Rasa Cemas dan Khawatir Dapat Membuat Tubuh Jatuh Sakit

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kecemasan dan rasa khawatir wajar dimiliki oleh setiap orang. Namun tanpa disadari, kecemasan ternyata dapat mempengaruhi tubuh dan menyebabkan Anda menjadi sakit secara fisik. Tapi, bagaimana caranya?

Ternyata, pengalaman yang buruk dapat menyebabkan tubuh mengaktifkan respon stres yang akan menyebabkan perubahan emosional dalam tubuh. Akibatnya, perubahan emosional tersebut dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangani ancaman (salah satunya dalam bentuk stres). Dan biasanya, saat stres terjadi, tubuh akan mencoba untuk memulihkan keadaan tersebut.

Namun, jika stres terlalu sering terjadi, maka tubuh akan memerlukan waktu lebih lama untuk pulih. Akibatnya, tubuh akan berada dalam keadaan “siaga”. Ketika tubuh sudah dalam keadaan “siaga” terlalu lama, maka kinerja tubuh akan terganggu yang dapat menyebabkan berbagai macam masalah fisik, psikologis, dan emosional. Permasalahan tersebut tentunya dapat melibatkan banyak sistem, organ, dan kelenjar yang dipengaruhi oleh respon stres.

BACA JUGA: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Stres

Bagaimana rasa cemas dan khawatir dapat menyebabkan tubuh sakit?

Berikut adalah beberapa cara kecemasan dapat membuat Anda sakit:

Respon stres

Berdasarkan sebuah studi, kecemasan dapat membuat terganggunya produksi hormon serotonin dan adrenalin. Akibatnya, ketika Anda merasa khawatir, Anda akan mengalami mual. Hal tersebut terjadi karena ketika Anda merasa cemas, usus Anda akan mengirimkan pesan ke otak bahwa Anda harus merasa takut dan menyebabkan mual.

Usus dan tekanan perut

Tanpa disadari, rasa khawatir dapat menyebabkan banyak tekanan pada perut, termasuk asam lambung. Hal ini dapat berpengaruh terhadap proses pencernaan makanan dan air dalam tubuh. Sehingga sering kali, ketika Anda merasa cemas, Anda akan merasa ada sesuatu yang salah terjadi pada perut Anda.

Penyakit ringan

Setiap harinya, tubuh Anda bertempur melawan kuman, virus, atau bahkan bakteri yang akan dan telah masuk pada tubuh. Dan ternyata, tanpa disadari, kecemasan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya dapat menyebabkan perasaan sakit, seperti mual, batuk, flu, kelenjar getah bening bengkak, lidah terasa kering, pusing, atau perut terasa sakit.

BACA JUGA: Awas, Stres Berdampak Fatal Pada Penderita Diabetes

Sebenarnya, gejala yang muncul akibat kecemasan tersebut tidak berbahaya. Gejala sakit tersebut terjadi muncul sebagai respon tubuh melawan stres atau rasa khawatir yang sedang dialami. Meskipun begitu, tetap saja gejala sakit yang dialami akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Penderita kecemasan kronis dapat merasa khawatir dan cemas terus menerus

Setiap orang merasakan cemas dengan alasan yang berbeda-beda. Biasanya rasa khawatir ini dipicu oleh situasi seperti menjelang ujian, sebelum kencan pertama, sebelum berbicara di depan banyak orang, dan sebagainya. Namun bagi penderita gangguan kecemasan alias anxiety disorder, kecemasan sering kali datang tanpa penyebab yang jelas, dan serangannya muncul dan hilang terus menerus dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Orang yang mengalami kecemasan kronis akan mengalami periode kesedihan dan pesimisme yang berkepanjangan, ketegangan yang tidak pernah usai, dan sinisme atau kecurigaan yang tidak putus-putus. Ternyata, hal tersebut dapat membuat Anda berisiko dua kali lipat terserang penyakit termasuk asma, artritis, sakit kepala, tukak lambung, dan penyakit jantung.

Jadi, sudah jelas bahwa terlalu banyak stres dapat membuat seseorang merasa sakit. Hal tersebut terjadi karena hormon stres dapat mempengaruhi sistem saraf tubuh dan sistem lainnya seperti organ dan kelenjar dalam tubuh. Selain itu, stres yang berkepanjangan akan diikuti oleh penyakit atau flu karena hormon stres dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap kuman, bakteri, ataupun virus.

Sehingga, jika ada pertanyaan apakah kecemasan dapat menyebabkan sakit? Jawabannya sangat jelas, yaitu: ya.

BACA JUGA: Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Gejala-gejala berikut ini sering diabaikan dan dianggap normal, padahal ini adalah tanda jika Anda sedang mengalami stres.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Hidup Sehat, Psikologi 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bahaya cyber bullying

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit