Ini Dia Alasan Karakter Fiksi Terasa Nyata bagi Para Penikmatnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cerita fiksi yang menarik seringkali membuat penikmatnya tenggelam dalam alur cerita. Seperti pada film, karakter fiksi dalam cerita film tersebut bisa terasa begitu nyata dan memengaruhi psikologis penontonnya.

Penonton film bisa ikut menangis, kecewa, dan marah selama pertunjukan berlangsung. Bahkan terkadang, hal tersebut bisa melekat sampai beberapa saat setelahnya. Kenapa ini bisa terjadi?

Karakter fiksi dalam sebuah tayangan memengaruhi psikologis penonton

manfaat menonton tv

Para penikmat cerita fiksi kerap tenggelam dalam cerita dan ikut terbawa emosi, seperti rasa sedih dan marah hingga bikin menangis. Karakter dalam sebuah cerita fiksi bisa terasa begitu nyata hingga memengaruhi psikologis penonton untuk ikut merasa senang atau sedih.

Contohnya, drama Korea “The World of the Married” yang memperlihatkan kehidupan pernikahan ironis. Kehidupan Ji Sun-woo, karakter utama wanita dalam cerita tersebut, pada awalnya terlihat sempurna. Ia sukses dalam karier dan memiliki suami yang penuh kasih sayang. Namun, tiba-tiba konflik dan pengkhianatan yang rumit menghancurkan itu semua.

Ji Sun-woo dan Lee Tae-oh diceritakan sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai. Episode dua drama tersebut menyajikan momen kilas balik romantis pasangan ini, di mana Tae-oh (sang suami) mengucapkan janji cinta seumur hidup. 

Lalu adegan kembali ke masa kini, memperlihatkan momen perselingkuhan Tae-oh dengan Da-kyung, perempuan muda yang dianggap sahabat oleh Sun-woo.

Drama yang juga ditayangkan di stasiun tv nasional ini mampu mengaduk emosi penonton Indonesia. Sampai-sampai, aktris yang memerankan karakter Da-kyung menjadi bahan perundungan oleh netizen Indonesia karena dianggap sebagai penghancur hubungan. 

Selain itu, banyak contoh karakter dalam dalam cerita fiksi yang terasa begitu nyata dan mampu menimbulkan emosi penikmatnya. Salah satunya film “Joker” (2019) yang disebut mampu membuat banyak penonton ikut sesak napas dan cemas.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penonton dapat terhubung dengan karakter fiksi secara psikologis atau emosional. Menariknya, emosi tersebut tidak berlaku untuk semua orang. Walaupun ada yang tersedu-sedan, ada juga penonton yang tidak merasakan emosi apa pun.

Kenapa karakter fiksi bisa terasa begitu nyata?

Psikologis karakter fiksi

Salah satu alasan penonton bisa merasakan secara nyata emosi dari karakter dalam film adalah karena perasaan empati dan simpati. Ada unsur keterkaitan antara tokoh dengan kehidupan penonton di dunia nyata. 

“Pengalaman dengan karakter fiksi berkaitan dengan penonton, karena fakta bahwa setiap orang memiliki pengalaman mendalam sepanjang hidupnya,” jelas Howard Sklar, seorang peneliti filologi di University of Helsinki, Finlandia yang juga penulis buku The Art Sympathy of Fiction.

Empati dan simpati adalah fenomena yang kita alami hampir setiap hari. Pengalaman tersebut mempengaruhi bagaimana psikologis kita merespons karakter fiksi.

Mengutip artikel ilmiah Stanford Encyclopedia, empati memungkinkan kita untuk mengalami perasaan orang lain atau setidaknya membayangkan perasaan apa yang orang lain sedang alami. 

Perasaan empati ini kemudian dapat menimbulkan simpati yakni kemampuan memahami bahwa orang lain sedang mengalami rasa sakit. Perasaan simpati seringkali mendorong seseorang ingin menolong atau mengurangi rasa sakit tersebut. 

Sudut pandang dalam membangun setiap karakter dalam cerita fiksi memungkinkan psikologis penonton membayangkan rasa sakit dari tokoh. Penonton bisa merasakan rasa sakit tersebut dari kejauhan, seperti yang terjadi dalam drama Korea “The World of the Married”.

Emosi-emosi yang dirasakan oleh penonton untuk Sun-woo dipicu oleh akting aktor dan aktris yang luar biasa. Mungkin penonton tidak pernah mengalami diselingkuhi oleh kekasih seperti yang terjadi pada Sun-woo, tapi mereka tetap bisa merasakan emosi tersebut.

“Selama ada sudut pandang emosional, maka kemampuan psikologis kita dalam merasakan karakter fiksi akan melampaui semua detail dalam cerita,” ujar Sklar.

Fenomena narrative transportation saat menikmati cerita fiksi

Psikologis karakter fiksi

Perasaan empati pada karakter cerita fiksi baik itu dalam buku atau film juga disebut narrative transportation. Yakni sebuah keadaan di mana penonton merasa masuk dan terlibat dalam alur sebuah cerita sehingga dapat mempengaruhi sikap mereka dalam kehidupan nyata, bahkan setelah mereka selesai membaca atau menonton film tersebut.

Pada fenomena ini, perasaan empati penonton sampai pada tahap seolah-olah ia bisa menempatkan diri sebagai karakter tersebut. Karakter cerita fiksi yang mempengaruhi psikologis dan perasaan empati seseorang juga bisa berdampak baik. 

“Kekuatan tokoh protagonis dari cerita dan film fiksi dapat menginspirasi penonton dan bahkan berfungsi sebagai panutan dan memberi inspirasi untuk mengejar impian,” tulis sebuah jurnal dalam Association Psychological American.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Alasan Seseorang Memiliki Ketertarikan Fisik pada Orang Lain

Banyak tips untuk meningkatkan ketertarikan pasangan pada penampilan fisik. Namun, apa sebetulnya yang membuat seseorang tertarik pada pasangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Seks & Asmara 05/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengatasi Patah Hati?

Mengatasi patah hati adalah hal yang kompleks. Ada harapan yang pupus dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Perkembangan Emosional dan Sosial Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Perkembangan emosional anak balita penting dipahami orangtua. Hal ini dapat membantu memahami dan mengendalikan kondisi emosi si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 02/12/2019 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi di Satu Tahun Pertamanya

Mengembangkan kecerdasan emosional bayi penting agar mampu mengelola emosi diri. Pola pengasuhan sejak dini turut andil menentukan perkembangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22/11/2019 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Bunuh diri covid-19

Kasus Bunuh Diri Selama Pandemi dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Manfaat psikologis puasa

Tidak Hanya untuk Fisik, Puasa Juga Memiliki Manfaat Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit