Anda yang sudah bolak-balik beli kondom mungkin pernah berpikir, “Daripada harus beli yang baru, kenapa kondom yang sudah pernah dipakai dicuci saja sampai bersih dan digunakan lagi?”. Anda mungkin merasa bahwa cara ini lebih efisien dan hemat. Akan tetapi, apa kata ilmu kesehatan soal kondom dipakai dua kali, baik yang sudah dicuci dulu maupun yang belum? Ini dia jawabannya.

Mengenal berbagai jenis bahan kondom

Sebelum memulai topik utama terkait bisakah kondom didaur ulang, ada baiknya ketahui dulu berbagai jenis bahan kondom yang banyak ditawarkan di pasaran.

Pertama, ada kondom yang berbahan lateks, alias karet, yang berasal dari getah karet. Umumnya, kondom berbahan ini lebih mahal dibanding dengan jenis kondom lainnya. Sayangnya, banyak orang yang memiliki alergi terhadap lateks, yang bisa menyebabkan rasa gatal, ruam merah, dan sensasi terbakar.

Nah, bagi mereka yang alergi terhadap lateks, Anda bisa menggunakan kondom poliuretan, yaitu kondom yang terbuat dari bahan plastik sintesis, berwarna trasnparan, dan tidak berbau. Kondom ini lebih tipis dan kuat, namun sayangnya kurang elastis dibandingkan kondom berbahan lateks.

Ada pula kondom yang berbahan dasar kulit binatang, seperti domba, yang disebut sebagai lambskin. Kondom jenis ini menawarkan sensitivitas yang tinggi dan memiliki sensasi paling alami dibandingkan dengan yang lainnya. Namun sayangnya, kondom jenis ini tidak akan melindungi Anda dan pasangan dari berbagai jenis penyakit kelamin seperti gonorea, sifilis, ataupun HIV/AIDS.

Bisakah kondom dipakai dua kali?

Menurut ilmu medis, para pakar kesehatan, dan spesialis kandungan, kondom tidak bisa dipakai dua kali. Artinya, setiap kondom hanya bisa digunakan satu waktu kemudian langsung dibuang.

Masalahnya, beberapa orang masih banyak yang percaya bahwa kondom bisa dipakai dua kali dengan cara mencucinya menggunakan sabun lalu dikeringkan. Setelah bersih, kondom daur ulang tersebut diberi pelumas lalu dipakai lagi untuk berhubungan seks.

Meski begitu penggunaan kondom bekas untuk berhubungan seks jelas merupakan cara yang tidak benar dan sangat tidak dianjurkan. Kontak dengan air serta detergen dapat merusak kekuatan bahan kondom, sehingga bisa bocor atau sobek sewaktu-waktu saat digunakan. Pada akhirnya, fungsi kondom untuk menampung sperma dan mencegah penularan penyakit kelamin jadi tidak maksimal.

Bagaimana aturan buang kondom yang benar?

Jangan sekali-kali membuang kondom bekas di toilet! Beberapa orang ingin menghilangkan jejak dengan membuang kondom bekas di dalam toilet, tapi cara ini salah. Pasalnya, kondom bekas dapat mengakibatkan toilet tersumbat.

Nah, cara aman untuk membuang kondom bekas adalah dengan membungkusnya pakai tisu, kemudian dimasukkan ke dalam kantong kertas atau gulungan koran, dan membuangnya di tempat sampah. Kantong plastik, bagaimanapun, tidak akan terurai seiring berjalannya waktu, jadi tidak efektif digunakan sebagai wadah untuk membuang kondom bekas Anda.

Jadi, biarkan sperma dan cairan lain di dalamnya membusuk secara alami lalu merusak lateks yang membungkusnya. Dengan begitu, kondom akan terurai secara alami dengan sendirinya. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca