Berbagai Cara Mengatasi Phobia Ketinggian (Acrophobia)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Phobia ketinggian atau dikenal juga sebagai acrophobia adalah salah satu jenis phobia yang paling umum. Meskipun banyak orang memiliki ketakutan akan tempat yang tinggi, namun orang yang memiliki phobia ketinggian akan merasa gelisah atau gugup ketika berada di ketinggian, beberapa bahkan ada yang memiliki rasa takut yang irasional dan terus-menerus.

Tubuh manusia memang memiliki pertahanan alami terhadap bahaya, seperti melompat dari tebing atau mengemudi di atas jembatan sempit dan tinggi. Hal ini akan berubah menjadi masalah jika insting rasa takut alami yang dimiliki oleh manusia ini berubah menjadi paranoia atau ketakutan abnormal.

Ketakutan irasional ini dapat menjadi sesuatu yang menguntungkan dan juga merugikan. Menguntungkan karena rasa takut akan menghalangi kita dari melakukan hal-hal yang membahayakan. Namun orang yang memiliki phobia ketinggian akan mengalami rasa panik atau kecemasan yang ekstrem. Phobia ketinggian dapat disembuhkan dengan terapi, namun sebelum itu mari kita ketahui beberapa gejala phobia ketinggian.

Gejala phobia ketinggian

Berikut ini adalah gejala umum yang dapat terjadi pada seseorang yang memiliki phobia ketinggian:

  • Vertigo
  • Ketakutan intens saat menaiki atau menuruni tempat yang tinggi
  • Reaksi langsung pada ketinggian, seperti berlutut atau mencari sesuatu untuk berpegangan
  • Kecemasan yang besar saat mengantisipasi ketinggian
  • Menghindari tempat-tempat tinggi
  • Serangan panik, berupa gemetar, berkeringat, pingsan, mual, muntah, pusing, kesulitan bernapas, jantung berdetak cepat, nyeri dada, mati rasa pada tungkai, tubuh menjadi kaku.

Cara-cara mengatasi phobia ketinggian

1. Bantuan mandiri

Bantuan mandiri benar-benar memiliki arti melakukannya sendiri dan hal ini dapat dilakukan dengan memilih berbagai program belajar di rumah untuk terapi sendiri. Meskipun cara ini jarang berhasil, namun setidaknya Anda memiliki rasa tanggungjawab untuk pemulihan Anda sendiri.

2. Terapi konseling

Jika teknik bantuan mandiri tidak bekerja, bicaralah dengan dokter Anda. Anda mungkin memerlukan bantuan profesional dari seorang psikiater atau terapis. Ada beberapa jenis terapi konseling dan tentu saja efektivitas terapi sangat bergantung pada terapis. Namun, umumnya proses terapi ini lambat dan kurang berhasil, karena pelatihan ini tidak memiliki metode untuk menangani kekhawatiran yang serius.

3. Terapi pemaparan

Jika Anda menduga bahwa Anda memiliki phobia, mulailah berbicara dengan dokter yang dapat merekomendasikan terapis yang tepat untuk Anda. Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan terapi pemaparan, meskipun terapis mungkin juga merekomendasikan perawatan tambahan.

Terapi pemaparan adalah bentuk terapi perilaku kognitif yang melibatkan diri Anda ke dalam skenario yang melibatkan phobia Anda, dan membuat Anda mempelajari hal baru untuk mengatasi phobia Anda. Proses ini biasanya memiliki 5 langkah, yaitu:

  • Evaluasi. Anda mendeskripsikan ketakutan Anda kepada terapis dan mengingat kembali kejadian di masa lalu yang diperkirakan berhubungan dengan phobia Anda.
  • Tanggapan. Terapis akan menawarkan evaluasi phobia Anda dan mengusulkan rencana pengobatan.
  • Mengembangkan hierarki ketakutan. Anda dan terapis membuat daftar skenario yang melibatkan rasa takut Anda, masing-masing lebih intens dari yang terakhir.
  • Eksposure. Anda mulai membuka diri untuk masing-masing skenario pada daftar, dimulai dari situasi yang paling tidak menakutkan. Anda mulai menyadari bahwa kepanikan berkurang dalam beberapa menit saat menghadapi rasa takut Anda.
  • Tahap lanjutan. Ketika Anda menjadi nyaman pada setiap tahapan, maka Anda akan berpindah pada situasi yang lebih sulit.

4. Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif merupakan pendekatan yang mendorong orang untuk menghadapi dan mengubah pikiran serta sikap yang mengarah pada rasa takut. Desensitisasi sistematis, yang merupakan terapi perilaku kognitif (CBT), adalah teknik terapi perilaku yang lebih sering digunakan untuk mengobati phobia ketinggian atau phobia lainnya. Hal ini didasarkan untuk membuat pasien rileks, kemudian membayangkan hal yang memicu phobia (dari yang kurang mengerikan hingga yang paling mengerikan). Menurut National Institute of Mental Health, sekitar 75% dari orang-orang yang memiliki phobia tertentu biasanya berhasil mengatasi ketakutan mereka melalui terapi perilaku kognitif.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit