Bagi pasangan yang sudah menanti-nanti momongan, keguguran bisa menjadi trauma tersendiri. Banyak orang menyalahkan diri sendiri atas kepergian buah hati. Perasaan tersebut wajar dialami oleh orang yang sedang berduka. Namun, dukungan dan hiburan dari sahabat atau sanak saudara penting untuk mereka bisa melewati cobaan hidup ini. Nah, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mendukung kerabat setelah keguguran?

Hal yang bisa Anda lakukan untuk mendukung kerabat atau teman setelah keguguran

1. Perhatikan kata-kata Anda

Kadang, tidak semua kata yang mereka dengar bisa diterima dengan baik. Misalnya, hindari kata-kata seperti “Yaudah, nggak apa-apa, ikhlasin aja. Mungkin ini sudah jalannya, nanti juga dikasih lagi yang baru”.

Kata-kata ini bisa terdengar “nyelekit” di hati, meski memang niatnya mungkin baik. Pasalnya, janin atau anak bukanlah sebuah barang yang bisa tergantikan. Ini juga bisa membuat pasangan yang kehilangan bayinya jadi tambah bersedih, karena merasa gagal untuk membesarkan bayi dengan benar.

Lebih baik, Anda mengatakan hal-hal yang positif seperti, “Aku turut sedih, kalau kamu mau cerita dan butuh teman, boleh hubungi aku, ya. Aku siap menemani.” Dengan begitu, setidaknya mereka tahu bahwa masih ada orang yang sayang dan mencoba mengerti kesedihan yang mereka alami.

2. Hadiri ritual pemakaman

Untuk menghibur teman atau kerabat setelah keguguran, ada baiknya Anda mengikuti kebiasaan layaknya seseorang yang telah berpulang pada Tuhan. Pemakaman, doa, hari peringatan kepergian, merupakan salah satu hal yang bisa Anda hadiri untuk memberikan dukungan bagian pasangan yang baru saja kehilangan bayi mereka.

3. Jangan coba menyalahkan pasangan tersebut

Disadari atau tidak, orang-orang di sekitar cenderung “hobi” mencari-cari kesalahan orang lain, termasuk ketika sedang menghadapi pasangan setelah keguguran. Inilah yang harus sebisa mungkin Anda hindari.

Hindari menyalahkan pasangan dengan ucapan, “Kamu sih, nggak jagain istri dengan baik, jadi nggak jadi (bayinya) kan, tuh” atau “Kamu sih, nggak minum vitamin/suplemen/herbal ini, kan udah kubilang bagus untuk menyehatkan janin.” Komentar-komentar ini sangat tidak layak untuk diucapkan pada pasangan yang baru saja kehilangan buah hati mereka.

Ingat, ada begitu banyak faktor yang bisa menjadi penyebab keguguran. Anda sebagai pihak luar tidak tahu persis apa yang menyebabkan tragedi tersebut, jadi simpanlah komentar tersebut dalam hati. Lebih baik coba berempati dan mendoakan mereka untuk yang terbaik.

4. Biarkan mereka mengekspresikan emosi mereka

Menangis, marah, kecewa, dan sedih merupakan gejolak emosi yang umum dirasakan ketika seseorang merasakan kehilangan. Tak seharusnya Anda menyuruh mereka untuk menyudahi dan menghentikan kesedihan mereka.

Ada baiknya, Anda luangkan waktu untuk mendengar semua keluh kesah mereka. Karena pada dasarnya, orang yang sedang berduka hanya ingin didengarkan tentang apa yang mereka rasakan. Jika suasana duka sudah mereda, barulah Anda bisa mengajak mereka untuk move on kembali menjalani hari-hari.

Dukungan dan kehadiran Anda di saat-saat ini penting

Hal terpenting yang bisa Anda lakukan saat teman Anda atau orang yang dicintai salah satunya , adalah dengan menjadi teman mereka. Mereka akan merasa lebih baik ketika mengetahui bahwa Anda berada di sana pada saat-saat sedihnya.

Perlu diperhatikan juga untuk menjaga kesehatan diri Anda selama mendukung dan menemani pasangan yang baru kehilangan kehamilannya. Mendukung orang lain yang sedang melalui duka cita mungkin secara fisik akan melelahkan dan menguras emosi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca