Kondom Dipakai Dua Kali, Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pernahkah Anda berpikir untuk menggunakan kondom dua kali atau menggunakan kondom bekas untuk dipakai lagi? Anda mungkin merasa cara ini akan jauh lebih efisien dan hemat. Apalagi, Anda merasa hal tersebut tidak akan membahayakan kesehatan, karena kondom bekas yang Anda gunakan dua kali tersebut adalah kondom bekas Anda sendiri. Namun, bolehkah kondom dipakai hingga dua kali atau bahkan lebih? Temukan jawabannya di bawah ini.

Mengenal berbagai jenis bahan kondom

Sebelum Anda mengetahui apakah kondom yang sama bisa dipakai dua kali atau tidak, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu berbagai jenis bahan kondom yang banyak digunakan secara umum.

Pertama, ada kondom yang berbahan lateks, alias karet, yang berasal dari getah karet. Umumnya, kondom berbahan ini lebih mahal dibanding dengan jenis kondom lainnya. Sayangnya, banyak orang yang memiliki alergi terhadap lateks, yang bisa menyebabkan rasa gatal, ruam merah, dan sensasi terbakar.

Nah, bagi Anda yang alergi terhadap lateks, Anda bisa menggunakan kondom poliuretan, yaitu kondom yang terbuat dari bahan plastik sintesis, berwarna transparan, dan tidak berbau. Kondom ini lebih tipis dan kuat, namun sayangnya kurang elastis dibandingkan kondom berbahan lateks.

Ada pula kondom yang berbahan dasar kulit binatang, seperti domba, yang disebut sebagai lambskin. Kondom jenis ini menawarkan sensitivitas yang tinggi dan memiliki sensasi paling alami dibandingkan dengan yang lainnya. Namun sayangnya, kondom jenis ini tidak akan melindungi Anda dan pasangan dari berbagai jenis penyakit kelamin seperti gonorea, sifilis, ataupun HIV/AIDS. Lalu, apakah kondom bisa dipakai dua kali?

Bisakah kondom dipakai dua kali?

Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat di Planned Parenthood, Anda tidak disarankan untuk menggunakan kondom yang sama sebanyak dua kali atau bahkan lebih. Artinya, kondom bekas tidak boleh dipakai dua kali dan Anda hanya boleh menggunakan satu kondom sebanyak satu kali saja.

Masalahnya, masih banyak orang yang percaya bahwa kondom bisa dipakai dua kali dengan cara mencucinya menggunakan sabun lalu dikeringkan. Setelah bersih, kondom daur ulang tersebut diberi pelumas lalu dipakai lagi untuk berhubungan seks. Padahal, hal ini tidak diperbolehkan. 

Meski begitu penggunaan kondom bekas untuk berhubungan seks jelas merupakan cara yang tidak benar dan sangat tidak dianjurkan. Kontak dengan air serta detergen dapat merusak kekuatan bahan kondom, sehingga bisa bocor atau sobek sewaktu-waktu saat digunakan. Pada akhirnya, fungsi kondom untuk menampung sperma dan mencegah penularan penyakit kelamin jadi tidak maksimal.

Masalah yang muncul jika memakai kondom dua kali

Menggunakan kondom yang sama sebanyak dua kali merupakan salah satu kesalahan menggunakan kondom. Selain itu, ada berbagai masalah yang muncul jika sebuah kondom dipakai dua kali. Beberapa di antaranya adalah:

1. Risiko penularan penyakit kelamin semakin besar

Selain mencegah kehamilan, fungsi dari penggunaan kondom saat berhubungan seks adalah mencegah penularan penyakit menular seksual. Sementara, jika Anda kondom dipakai dua kali dengan orang yang sama, dan rupanya pasangan Anda memiliki penyakit kelamin, risiko Anda tertular penyakit tersebut semakin tinggi.

Bahkan, sekalipun Anda mencuci kondom tersebut, Anda tidak bisa menjamin bahwa telah mencucinya dengan bersih. Apalagi jika Anda menggunakan kondom yang sama dengan orang yang berbeda-beda. Itu sama saja dengan Anda menyebarkan cairan tubuh dari satu orang ke orang lain dan hal itu dapat meningkatkan risiko tertular penyakit kelamin.

2. Tingkatkan risiko kehamilan

Saat satu kondom dipakai dua kali, efektivitas penggunaannya menjadi turun. Hal ini menyebabkan fungsinya dalam mencegah kehamilan jadi tidak maksimal. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kondom yang dipakai dua kali memberikan risiko hamil yang lebih besar untuk penggunanya.

Padahal, saat Anda menggunakan kondom, harapannya adalah Anda bisa berhubungan seksual dengan pasangan tanpa memikirkan risiko akan hamil. Sayangnya, jika kondom bekas dipakai dua kali, risiko Anda hamil meski sudah pakai kondom pun meningkat.

3. Kondisi kondom robek

Kondom yang sudah pernah dipakai sebaiknya tidak dipakai hingga dua kali atau lebih. Pasalnya, kondom yang sudah pernah dipakai sebelumnya akan melar. Hal ini menyebabkan ukuran kondom mungkin sudah tidak sama lagi dengan ukuran sebelumnya.

Jika dipaksakan untuk digunakan kembali, kondom bisa robek. Saat kondom robek, berbagai masalah kesehatan kelamin bisa terganggu karena kondom bekas yang robek dianggap sudah tidak bisa berfungsi kembali. Artinya, Anda dan pasangan percuma saja menggunakan kondom yang sudah robek.

4. Ukuran kondom berubah dan tidak sesuai lagi

Jika sebelumnya ukuran kondom menyempit saat digunakan kembali, ukuran kondom juga bisa membesar. Dengan begitu, saat digunakan, ukuran kondom sudah tidak sesuai lagi dengan ukuran penis. Hal ini bukan disebabkan karena Anda salah beli. Namun, ukuran kondom yang sudah dipakai sebelumnya akan melar hingga membesar.

Jika memaksakan untuk menggunakan kondom bekas untuk berhubungan seksual dengan pasangan, bisa jadi kondom akan melorot atau terlepas. Oleh karenanya, lebih baik menggunakan kondom baru dibanding dua kali menggunakan kondom yang sebelumnya sudah dipakai.

Bagaimana aturan buang kondom yang benar?

Beberapa di antara Anda mungkin tidak tahu bagaimana cara membuang kondom yang benar. Oleh sebab itu, ingat beberapa hal berikut. Sebagai contoh, jangan pernah membuang sampah kondom bekas di dalam toilet. Biasanya, ada orang yang tidak ingin penggunaan kondom diketahui oleh orang lain, sehingga membuang kondom bekas di dalam toilet.

Sayangnya, hal ini bukan hal yang benar. Masalahnya, kondom bekas yang dibuang sembarangan di toilet bisa menyebabkan toilet tersumbat. Maka itu, lakukan cara yang aman jika Anda ingin membuang kondomo bekas. Salah satunya adalah membungkus kondom dengan tisu, lalu masukkan ke dalam kantong kertas atau gulungan koran.

Jika sudah, buanglah kondom tersebut di tempat sampah. Hal itu merupakan cara ampuh membuang kondom di tempat sampah tanpa perlu diketahui oleh orang lain. Kantong plastik, bagaimanapun, tidak akan terurai seiring berjalannya waktu, jadi tidak efektif digunakan sebagai wadah untuk membuang kondom bekas Anda.

Dengan membuang kondom menggunakan kantong kertas, Anda akan membantu sperma dan cairan lain yang terdapat di dalam kondom membusuk secara alami bersama sampah lainnya. Hal ini akan membantu merusak lateks yang membungkus kondom ini. Hal ini akan membantu kondom terurai dengan sendirinya secara alami.

Hal ini juga mengurangi potensi kondom bekas yang Anda pakai agar tidak dipakai lagi oleh orang lain yang menemukan kondom Anda di tempat sampah. Anda juga tidak bisa menjamin bahwa kondom tersebut tidak akan digunakan oleh orang lain, bukan?

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 26, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 12, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca