5 Tanaman Herbal Terbaik untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah salah satu masalah seksual yang paling sering dialami pria. Risiko impotensi akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Kebanyakan pria mengatasi disfungsi ereksi dengan minum obat kuat, seperti viagra. Meski begitu, pemakaian viagra yang berlebihan dapat membahayakan jantung. Salah satu cara alternatif yang menjadi favorit adalah dengan racikan tanaman herbal, yang dapat meredakan gejala disfungsi ereksi. Apa saja, dan benarkah aman? Berikut ulasannya.

Tanaman herbal untuk mengatasi disfungsi ereksi

Ginkgo

Ginkgo biloba merupakan salah satu tanaman herbal yang telah digunakan sejak lama untuk mengobati beberapa penyakit. Contohnya meliputi demensia, gangguan kecemasan, dan gangguan aliran darah ke otak. Ramuan ekstrak daun ginkgo biloba bisa membantu memperlancar aliran darah ke penis sehingga mengatasi disfungsi ereksi.

Namun konsultasikan dulu dengan dokter sebelum Anda menggunakan suplemen ginkgo. Ginkgo berisiko meningkatkan risiko perdarahan, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Risiko efek samping lainnya meliputi mual, sakit kepala, sakit perut, dan iritasi mulut.

Gingseng merah

Ginseng merah berguna untuk meningkatkan stamina, mendorong libido, dan meningkatkan fungsi seksual laki-laki.

Di dalam tubuh, ginseng merah meningkatkan kerja sistem dopamin di otak yang dipercaya memicu gairah seks. Selain itu, ginseng merah juga bekerja memperlancar aliran darah hingga mendapat ereksi yang maksimal.

Tanaman ini dianggap sebagai pengobatan yang aman untuk mengatasi disfungsi ereksi, namun sebaiknya hanya digunakan sebentar saja (6 sampai 8 minggu). Ginseng dapat berinteraksi negatif dengan alkohol, kafein, dan beberapa obat tertentu.Efek samping yang paling umum adalah insomnia. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter jika Anda berencana menggunakannya.

L-arginine

L-arginine adalah sejenis asam amino yang mampu meningkatkan performa seksual. Bahkan L-arginine disebut-sebut sebagai pengganti viagra berkat cara kerjanya yang membantu membuat oksida nitrat. Keberadaan oksida nitrat dalam darah dapat melemaskan pembuluh darah untuk membantu ereksi dan penting untuk fungsi seksual yang sehat.

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, diare, dan kram perut. Hindari minum suplemen L-arginine dengan Viagra, nitrat, atau obat tekanan darah tinggi.

Yohimbine

Yohimbine berasal dari kulit pohon cemara Afrika Barat. Selama 70 tahun terakhir, yohimbine telah digunakan sebagai pengobatan disfungsi ereksi karena dipercaya dapat mengaktifkan saraf penis agar lebih sensitif terhadap rangsangan dan sekaligus melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah menuju penis. Dua hal ini dapat membuat ereksi jadi lebih mudah dan tahan lama.

Suplemen kombinasi yohimbine dan L-arginine terbukti dapat mengatasi disfungsi ereksi. Yang perlu dicatat, efek peningkat adrenalin dari yohimbine dapat menyebabkan efek samping sakit kepala, berkeringat deras, hipertensi, insomnia. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi yohimbine, terutama jika Anda juga sedang menggunakan obat antidepresan atau stimulan.

Horny goat weed (epimedium)

Epimedium merupakan tanaman herbal asal negeri bambu Cina yang telah digunakan untuk mengurangi gejala disfungsi ereksi. Cara kerja tanaman ini belum diketahui pasti, namun peneliti berpendapat bahwa ekstrak epimedium mengubah kadar hormon tertentu dalam tubuh yang dapat meningkatkan gairah seksual Anda. Tak hanya untuk pria, obat ini juga dipercaya dapat mengurangi rasa sakit saat berhubungan seksual dan mencegah hilangnya gairah seks pada wanita.

Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi jika Anda memiliki penyakit jantung, karena dapat memengaruhi fungsi jantung yang membuat detak jantung tidak teratur.

Hati-hati mengonsumsi obat herbal

Penting untuk dicatat bahwa penggunaan obat-obatan herbal secara rutin untuk mengobati disfungsi ereksi tidak direkomendasikan oleh banyak pakar kesehatan. Ini karena distribusi suplemen dan obat-obatan herbal tidak diatur seketat obat-obatan medis yang diresepkan dokter, baik oleh FDA US maupun BPOM RI. Artinya, kualitas, keamanan, efektivitas, dan risiko efek sampingnya dapat bervariasi. Anda juga tidak bisa benar-benar yakin tentang kebenaran dari bahan-bahan yang tercantum pada label kemasan produk.

Jika Anda ingin mencoba salah satu obat herbal di atas untuk mengatasi disfungsi ereksi, sebaiknya bicarakan dengan dokter terlebih dahulu. Salah-salah, konsumsi obat herbal dapat menyebabkan bentrokan interaksi dengan obat-obatan resep, terapi lainnya, atau tes medis yang mungkin Anda perlukan di kemudian hari.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca