Mengenali Gejala Jika Orang Terdekat Anda Berpotensi Bunuh Diri

Oleh

World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 1 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri. Pernahkah Anda mengira teman Anda sedang berpikiran untuk bunuh diri? Mereka mungkin hanya bercanda, namun siapa yang tahu jika mereka serius. Kami dapat membantu Anda mengenali tanda-tanda peringatan akan bunuh diri dan bagaimana Anda dapat membantu teman Anda.

Apa saja tanda-tanda peringatan bunuh diri?

Jika teman Anda memiliki pikiran tentang bunuh diri atau melukai diri sendiri, mereka sering mengekspresikannya melalui tulisan, ucapan dan tindakan mereka. Anda mungkin menyadari mereka mencari cara untuk bunuh diri, seperti membeli pil atau senjata. Tindakan-tindakan ini lebih berbahaya jika teman Anda memiliki kelainan mental seperti depresi, kelainan bipolar, atau masalah dengan alkohol. Orang-orang yang pernah gagal mencoba bunuh diri atau memiliki sejarah keluarga dalam bunuh diri, tanda-tanda ini dapat menjadi lebih serius dan berbahaya.

Tanda-tanda percobaan bunuh diri yang lebih “ringan” adalah perasaan putus asa. Teman Anda mungkin terlihat lebih stress atau depresi. Putus asa dapat menyebabkan bunuh diri dengan lebih mudah. Saat orang merasa putus asa atau tidak memiliki cara untuk keluar dari realita, orang sering berpikir untuk bunuh diri. Teman Anda mungkin membicarakan tentang perasaan yang tidak tertahankan, masa depan yang suram dan tidak ada hal yang mereka nantikan. Mereka mungkin merasa harapan dan semangat telah hilang. Mereka juga mungkin terperangkap di masa lalu dan menyalahkan diri atas kesalahan di masa lalu. Jika Anda menyadarinya, mood teman Anda sering berubah secara ekstrim, seperti mereka dulu adalah orang yang positif namun sekarang ia menjadi depresi.

Atau teman Anda dulunya adalah orang yang baik dan mudah bersosialisasi, namun sekarang adalah orang yang menarik diri dan agresif. Teman Anda mungkin memiliki mood swing karena mereka kehilangan semangat dalam kegiatan sehari-hari, mengabaikan rasa depresi mereka.

Apa saja gejala yang dapat diamati jika seseorang berniat bunuh diri?

Secara spesifik, orang ini akan mulai mengalami tanda-tanda berikut yang dapat Anda perhatikan dalam perilaku sehari-hari mereka. Seseorang mungkin berada dalam risiko bunuh diri apabila ia:

  • mengekspresikan perasaan putus asa
  • mudah marah
  • bertindak sebelum berpikir, terlibat pada kegiatan yang berisiko
  • kurangnya kesadaran terhadap konsekuensi
  • berbicara tentang merasa terjebak di suatu tempat
  • menyakiti diri sendiri – termasuk penyalahgunaan obat atau alkohol
  • pertambahan atau penurunan berat badan yang mencolok akibat perubahan pada napsu makan
  • semakin menarik diri
  • terlihat sangat gelisah dan cemas
  • tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • memiliki mood swings yang tiba-tiba
  • kurangnya kesadaran akan tujuan hidup
  • mengabaikan penampilan, kehilangan ketertarikan pada hobi
  • mengatur benda kepemilikan, seperti mengatur benda-benda atau membuat wasiat.

Gejala ini dapat terlihat apabila teman Anda sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri. Namun, Anda mungkin akan melihat perubahan mood yang drastis, dari depresi menjadi senang secara tiba-tiba. Hal ini bukan berarti mereka membaik. Namun, hal ini dapat menjadi tanda bahwa mereka telah memutuskan untuk bunuh diri.

Bagaimana cara kita untuk membantu?

Jika Anda menduga teman Anda berpikiran untuk bunuh diri, Anda perlu berbicara dengannya secara pribadi. Hal ini mungkin tidak mudah dan memerlukan beberapa kali usaha sebelum Anda dapat berbicara dengannya. Namun satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan bertanya. Mungkin Anda kesulitan dalam mengutarakannya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda ucapkan:

  • “Aku khawatir tentang kamu.”
  • “Akhir-akhir ini, aku lihat kamu sedikit berubah. Apakah kamu baik-baik saja?”
  • “Kamu tidak seperti biasanya akhir-akhir ini. Apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu?”
  • “Sejak kapan kamu mulai merasa seperti ini?”
  • “Bagaimana aku bisa membuat kamu lebih baik?”
  • “Sudahkah kamu mempertimbangkan untuk mencari bantuan profesional?”
  • “Kamu tidak sendiri. Aku di sini kalau kamu membutuhkan teman.”
  • “Kamu mungkin sekarang putus asa, tapi apa yang kamu rasakan akan segera hilang.”
  • “Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi padamu, tapi aku peduli padamu.”
  • “Kapanpun kamu merasa sudah lelah dan ingin menyerah, hubungi aku.”

Yang perlu diingat saat menghadapi orang yang berpikiran bunuh diri

Berbicara dengan orang yang berpikiran untuk bunuh diri dapat menjadi tantangan tersendiri. Rasa sedih dan emosional menutupi akal sehat mereka. Penting untuk mengingat beberapa hal saat berbicara dengan orang tersebut, seperti:

  • Jadilah diri Anda sendiri. Beri tahu teman Anda bahwa Anda benar-benar peduli. Anda tidak perlu mengetahui kata-kata yang tepat, namun suara dan nada Anda akan menunjukkan bahwa Anda peduli.
  • Dengarkan teman Anda. Biarkan teman Anda meluapkan perasaan mereka, bagaimanapun hal tersebut terdengar buruk.
  • Berikan simpati dan jangan menghakimi. Tenang dan sabarlah. Walau sulit untuk mendengarkannya, teman Anda sedang terluka dan mulai membicarakannya pada Anda adalah tanda yang baik.
  • Tawarkan harapan. Tenangkan teman Anda bahwa perasaan ini hanya sementara dan tunjukkan bahwa ia berarti untuk Anda.
  • Jangan berdebat dengan orang yang berpikir untuk bunuh diri. Hindari berdebat dengan teman Anda, karena dapat membuat mereka diam dan tidak dapat berbicara dengan Anda.
  • Jangan menggurui. Sekarang bukanlah saat yang tepat untuk memberi tahu bahwa bunuh diri adalah salah atau bagaimana berartinya kehidupan. Teman Anda hanya butuh Anda mendengarkannya, bukan untuk mengajarinya.

Pada beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan bantuan profesional. Berikan dukungan pada teman Anda untuk mendapatkan bantuan. Anda dapat menawarkan untuk pergi dengan mereka. Profesional kesehatan mental seperti psikolog atau konselor dapat membantu mengidentifikasi pemicu pikiran-pikiran bunuh diri dan membantu teman Anda melalui ini semua.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca