Kenapa Memilih Lampu Mati Saat Berhubungan Seks?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/05/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda tipe orang yang suka melakukan seks dengan lampu padam? Atau Anda tipe orang yang lebih suka dengan lampu menyala, agar Anda dan pasangan sama-sama saling memandang? Ya, dengan lampu menyala, Anda dan pasangan bisa tahu setiap detil yang terjadi. Bagaimana dengan berhubungan seks dengan lampu mati? Hmm, lampu mati, atau remang-remang membuat suasana bercinta terasa romantis. Tapi, apa alasan sebenarnya banyak orang lebih suka berhubungan seks dengan lampu padam?

Mengapa banyak orang memilih berhubungan seks dengan lampu mati?

Dahulu kala, seks bukanlah sesuatu yang bisa Anda bicarakan sambil mengobrol di meja makan saat sarapan pagi, makan siang, atau makan malam. Seks adalah hal yang dianggap tabu. Seiring perubahan jaman, konsep berpikir pun mulai berkembang. Meskipun obrolan tentang seks umum dilakukan laki-laki, tak jarang jika mengenai sesuatu yang personal, obrolan ini menjadi tidak nyaman. Beberapa orang memiliki keraguan untuk bertanya yang jujur tentang rasa penasaran mereka, sehingga mereka lebih suka mencari tahu diam-diam. Saat ini memang tidak sulit untuk mencari tahu pertanyaan tentang seks, Anda bisa menemukannya di internet, alih-alih mengunjungi terapis seks.

Seks dikaitkan dengan sesuatu yang ‘menakutkan’ dan memalukan. Ketika melakukan hubungan seksual, Anda dan pasangan mungkin akan lebih percaya diri dengan lampu mati. Pencahayaan yang kurang bisa membuat Anda berdua rileks, sehingga Anda berdua menikmatinya. Anda juga bisa lebih bersenang-senang, sebab lampu padam dianggap sebagai elemen yang menyenangkan.

Penelitian baru-baru ini yang melibatkan 2000 orang, menemukan bahwa 75% orang lebih suka melakukan seks dengan lampu padam, 14% orang mengaku bahwa mereka malu menatap muka pasangannya, sedangkan 5 % lainnya mencoba membayangkan muka idolanya saat berhubungan seks. Ada juga yang menyatakan bahwa bermain dengan tidak mengandalkan indera penglihatan akan menjadi pengalaman yang menakjubkan. Imaginasi pun akan menguat.

Apa yang ada di pikiran perempuan saat seks?

Bagi perempuan, terkadang, seks terasa ‘membingungkan’. Di satu sisi, Anda ingin merasa nyaman, tetapi saat melakukannya begitu banyak pikiran yang terlintas, seperti tentang penampilan Anda, tentang apakah ia bisa membantu pasangan mencapai klimaks yang diharapkannya. Faktanya, seks seharusnya memberikan kesenangan dan keintiman kedua belah pihak, bukan sebagai azas pemanfaatan satu pihak saja. Saat ini memang banyak persepsi yang salah tersebar di masyarakat akibat pengaruh tulisan, atau film porno. Tentu saja, kita ingin sesi bercinta berjalan mulus sesuai dengan fantasi. Tapi faktanya ketika Anda semakin tertekan, jalan untuk mencapai klimaks pun semakin sulit.

Lampu padam mungkin menjadi salah satu solusinya, dengan pandangan yang terbatas, Anda merasa akan sangat mudah melakukannya. Anda bisa mengurangi kekhawatiran Anda tentang bentuk tubuh, dan penampilan. Ketika melakukan seks, biasanya perempuan akan menghapus makeupnya, atau ketika memakai makeup, mungkin lama-kelamaan akan luntur. Lampu padam dapat menyamarkan itu semua.

Sayangnya, jika untuk urusan seks, laki-laki menjadi tipe visual, ia ingin melihat Anda seutuhnya. Jika, ia meminta untuk melihat tubuh Anda, jelas ada ketertarikan di balik permintaan itu. Anda mungkin tidak menyadari bahwa memberinya akses melihat tubuh Anda itu menjadi sesuatu yang ia nanti-nantikan.

Apa yang ada dalam pikiran laki-laki saat seks?

Apakah bagi Anda melakukan seks dengan lampu menyala akan menambah keintiman? Jika ya, tentunya Anda harus mengerti ketika pasangan Anda merasa tak nyaman dengan lampu menyala. Kebanyakan laki-laki memang lebih suka melakukan seks dengan lampu menyala karena hal tersebut akan membangkitkan gairahnya, dan laki-laki lebih ‘visual’ dalam urusan ranjang. Namun, ada juga yang menyukai melakukannya dengan lampu padam, alasannya pun bermacam-macam, ia juga bisa merasa tidak percaya diri, atau menutupi apa yang dia sedang pikirkan ketika berhubungan seks.

Faktanya, laki-laki juga tidak terlalu memperhatikan apa yang menjadi kekurangan perempuan ketika sudah berada di ranjang. Anda pun mungkin tidak menyadari ketika perempuan merasa tidak percaya diri.

Jadi, lebih baik berhubungan seks dengan lampu menyala atau mati?

Tidak ada yang salah dengan keduanya, hal tersebut hanya masalah teknis saja. Namun, ketika aturan main ini membuat salah satu pasangan merasa jengah, maka sudah saatnya Anda berdua duduk bersama dan membicarakannya. Penting bagi perempuan untuk memberi tahu pasangan Anda tentang apa yang membuat Anda nyaman, sehingga keintiman tersebut akan terbentuk. Laki-laki juga perlu memperhatikan detil mengenai pasangan Anda, bisa dimulai dengan pertanyaan apa yang dia sukai, apa yang membuatnya tertarik akan sesuatu, dan lebih banyak detil lagi. Dengan memperhatikan setiap detil, Anda berusaha membangun sebuah keintiman yang lebih erat lagi, hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargainya sebagai pasangan. Rasa percaya diri pasangan pun akan muncul dengan sendirinya.

Bagi Anda yang memang belum terbiasa, mungkin bisa mencobanya dengan perlahan-lahan, seperti membiarkan pencahayaan remang-remang, seperti mengatur cahaya lampu (hanya jika lampu Anda bisa diatur), atau menggantinya dengan lilin. Jangan lupa untuk menaruh lilin di tempat yang aman. Anda juga bisa mencoba cara satu ini, yaitu pakaikan penutup mata pada pasangan (pasangan yang selalu menginginkan lampu padam ketika berhubungan seks), tentunya ini akan membuat ‘permainan’ menjadi semakin menantang.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Sikap pasangan yang berubah drastis bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia sedang selingkuh. Apa saja tanda-tanda yang bisa diperhatikan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Pria Ternyata Juga Bisa Stres Setelah Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Pria sering kali dianggap memiliki gairah seksual yang besar. Padahal, pria sebenarnya juga bisa mengalami stres setelah berhubungan intim. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Suami Tiba-tiba Mengaku Gay, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Suami akhirnya mengaku bahwa ia gay setelah Anda mencurigai tanda dan sikapnya selama ini. Apa yang bisa istri lakukan pada situasi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020