Mengenal Haphephobia, Phobia yang Membuat Takut Disentuh

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Berbagai macam rasa ketakutan yang aneh dan tidak masuk akal ada di dunia ini, salah satunya adalah hapephobia. Fobia aneh ini jenisnya langka karena membuat seseorang takut disentuh oleh orang lain. Orang yang menderita hapephobia akan merasa takut terus-menerus pada sentuhan seseorang. Mari simak penjelasan mengenai haphephobia.

Apa sih haphephobia?

Haphephobia adalah rasa takut dan kecemasan yang dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang yang memilikinya, yang dipicu oleh sentuhan.  Penderita biasanya akan terlihat cemas, tidak nyaman, berkeringat, bahkan panik hebat jika ia disentuh oleh orang lain. Tidak bisa sembarang orang bisa menyentuhnya. Hal ini terjadi karena sentuhan dianggap memasuki atau melanggar ruang privasi miliknya.

Penderita phobia ini kemungkinan mengalami kejadian yang membuatnya trauma, biasa terjadi pada korban pelecehan atau kekerasan fisik di masa lalu sehingga dirinya menimbulkan respon negatif ketika mengalami sentuhan, meski hanya sebuah tepukan biasa saja.

Apa yang menyebabkan seseorang takut disentuh?

Seperti kebanyakan phobia, trauma kehidupan nyata berlangsung pada suatu waktu di kehidupan seseorang (mungkin di masa lalu mereka) dan memicu respon takut yang berlebihan. Karena otak manusia sebagian besar sibuk membuat asosiasi selama hidupnya, menyentuh atau disentuh dikaitkan dengan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan dalam pikiran haphephobic tersebut. Ini bisa disebabkan karena mereka pernah menjadi korban perkosaan mengerikan, penyerangan, atau penganiayaan yang menyebabkan takut disentuh.

Dalam beberapa kasus, mungkin respon yang terjadi adalah reaksi jijik ketika disentuh. Ini bisa menjadi masalah dari orang yang ingin memiliki ruang personal yang ketat dan perasaan takut jika sesorang melanggar batasan privasinya. Anda bisa menemukannya dalam beberapa kasus pada penderita autisme.

Gejalanya phobia sentuhan

  • Ketakutan dan cemas jika ada gerakan ingin menyentuh dari orang lain
  • Takut bersentuhan dengan lawan jenis
  • Menghindari keramaian dan sekumpulan orang atau kelompok
  • Adanya serangan panik dengan beberapa tanda fisik seperti peningkatan detak jantung, menggigil, berkeringat, pingsan, muntah.

Yang bisa dilakukan untuk mengatasi fobia

Seperti yang kita tahu ada banyak jenis fobia. Pengobatan yang paling populer untuk fobia adalah untuk menemui seorang psikolog, psikiater, hipnoterapis. Ahli hipnotis juga dapat mencoba membantu orang mengatasi fobia atau memahami apa yang menyebabkan masalah sehingga dapat diselesaikan.

Dengan bantuan seorang spesialis terlatih, penderita akan diubah alam bawah sadarnya. Ketika alam bawah sadar dibuka, ini berpotensi untuk menemukan masalah yang memicu fobia mereka, dan memperkenalkan ide-ide baru dan saran positif. Saran positif tersebut kemudian dapat digunakan untuk membantu membuat perubahan yang diinginkan, salah satunya mengatasi ketakutan sentuhan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Mengenal Ometaphobia, Ketika Seseorang Takut Berlebihan pada Mata

Seseorang yang memiliki fobia ini selalu merasa khawatir, terancam, dan ketakutan akan bahaya yang dapat menimpa mata mereka. Apa itu ommetaphobia?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020