Apakah Orang dengan Skizofrenia Punya Kepribadian Ganda?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Pernah menonton film berjudul “Love and Mercy”? Salah satu film terkenal di era 80-an ini mengisahkan seorang pasien skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk membedakan dunia nyata dan khayalan.

Saat serangan muncul, orang dengan kondisi ini akan melihat dan mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Perubahan perilaku orang dengan kondisi ini saat serangan terjadi membuat segelintir orang mengira bahwa pasien skizofrenia memiliki dua kepribadian.

Benarkah orang dengan skizofrenia punya dua kepribadian?

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan. Selain itu, orang dengan kondisi ini juga sulit untuk berpikir jernih, daya ingatnya lemah, dan sulit memahami sesuatu.

Sebuah survei tahun 2008 yang dilakukan oleh National Alliance on Mental Illness (NAMI) menunjukkan sebanyak 64 persen orang yang mengalami gejala skizofrenia merasa bahwa mereka memiliki dua kepribadian atau lebih. Meski mereka memercayai hal tersebut, faktanya pemahaman ini sepenuhnya tidak benar.

Skizofrenia sebenarnya mengarah pada masalah dengan reseptor sensoris (indra) pada otak, tidak memengaruhi kepribadian seseorang. Semua yang Anda lihat, sentuh, dengar, dan rasakan diproses di otak oleh sel-sel khusus yang disebut reseptor sensoris.

Reseptor ini menerima informasi dari indra seperti penglihatan, pendengaran, dan perabaan. Kemudian, informasi tersebut diantarkan ke otak Anda dalam bentuk sinyal.  Sayangnya, orang dengan skizofrenia mengalami kesalahan penerimaan sinyal di otak. Akibatnya, halusinasi akan terjadi dan memicu sesorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Perubahan perilaku yang terjadi tersebut bukan menandakan bahwa pasien memiliki kepribadian ganda, melainkan respons tubuh terhadap munculnya halusinasi.

gangguan bipolar

Kepribadian ganda mengarah pada kondisi lain, bukan skizofrenia

Penyakit skizofrenia melibatkan berbagai masalah dengan kemampuan berpikir, perilaku, dan emosi. Gejala skizofrenia bisa ringan dan juga berat, tergantung keparahan kondisi dan pengobatan yang diterima oleh pasien. Beberapa gejala skizofrenia yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Halusinasi (melihat dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada)
  • Delusi (memiliki keyakinan yang tidak didasarkan pada kenyataan)
  • Terganggu dalam mengekspresikan diri dan menunjukkan emosi
  • Tidak mampu berpikir dengan baik dan jernih
  • Kemampuan motoriknya terganggu, seperti postur tubuh yang aneh atau melakukan gerakan yang berlebihan

Di antara semua gejala yang muncul, tidak ada tanda bahwa pasien akan mengalami perubahan kepribadian. Kepribadian ganda sebenarnya lebih mengarah pada gangguan disosiatif (dissociative identity disorder).

Gangguan disosiatif ditandai dengan dua atau lebih kepribadian yang secara bergantian akan mendominasi perilaku seseorang. Biasanya paling rentan terjadi pada orang yang memiliki trauma masa lalu yang parah. Meski kepribadian ganda bukan salah satu gejala dari penyakit skizofrenia, kondisi otak yang bermasalah bisa bertambah parah.

Tanpa pengobatan, skizofrenia bisa menyebabkan penyakit mental lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan obsesif kompulsif (OCD), bahkan gangguan disosiatif.

Walaupun masih banyak orang yang melabeli pasien skizofrenia sebagai “orang gila”, hal ini jangan sampai menghambat proses pengobatan pasien. Semua gejala skizofrenia dapat dikelola dengan minum obat dan mengikuti terapi. Selain itu, dukungan dari keluarga dan orang di sekitar pasien juga diperlukan untuk mendukung sembuhnya pasien.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Pria dengan Gangguan Mental Lebih Sulit Mendapatkan Perawatan?

Gangguan mental juga bisa menyerang pria. Namun, kebanyakan pria cenderung sulit mendapatkan perawatan gangguan mental. Apa sebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Sikzonoate

Cari tahu informasi tentang sikzonoate di Hello Sehat, termasuk fungsi, efek samping, aturan pakai, interaksi obat, dan peringatan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

5 Cara Mendukung Pasangan yang Memiliki Masalah Kejiwaan

Memiliki pasangan dengan masalah jiwa memang cukup menyulitkan, tetapi mendukung pasangan dengan gangguan jiwa akan membantu mereka melewati hari-hari.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Faktor Genetik Dapat Memengaruhi Risiko Terjadinya Skizofrenia

Banyak yang mengira bahwa skizofrenia dapat terjadi karena faktor keturunan atau genetik. Benarkah faktanya berkata demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
mengatasi gangguan kecemasan

4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rachmadin Ismail
Dipublikasikan tanggal: 10/12/2019
memiliki banyak gangguan mental

Beberapa Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/12/2019
pertolongan pertama pada pasien gangguan jiwa

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/10/2019