Kiat Menerima Kekurangan Diri dan Membangun Body Image Positif

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Menurut nationaleatingdisorders.org, body image (citra tubuh) adalah bagaimana seseorang melihat diri sendiri ketika ia berkaca atau ketika ia membayangkan dirinya dalam pikiran. Body image meliputi apa yang ia percaya tentang penampilannya (termasuk asumsi dan pandangan secara umum), bagaimana perasaannya mengenai tubuh sendiri (seperti tinggi, bentuk, dan berat badan), serta bagaimana ia merasakan dan mengontrol tubuhnya ketika bergerak.

Body image dalam ranah kedokteran dan psikologi ditujukan untuk orang yang memiliki kepercayaan, sikap emosional, dan persepsi akan tubuh mereka sendiri. Istilah ini biasa digunakan ketika mendiskusikan berbagai macam gangguan dan penyakit seperti gangguan dismorfik tubuh (gangguan mental yang terpaku pada kecacatan fisik yang sebenarnya tidak ada), gangguan kejujuran identitas tubuh, gangguan makan, dan somatoparaphrenia (penderita menyangkal memiliki seluruh anggota tubuhnya).

Semua orang memiliki body image terhadap penampilan fisiknya masing-masing. Tapi apakah body image yang Anda miliki positif atau negatif?

Ciri-ciri pemilik body image negatif

Orang yang memiliki body image negatif merasa bahwa penampilan mereka tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, keluarga, teman, dan orang pada umumnya. Mereka memiliki perasaan minder ketika membandingkan diri dengan orang lain.

Biasanya, orang yang memiliki body image negatif memiliki pemikiran yang tidak realistis. Ketika mereka melihat dirinya di cermin, mereka akan melihat bagian tubuh mereka buruk rupa atau bahkan cacat/tidak normal. Padahal, kenyataannya anggota tubuh tersebut baik-baik saja.

Psikolog mengatakan bahwa memiliki pemikiran negatif tentang tubuh merupakan hal yang normal hingga tingkat tertentu. Namun, jika Anda selalu melihat diri Anda sendiri sebagai sesuatu yang negatif, dan persepsi Anda mengenai hal ini terus berlanjut, hal itu mungkin merupakan pertanda suatu masalah kejiwaan lain seperti gangguan dismorfik, somatoparaphrenia, dan lain-lain.

Contoh lain dari body image negatif adalah orang-orang yang merasa dirinya gemuk meskipun ia sebenarnya langsing. Para peneliti dari University of Illinois menemukan, jika wanita berbadan langsing dan kurus memiliki keyakinan bahwa mereka masih gemuk, mereka akan cenderung melakukan penurunan berat badan dengan cara yang tidak aman dibandingkan dengan mereka yang menilai berat badannya secara akurat. Peneliti dari Northwestern University juga melaporkan bahwa wanita yang terobsesi dengan lemak tubuh cenderung memiliki body image negatif.

Ciri-ciri pemilik body image positif

Jika Anda memiliki body image positif, Anda akan merasa senang ketika melihat tubuh Anda di cermin. Anda mungkin menyadari bahwa penampilan Anda masih tidak sesuai dengan standar yang disajikan di media, masyarakat, dan keluarga, tetapi Anda tetap merasa puas dengan apa yang dimiliki pada tubuh Anda.

Anda juga tidak memiliki keinginan untuk menjadi lebih kurus, lebih tinggi, atau mengubah fisik Anda dalam rangka mendapatkan citra yang positif. Karena, maksud dari body image positif itu sendiri adalah Anda merasa nyaman dengan tubuh yang Anda miliki saat ini, terlepas dari segala kekurangannya.

Memiliki kondisi yang sehat secara fisik merupakan pengaruh dari pandangan positif Anda terhadap tubuh Anda. Jika Anda tahu bahwa Anda dapat naik-turun tangga, mengangkat benda berat, berkebun, dan merasa bahwa diri Anda lincah, maka jauh lebih mungkin Anda memiliki body image positif. Sebuah studi di University of Florida menemukan bahwa latihan fisik sederhana dapat membuat seseorang merasa terlihat lebih baik.

Body image yang positif dipandang sebagai realitas individu melihat dirinya apa adanya. Mereka menerima bagian tubuh mereka yang tidak ideal, tetapi tetap senang dengan keadaan tubuhnya. Psikolog mengatakan bahwa perasaan dalam diri tidak harus dikaitkan dengan bagaimana kita melihat tubuh kita. Orang-orang yang menyadari hal ini cenderung merasa lebih baik tentang penampilan mereka.

Sebuah studi yang dilakukan di University of Arizona menemukan bahwa wanita yang memiliki dukungan keluarga yang tinggi dan memiliki sedikit tekanan untuk terlihat lebih kurus dan cantik memiliki body image yang lebih positif.

Bagaimana cara mengubah body image negatif menjadi positif?

Menciptakan body image positif dimulai dari menjalin hubungan baik dengan diri sendiri. Hal ini membutuhkan kepercayaan diri, sikap positif, dan kestabilan emosi.

1. Perbaiki kepercayaan diri

Rasa percaya diri akan muncul ketika Anda memiliki pandangan yang baik terhadap kepribadian Anda, dan menemukan bahwa orang lain juga merasa nyaman dengan diri Anda. Jadi, jika Anda masih menilai kepribadian secara negatif, mungkin Anda terlalu memikirkan bagaimana orang lain melihat diri kita.

Ingatkan diri Anda bahwa kecantikan yang sebenarnya tidak terlihat dari luar saja. Ketika Anda merasa nyaman tentang diri Anda dan siapa Anda, Anda akan membawa diri dengan penuh percaya diri dan membuat Anda berpikir bahwa cantik sebenarnya tidak berkaitan dengan tubuh yang seperti supermodel, namun berkaitan dengan hati dan pikiran. Lalu, kenakanlah pakaian favorit Anda, sehingga Anda akan mendapatkan kepercayaan diri yang lebih baik.

2. Tumbuhkan sikap positif

Sikap positif akan muncul ketika Anda menerima seluruh kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Harus Anda ketahui bahwa sikap negatif cenderung membuat Anda bersikap seperti seorang perfeksionis, senang membandingkan, dan sangat kritis atau menghakimi baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sikap seperti itu merupakan karakteristik orang anoreksia dan orang dengan gangguan mental terhadap citra tubuh.

  • Perfeksionis dapat menciptakan perasaan negatif tentang tubuh Anda dan dapat menggagalkan keinginan Anda untuk menjadi lebih baik.
  • Senang membandingkan diri sendiri dan orang lain dapat meningkatkan penilaian diri yang negatif.
  • Menjadi sangat kritis atau menghakimi orang lain dapat meningkatkan kemungkinan Anda melakukan hal tersebut terhadap diri Anda sendiri.

3. Fokus pada bagian yang Anda suka

Anda harus menghargai apa yang tubuh Anda dapat lakukan seperti berlari, menari, bernapas, tertawa, dan sebagainya. Lihatlah tubuh Anda sebagai satu kesatuan, jangan hanya berfokus kepada salah satu anggota tubuh saja, dan tulis top-ten list yang Anda sukai dari diri Anda.

4. Kuatkan emosi saat menghadapi orang lain

Kestabilan emosi akan muncul ketika Anda mampu mempertahankan hubungan antara perasaan, pikiran, dan keinginan ketika Anda berbagi pengalaman dengan orang lain. Untuk memiliki body image positif, Anda harus mampu menjaga perasaan dalam menghadapi perkataan-perkataan negatif dari orang lain.

Caranya adalah, mulailah mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif. Hal itu akan mempermudah Anda merasa nyaman dengan diri Anda. Mereka akan memberikan dukungan terhadap diri Anda untuk mencintai diri Anda sendiri. 

BACA JUGA:

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

    Mendengar teman divonis sakit autoimun, ini saatnya Anda memberi dukungan yang tepat agar ia tetap semangat dan tidak merasa sendiri.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    KDRT dan Konflik Rumah Tangga Selama COVID-19 di Indonesia

    Kondisi pandemi bisa membuat hal-hal kecil menjadi pertengkaran antara suami istri, tapi konflik rumah tangga ini tidak serta-merta merupakan KDRT.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 22/04/2020

    Tips Mengatasi Rasa Insecure yang Sering Muncul

    Rasa insecure bisa dirasakan oleh siapa saja, terkadang kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain tidak bisa tertahankan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
    Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

    Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020