Anda Terlalu Posesif Pada Pasangan? Atasi Dengan 3 Langkah Ini

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pasangan yang posesif? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, posesif adalah sifat yang merasa menjadi pemilik. Wajar saja jika dalam suatu hubungan, Anda dan pasangan sama-sama merasa memiliki. Namun jika rasa memiliki ini berlebihan hingga Anda merasa punya hak mengatur hidupnya, inilah yang dinamakan posesif.

Posesif yang berlebihan justru akan mengurangi keintiman dalam hubungan itu sendiri, dan malah membangun suatu hubungan yang tidak sehat. Bagaimana mengatasi sifat terlalu posesif dalam berhubungan ini?

Posesif berbeda dengan sayang

Biasanya, dalam berhubungan, perasaan memiliki ini Anda tunjukkan dengan memberikan perhatian dan kasih sayang secara total kepada pasangan Anda. Pemberian perhatian dan kasih sayang ini biasanya Anda tunjukkan dengan menjaga dan melindungi pasangan Anda.

Upaya ini sebenarnya baik, namun saat Anda memiliki sifat posesif yang berlebihan, penjagaan dan perlindungan yang Anda berikan malah akan mengekang pasangan Anda, menghalangi pasangan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain, bahkan menyulitkan pasangan Anda untuk melakukan sesuatu tanpa seizin Anda. Anda pun cenderung mengendalikan pasangan Anda.

Apa yang membuat seseorang jadi posesif?

Beberapa kondisi yang mungkin dapat menjadi penyebab timbulnya karakter posesif dalam diri Anda, bisa jadi seperti:

1. Kenyamanan saat pegang kendali

Kemampuan mengendalikan orang lain memberikan perasaan aman kepada diri Anda, karena Anda jadi memiliki kekuatan untuk menjaga segalanya untuk tetap stabil. Namun kenyamanan ini dapat menimbulkan ketagihan, sehingga Anda terus ingin menjadi si pengendali. Padahal sebenarnya, karakter ini justru dapat berarti kurangnya rasa percaya diri dalam diri Anda.

2. Bergantung secara berlebihan

Bergantung terlalu banyak kepada pasangan hingga menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengkhawatirkan dan memikirkan dirinya, akan membentuk Anda menjadi pacar posesif. Anda dapat coba mengalihkan pikiran Anda dengan menghabiskan waktu dengan seorang teman untuk mengatasi pemicu ini.

3. Ketakutan tersembunyi

Ketakutan yang tersembunyi dalam pikiran Anda dapat memicu karakter posesif Anda. Kehilangan seseorang di masa lalu yang membuat Anda tak lagi ingin kehilangan orang yang Anda sayangi di masa kini, misalnya.

4. Kurangnya rasa percaya

Rasa percaya yang kurang dalam suatu hubungan, akan memicu sifat posesif. Anda bahkan mungkin jadi mudah cemburu tanpa alasan yang jelas terhadap pasangan Anda. Padahal rasa percaya dan kasih sayang seharusnya adalah dua hal yang saling berhubungan.

Bagaimana cara menghilangkan sifat posesif?

Sifat posesif tidak akan membuat hubungan Anda langgeng, malah mungkin akan membuat pasangan ingin “melarikan diri” dari kekangan Anda. Terlalu mengatur hidup pasangan dan membuat banyak larangan pun bisa membuatnya merasa bahwa Anda tidak mempercayainya. Akhirnya, yang didapat bukan hubungan yang awet dan bahagia, melainkan hubungan penuh teror (dari sisi pasangan) dan kekhawatiran serta kecemburuan (dari sisi Anda), yang tentunya bukan jenis hubungan yang Anda inginkan.

Bagaimana cara menghilangkan sifat posesif ini?

1. Jangan menuruti emosi

Saat pemicu sifat posesif Anda sedang memegang kendali dan berhasil mempengaruhi emosi Anda, rasa cemburu misalnya, sebaiknya ambil jeda dan pahami apa yang sedang terjadi dalam diri Anda. Bertindak gegabah dengan menuruti sisi posesif dalam diri Anda, justru akan dapat melukai perasaan orang yang Anda sayangi.

Dengan mengambil jeda ini, Anda dapat memperdalam karakter yang Anda miliki. Melakukan meditasi juga dapat Anda lakukan untuk menenangkan pikiran-pikiran negatif Anda.

2. Telusuri masa lalu Anda

Beberapa orang mengatakan bahwa masa lalu adalah pembelajaran. Menelusuri masa lalu Anda dapat membantu Anda menemukan pemicu sifat posesif Anda. Mungkin pada masa lalu seorang mantan pernah meninggalkan Anda karena mendapatkan pacar baru dari suatu aplikasi pencarian jodoh, sehingga Anda sangat membatasi pasangan Anda saat ini dalam menggunakan media sosial.

Saat Anda menemukan pemicu tersebut, mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda mungkin akan membantunya untuk lebih memahami Anda.

3. Catat pemicu sifat posesif Anda

Dengan mengetahui dan memahami pemicu posesif Anda, Anda akan lebih cepat mendeteksi kemunculannya. Sehingga, saat sifat posesif dalam diri Anda ini muncul, Anda akan lebih mudah menyadarinya dan mampu melawannya. Dengan begitu, perlahan Anda akan mampu mengurangi kemunculannya.

Menuliskannya dalam suatu buku catatan tiap kali Anda menyadari apa yang memicu sifat posesif Anda, dapat dilakukan untuk membantu Anda dalam mendokumentasikannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
cepat jatuh cinta

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit