pemeriksaan kandungan disebut-sebut bisa menjadi penanda dari jenis kelamin bayi saat lahir nanti. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perkembangan Janin, Kehamilan 24 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
hormon-gnrh

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29 April 2020 . Waktu baca 6 menit
alat tes kesuburan

Ini Tes Kesuburan untuk Wanita & Pria yang Penting Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit