Suka Menunda-nunda Pekerjaan? Bisa Jadi Anda Mengidap ADHD

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang pasti pernah menunda-nunda suatu pekerjaan atau urusan. Menunda suatu hal memang wajar saja, apalagi jika pekerjaan tersebut tidak Anda sukai. Akan tetapi, jika Anda sangat suka menunda-nunda sampai segala pekerjaan jadi terhambat, Anda perlu waspada. Bisa jadi Anda mengidap ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder) pada orang dewasa.   

Mengenal ADHD

ADHD adalah gangguan perilaku yang bisa terjadi pada anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Gangguan perilaku ini membuat pengidapnya menjadi impulsif atau sulit menahan diri, hiperaktif, dan mudah kehilangan fokus. Perlu diingat, ADHD bukan kecacatan karakter, melainkan sebuah kelainan genetik yang terjadi pada sirkuit otak seseorang.

Apa hubungannya suka menunda-nunda dan ADHD?

Salah satu ciri-ciri ADHD yang paling menonjol pada orang dewasa adalah suka menunda-nunda. Banyak pengidap ADHD dewasa menunjukkan kebiasaan menunda yang sangat parah dan tidak wajar. Pekerjaan yang ingin dilakukan pun tidak pernah selesai. Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan menunda mungkin menandakan gejala ADHD. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. “Harus mulai dari mana?”

Gangguan perilaku ADHD bisa membuat seseorang kesulitan membuat rencana dan melaksanakannya. Orang dewasa yang mengidap ADHD merasa sangat bingung harus mulai dari mana, bagaimana cara menentukan prioritas, dan apa saja yang harus dilakukan. Ini karena ADHD membuat pikiran Anda campur aduk. Akibatnya, Anda mungkin lebih memilih untuk menunda saja pekerjaan tersebut.

2. Tidak bisa fokus

Ketika Anda sudah berhasil memulai suatu pekerjaan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Anda harus menjaga konsentrasi dan dorongan batin supaya bisa mengerjakan tugas tersebut tanpa gangguan. Akan tetapi, orang dengan ADHD sangat kesulitan mempertahankan fokus. Maka pekerjaan yang penting pun sering kali terbengkalai sementara Anda justru sibuk melakukan hal-hal yang sifatnya remeh.

3. Semakin mepet semakin baik

Pengidap ADHD suka menunda-nunda karena mengira bahwa semakin mepet tenggat waktunya, motivasi Anda pun akan semakin kuat. Padahal tak seperti orang pada umumnya, Anda tidak bisa semudah itu menuntaskan suatu pekerjaan. Pasalnya, mengerjakan tugas yang sudah mepet tenggat waktu justru membuat pengidap ADHD jadi stres, cemas, dan tidak bisa tenang. Kecemasan ini semakin memperparah gejala ADHD seperti susah fokus dan mengatur prioritas.

4. Gugup dan tertekan

Bukan berarti pengidap ADHD menganggap enteng segala pekerjaannya. Anda tahu betul bahwa Anda harus menyelesaikannya, tetapi Anda malah merasa kalut karena takut salah, takut mengecewakan diri sendiri dan orang lain, dan tertekan dengan tanggung jawab yang diberikan. Tak seperti kebanyakan orang, pengidap ADHD kesulitan mengendalikan gejolak emosi tersebut. Akhirnya tugas-tugas tersebut pun tidak tuntas.

5. Tidak bisa mengukur waktu dan kemampuan

Anda mungkin berencana untuk mengerjakan sesuatu dua jam dari sekarang. Namun, pemahaman Anda soal waktu kurang tajam sehingga ketika sudah lewat dua jam, Anda merasa tidak terima karena waktu begitu cepat berlalu. Atau Anda merasa yakin bisa beres-beres rumah dalam waktu satu jam. Pada kenyataannya, Anda butuh waktu lebih dari itu sehingga Anda terpaksa berhenti beres-beres rumah sebelum tuntas karena sudah harus mengerjakan hal lainnya.   

Gejala lain ADHD

Selain suka menunda-nunda, ada berbagai gejala lain yang harus Anda waspadai kalau Anda curiga Anda mengidap ADHD pada orang dewasa. Pasalnya, meskipun kebanyakan kasus ADHD sudah nampak dari kanak-kanak, bukan mustahil kalau seseorang baru didagnosis dengan ADHD pada usia dewasa. Gejala ADHD pada orang dewasa antara lain:

  • Punya masalah akademis ketika sekolah atau kuliah dulu
  • Mudah pecah konsentrasi meskipun lingkungan Anda cukup kondusif
  • Mudah lupa dan kehilangan barang-barang pribadi
  • Suka bengong
  • Gelisah dan tidak bisa diam, misalnya dengan mengetuk-ngetuk meja, menggoyangkan kaki, atau berjalan mondar-mandir
  • Sering terlambat
  • Suasana hati mudah berubah-ubah
  • Sulit mengendalikan amarah dan emosi
  • Impulsif, yaitu melakukan hal-hal berisiko tanpa pikir panjang
  • Kecanduan (rokok, alkohol, atau obat-obatan)

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit