Suka Menunda-nunda Pekerjaan? Bisa Jadi Anda Mengidap ADHD

Oleh

Setiap orang pasti pernah menunda-nunda suatu pekerjaan atau urusan. Menunda suatu hal memang wajar saja, apalagi jika pekerjaan tersebut tidak Anda sukai. Akan tetapi, jika Anda sangat suka menunda-nunda sampai segala pekerjaan jadi terhambat, Anda perlu waspada. Bisa jadi Anda mengidap ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder) pada orang dewasa.   

Mengenal ADHD

ADHD adalah gangguan perilaku yang bisa terjadi pada anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Gangguan perilaku ini membuat pengidapnya menjadi impulsif atau sulit menahan diri, hiperaktif, dan mudah kehilangan fokus. Perlu diingat, ADHD bukan kecacatan karakter, melainkan sebuah kelainan genetik yang terjadi pada sirkuit otak seseorang.

Apa hubungannya suka menunda-nunda dan ADHD?

Salah satu ciri-ciri ADHD yang paling menonjol pada orang dewasa adalah suka menunda-nunda. Banyak pengidap ADHD dewasa menunjukkan kebiasaan menunda yang sangat parah dan tidak wajar. Pekerjaan yang ingin dilakukan pun tidak pernah selesai. Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan menunda mungkin menandakan gejala ADHD. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. “Harus mulai dari mana?”

Gangguan perilaku ADHD bisa membuat seseorang kesulitan membuat rencana dan melaksanakannya. Orang dewasa yang mengidap ADHD merasa sangat bingung harus mulai dari mana, bagaimana cara menentukan prioritas, dan apa saja yang harus dilakukan. Ini karena ADHD membuat pikiran Anda campur aduk. Akibatnya, Anda mungkin lebih memilih untuk menunda saja pekerjaan tersebut.

2. Tidak bisa fokus

Ketika Anda sudah berhasil memulai suatu pekerjaan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Anda harus menjaga konsentrasi dan dorongan batin supaya bisa mengerjakan tugas tersebut tanpa gangguan. Akan tetapi, orang dengan ADHD sangat kesulitan mempertahankan fokus. Maka pekerjaan yang penting pun sering kali terbengkalai sementara Anda justru sibuk melakukan hal-hal yang sifatnya remeh.

3. Semakin mepet semakin baik

Pengidap ADHD suka menunda-nunda karena mengira bahwa semakin mepet tenggat waktunya, motivasi Anda pun akan semakin kuat. Padahal tak seperti orang pada umumnya, Anda tidak bisa semudah itu menuntaskan suatu pekerjaan. Pasalnya, mengerjakan tugas yang sudah mepet tenggat waktu justru membuat pengidap ADHD jadi stres, cemas, dan tidak bisa tenang. Kecemasan ini semakin memperparah gejala ADHD seperti susah fokus dan mengatur prioritas.

4. Gugup dan tertekan

Bukan berarti pengidap ADHD menganggap enteng segala pekerjaannya. Anda tahu betul bahwa Anda harus menyelesaikannya, tetapi Anda malah merasa kalut karena takut salah, takut mengecewakan diri sendiri dan orang lain, dan tertekan dengan tanggung jawab yang diberikan. Tak seperti kebanyakan orang, pengidap ADHD kesulitan mengendalikan gejolak emosi tersebut. Akhirnya tugas-tugas tersebut pun tidak tuntas.

5. Tidak bisa mengukur waktu dan kemampuan

Anda mungkin berencana untuk mengerjakan sesuatu dua jam dari sekarang. Namun, pemahaman Anda soal waktu kurang tajam sehingga ketika sudah lewat dua jam, Anda merasa tidak terima karena waktu begitu cepat berlalu. Atau Anda merasa yakin bisa beres-beres rumah dalam waktu satu jam. Pada kenyataannya, Anda butuh waktu lebih dari itu sehingga Anda terpaksa berhenti beres-beres rumah sebelum tuntas karena sudah harus mengerjakan hal lainnya.   

Gejala lain ADHD

Selain suka menunda-nunda, ada berbagai gejala lain yang harus Anda waspadai kalau Anda curiga Anda mengidap ADHD pada orang dewasa. Pasalnya, meskipun kebanyakan kasus ADHD sudah nampak dari kanak-kanak, bukan mustahil kalau seseorang baru didagnosis dengan ADHD pada usia dewasa. Gejala ADHD pada orang dewasa antara lain:

  • Punya masalah akademis ketika sekolah atau kuliah dulu
  • Mudah pecah konsentrasi meskipun lingkungan Anda cukup kondusif
  • Mudah lupa dan kehilangan barang-barang pribadi
  • Suka bengong
  • Gelisah dan tidak bisa diam, misalnya dengan mengetuk-ngetuk meja, menggoyangkan kaki, atau berjalan mondar-mandir
  • Sering terlambat
  • Suasana hati mudah berubah-ubah
  • Sulit mengendalikan amarah dan emosi
  • Impulsif, yaitu melakukan hal-hal berisiko tanpa pikir panjang
  • Kecanduan (rokok, alkohol, atau obat-obatan)

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 25, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca