4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mendukung Pasangan yang Baru Saja Keguguran

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi pasangan yang sudah menanti-nanti momongan, keguguran bisa menjadi trauma tersendiri. Banyak orang menyalahkan diri sendiri atas kepergian buah hati. Perasaan tersebut wajar dialami oleh orang yang sedang berduka. Namun, dukungan dan hiburan dari sahabat atau sanak saudara penting untuk mereka bisa melewati cobaan hidup ini. Nah, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mendukung kerabat setelah keguguran?

Hal yang bisa Anda lakukan untuk mendukung kerabat atau teman setelah keguguran

1. Perhatikan kata-kata Anda

Kadang, tidak semua kata yang mereka dengar bisa diterima dengan baik. Misalnya, hindari kata-kata seperti “Yaudah, nggak apa-apa, ikhlasin aja. Mungkin ini sudah jalannya, nanti juga dikasih lagi yang baru”.

Kata-kata ini bisa terdengar “nyelekit” di hati, meski memang niatnya mungkin baik. Pasalnya, janin atau anak bukanlah sebuah barang yang bisa tergantikan. Ini juga bisa membuat pasangan yang kehilangan bayinya jadi tambah bersedih, karena merasa gagal untuk membesarkan bayi dengan benar.

Lebih baik, Anda mengatakan hal-hal yang positif seperti, “Aku turut sedih, kalau kamu mau cerita dan butuh teman, boleh hubungi aku, ya. Aku siap menemani.” Dengan begitu, setidaknya mereka tahu bahwa masih ada orang yang sayang dan mencoba mengerti kesedihan yang mereka alami.

2. Hadiri ritual pemakaman

Untuk menghibur teman atau kerabat setelah keguguran, ada baiknya Anda mengikuti kebiasaan layaknya seseorang yang telah berpulang pada Tuhan. Pemakaman, doa, hari peringatan kepergian, merupakan salah satu hal yang bisa Anda hadiri untuk memberikan dukungan bagian pasangan yang baru saja kehilangan bayi mereka.

3. Jangan coba menyalahkan pasangan tersebut

Disadari atau tidak, orang-orang di sekitar cenderung “hobi” mencari-cari kesalahan orang lain, termasuk ketika sedang menghadapi pasangan setelah keguguran. Inilah yang harus sebisa mungkin Anda hindari.

Hindari menyalahkan pasangan dengan ucapan, “Kamu sih, nggak jagain istri dengan baik, jadi nggak jadi (bayinya) kan, tuh” atau “Kamu sih, nggak minum vitamin/suplemen/herbal ini, kan udah kubilang bagus untuk menyehatkan janin.” Komentar-komentar ini sangat tidak layak untuk diucapkan pada pasangan yang baru saja kehilangan buah hati mereka.

Ingat, ada begitu banyak faktor yang bisa menjadi penyebab keguguran. Anda sebagai pihak luar tidak tahu persis apa yang menyebabkan tragedi tersebut, jadi simpanlah komentar tersebut dalam hati. Lebih baik coba berempati dan mendoakan mereka untuk yang terbaik.

4. Biarkan mereka mengekspresikan emosi mereka

Menangis, marah, kecewa, dan sedih merupakan gejolak emosi yang umum dirasakan ketika seseorang merasakan kehilangan. Tak seharusnya Anda menyuruh mereka untuk menyudahi dan menghentikan kesedihan mereka.

Ada baiknya, Anda luangkan waktu untuk mendengar semua keluh kesah mereka. Karena pada dasarnya, orang yang sedang berduka hanya ingin didengarkan tentang apa yang mereka rasakan. Jika suasana duka sudah mereda, barulah Anda bisa mengajak mereka untuk move on kembali menjalani hari-hari.

Dukungan dan kehadiran Anda di saat-saat ini penting

Hal terpenting yang bisa Anda lakukan saat teman Anda atau orang yang dicintai salah satunya , adalah dengan menjadi teman mereka. Mereka akan merasa lebih baik ketika mengetahui bahwa Anda berada di sana pada saat-saat sedihnya.

Perlu diperhatikan juga untuk menjaga kesehatan diri Anda selama mendukung dan menemani pasangan yang baru kehilangan kehamilannya. Mendukung orang lain yang sedang melalui duka cita mungkin secara fisik akan melelahkan dan menguras emosi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit