Rasa Cemas dan Khawatir Dapat Membuat Tubuh Jatuh Sakit

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Kecemasan dan rasa khawatir wajar dimiliki oleh setiap orang. Namun tanpa disadari, kecemasan ternyata dapat mempengaruhi tubuh dan menyebabkan Anda menjadi sakit secara fisik. Tapi, bagaimana caranya?

Ternyata, pengalaman yang buruk dapat menyebabkan tubuh mengaktifkan respon stres yang akan menyebabkan perubahan emosional dalam tubuh. Akibatnya, perubahan emosional tersebut dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangani ancaman (salah satunya dalam bentuk stres). Dan biasanya, saat stres terjadi, tubuh akan mencoba untuk memulihkan keadaan tersebut.

Namun, jika stres terlalu sering terjadi, maka tubuh akan memerlukan waktu lebih lama untuk pulih. Akibatnya, tubuh akan berada dalam keadaan “siaga”. Ketika tubuh sudah dalam keadaan “siaga” terlalu lama, maka kinerja tubuh akan terganggu yang dapat menyebabkan berbagai macam masalah fisik, psikologis, dan emosional. Permasalahan tersebut tentunya dapat melibatkan banyak sistem, organ, dan kelenjar yang dipengaruhi oleh respon stres.

BACA JUGA: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Stres

Bagaimana rasa cemas dan khawatir dapat menyebabkan tubuh sakit?

Berikut adalah beberapa cara kecemasan dapat membuat Anda sakit:

Respon stres

Berdasarkan sebuah studi, kecemasan dapat membuat terganggunya produksi hormon serotonin dan adrenalin. Akibatnya, ketika Anda merasa khawatir, Anda akan mengalami mual. Hal tersebut terjadi karena ketika Anda merasa cemas, usus Anda akan mengirimkan pesan ke otak bahwa Anda harus merasa takut dan menyebabkan mual.

Usus dan tekanan perut

Tanpa disadari, rasa khawatir dapat menyebabkan banyak tekanan pada perut, termasuk asam lambung. Hal ini dapat berpengaruh terhadap proses pencernaan makanan dan air dalam tubuh. Sehingga sering kali, ketika Anda merasa cemas, Anda akan merasa ada sesuatu yang salah terjadi pada perut Anda.

Penyakit ringan

Setiap harinya, tubuh Anda bertempur melawan kuman, virus, atau bahkan bakteri yang akan dan telah masuk pada tubuh. Dan ternyata, tanpa disadari, kecemasan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya dapat menyebabkan perasaan sakit, seperti mual, batuk, flu, kelenjar getah bening bengkak, lidah terasa kering, pusing, atau perut terasa sakit.

BACA JUGA: Awas, Stres Berdampak Fatal Pada Penderita Diabetes

Sebenarnya, gejala yang muncul akibat kecemasan tersebut tidak berbahaya. Gejala sakit tersebut terjadi muncul sebagai respon tubuh melawan stres atau rasa khawatir yang sedang dialami. Meskipun begitu, tetap saja gejala sakit yang dialami akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Penderita kecemasan kronis dapat merasa khawatir dan cemas terus menerus

Setiap orang merasakan cemas dengan alasan yang berbeda-beda. Biasanya rasa khawatir ini dipicu oleh situasi seperti menjelang ujian, sebelum kencan pertama, sebelum berbicara di depan banyak orang, dan sebagainya. Namun bagi penderita gangguan kecemasan alias anxiety disorder, kecemasan sering kali datang tanpa penyebab yang jelas, dan serangannya muncul dan hilang terus menerus dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Orang yang mengalami kecemasan kronis akan mengalami periode kesedihan dan pesimisme yang berkepanjangan, ketegangan yang tidak pernah usai, dan sinisme atau kecurigaan yang tidak putus-putus. Ternyata, hal tersebut dapat membuat Anda berisiko dua kali lipat terserang penyakit termasuk asma, artritis, sakit kepala, tukak lambung, dan penyakit jantung.

Jadi, sudah jelas bahwa terlalu banyak stres dapat membuat seseorang merasa sakit. Hal tersebut terjadi karena hormon stres dapat mempengaruhi sistem saraf tubuh dan sistem lainnya seperti organ dan kelenjar dalam tubuh. Selain itu, stres yang berkepanjangan akan diikuti oleh penyakit atau flu karena hormon stres dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap kuman, bakteri, ataupun virus.

Sehingga, jika ada pertanyaan apakah kecemasan dapat menyebabkan sakit? Jawabannya sangat jelas, yaitu: ya.

BACA JUGA: Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

Alasan Perasaan Cemas Bikin Seseorang Tidak Selera Makan

Cemas dan gugup adalah perasaan yang manusiawi, tetapi ketika hal tersebut mengganggu kesehatan, seperti tidak selera makan tentu menjadi masalah, bukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Imbas dari COVID-19 membuat sebagian pekerja diberhentikan dari pekerjaannya dan merasa stres. Yuk, kenali cara mengatasi stres karena PHK di sini.

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 04/05/2020

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Direkomendasikan untuk Anda

Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
stres anak saat pandemi

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
Manfaat detoks digital

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020