Mana Lebih Baik untuk Mengatasi Depresi: Obat atau Hidup Sehat?

Oleh

Depresi adalah lebih dari sekedar perasaan sedih atau muak selama beberapa hari. Setiap orang bisa orang mengalami rasa sedih, bad mood, atau berkabung, tetapi ketika Anda mengidap depresi Anda merasa terus-menerus sedih selama beberapa minggu atau bulan, bukan hanya beberapa hari. Depresi mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya; cenderung merasa tak berdaya dan putus asa, dan menyalahkan diri sendiri karena memiliki perasaan ini.

Kabar baiknya adalah bahwa dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, kebanyakan orang dengan depresi dapat mencapai pemulihan penuh. Penting untuk mendapatkan perawatan berkualitas sangat penting. Jika depresi klinis tidak diobati, kondisi ini dapat bertahan untuk waktu yang lama dan memperburuk penyakit lainnya. Bahkan orang-orang dengan depresi berat bisa mendapatkan manfaat dari pengobatan.

Mengobati depresi dengan obat-obatan dan bantuan medis

Depresi mempengaruhi orang dengan cara yang berbeda dan dapat menyebabkan berbagai gejala, dari mental hingga fisik. Ada kemungkinan bahwa, seperti jutaan orang lainnya di belahan dunia ini, Anda mungkin diresepkan sejumlah obat antidepresan dan/atau terapi konseling untuk mengobati depresi.

Antidepresan sering menjadi pilihan pengobatan pertama yang diresepkan oleh para profesional kesehatan. Antidepresan bekerja dengan menyeimbangkan zat kimia dalam otak yang disebut neurotransmitter, sehingga memengaruhi suasana hati dan emosi Anda. Obat depresi ini dapat membantu meningkatkan mood Anda, membantu Anda tidur lebih baik, serta meningkatkan nafsu makan dan konsentrasi.

Terapi non-obat alternatif, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi intrapersonal, sering disandingkan dengan obat-obatan resep sebagai pengobatan pendamping depresi, terutama pada kasus depresi sedang hingga berat. Jika Anda memiliki depresi berat, Anda mungkin akan dirujuk ke tim kesehatan spesialis mental untuk terapi wicara intensif dan penggunaan obat yang diresepkan.

Sementara banyak orang menemukan bahwa antidepresan bekerja dengan baik untuk membantu mengurangi gejala depresi, Anda mungkin tidak segera merasa lebih baik. Biasanya diperlukan waktu setidaknya tiga sampai empat minggu sebelum Anda melihat perubahan dalam suasana hati Anda. Kadang dapat butuh waktu lebih lama. Minum obat setiap hari seperti yang diarahkan dokter membantu meningkatkan kemungkinan bahwa obat bekerja efektif.

Mengobati depresi dengan melakukan perubahan hidup sehat

Banyak spesialis setuju bahwa pola makan sehat —  seperti biji-bijian, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak — adalah yang terbaik untuk orang-orang dengan depresi. “Kita tahu bahwa diet dapat memiliki pengaruh yang kuat pada suasana hati,” kata Eric Endlich, PhD, seorang psikolog klinis yang berbasis di Boston, dilansir dari WebMD. “Dan pola makan seimbang dapat menjaga gula darah Anda stabil sepanjang hari dan membantu menenangkan suasana hati Anda. Stabilitas ini terutama penting jika Anda mengalami depresi.”

Olahraga juga dapat memiliki efek positif pada suasana hati dan tingkat energi Anda. “Tidak hanya latihan mengurangi depresi, tetapi memberikan orang rasa penguasaan diri dan pemberdayaan,” kata Keith Johnsgard, PhD, profesor emeritus psikologi di San Jose State University dan penulis Conquering Depression & Anxiety through Exercise.

Bagaimana olahraga bisa meredakan depresi? Selama bertahun-tahun, para ahli telah mengetahui bahwa olahraga meningkatkan kadar endorfin, zat kimia yang beredar ke seluruh tubuh. Endorfin meningkatkan kekebalan alami dan mengurangi persepsi nyeri. Endorfin juga berfungsi untuk meningkatkan mood. Teori lain adalah bahwa latihan merangsang norepinefrin neurotransmitter, yang dapat langsung meningkatkan mood.

Selain mengangkat suasana hati Anda, olahraga teratur menawarkan manfaat kesehatan lainnya, seperti menurunkan tekanan darah, melindungi terhadap penyakit jantung dan kanker, dan meningkatkan harga diri. Seberapa sering atau intens Anda perlu makan makanan sehat dan latihan untuk mengurangi depresi tidak jelas, tetapi untuk kesehatan umum, para ahli menyarankan mendapatkan setengah jam sampai satu jam latihan intensitas sedang, seperti jalan cepat, setiap hari atau berkala dalam seminggu.

Stigma dan prasangka masyarakat di balik upaya mengobati depresi

Orang dengan masalah kesehatan mental mengatakan bahwa stigma sosial dan diskriminasi yang melekat pada depresi yang mereka alami dapat membuat kesulitan mereka memburuk dan membuat lebih sulit untuk pulih.

Beberapa orang berpikir depresi adalah sepele dan bukan kondisi kesehatan asli. Anggapan ini salah besar — depresi adalah kondisi medis nyata dengan gejala yang nyata. Pada kebanyakan kasus, dibutuhkan intervensi medis darurat dengan pengobatan resep dan terapi untuk mengobati depresi. Mengobati depresi sama halnya dengan mengobati diabetes atau penyakit kronis nyata lainnya: membutuhkan pertolongan dokter dan juga upaya dari diri sendiri untuk dapat sembuh. Beberapa orang memilih menggunakan obat-obatan antidepresan dan terapi untuk mengelola gejala depresinya, sementara yang lain berpendapat bahwa makan sehat, berpikir positif, dan olahraga mampu menekan gejalanya — dan tak ada yang salah dengan keduanya. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda dan tak semua jenis pengobatan berlaku efektif untuk semua orang.

Namun, tetap sangat penting untuk membuat aktivitas fisik sebagai prioritas ketika merasa depresi, karena penelitian menunjukkan orang yang mengalami depresi cenderung kurang berolahraga. Seorang terapis dapat membantu Anda merancang rencana perawatan individual untuk depresi yang mungkin mencakup beberapa latihan bersamaan dengan makan, cukup tidur, menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman-teman, dan/atau obat dan terapi konseling. Satu yang pasti: Depresi bukanlah tanda kelemahan atau sesuatu yang dapat hilang seketika.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca