8 Manfaat Super dari Meditasi untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat cemas dan stres, meditasi jadi salah satu cara paling mudah untuk mengatasinya. Walaupun terlihat duduk diam, tidak melakukan apa pun, dan tidak mencemaskan apa pun, meditasi ternyata memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh, baik itu fisik dan juga mental. Penasaran apa saja manfaat meditasi bagi kesehatan tubuh? Simak ulasannya berikut ini.

Manfaat meditasi bagi kesehatan tubuh Anda

Meditasi adalah latihan untuk menciptakan ketenangan pikiran dan tubuh yang rileks. Anda bisa melakukan jenis latihan ini di mana saja, tanpa perlu alat khusus. Kuncinya hanya satu, yaitu suasana yang tenang.

Beberapa manfaat meditasi bagi kesehatan yang perlu Anda tahu, meliputi:

1. Mengurangi stres

manfaat yoga

Stres bisa terjadi kapan saja. Saat stres, kadar hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkat dan tubuh akan melepaskan bahan kimia perangsang peradangan yang disebut sitokin.

Sitokin yang diproduksi tubuh ini bisa mengganggu tidur, meningkatkan tekanan darah, membuat Anda depresi dan cemas seiring waktu. Akibatnya, Anda jadi lebih rentan terkena berbagai penyakit. Untungnya, kondisi ini bisa diatasi dengan meditasi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Carnegie Mellon University mengamati 33 pria dan wanita usia 18-30 tahun. Mereka diminta untuk melakukan meditasi dan latihan pernapasan dalam 25 menit sehari. Tiga hari kemudian, hasilnya sampel air liur mereka menunjukkan penurunan kadar kortisol. Mereka juga merasakan peningkatan dalam memecahkan masalah ketika diberi beberapa soal matematika dan menanggapi sebuah puisi.

2. Melawan depresi

gejala depresi postpartum

Stres jangka panjang tanpa perawatan bisa berakhir dengan depresi. Meditasi yang memberikan ketenangan dan kenyaman sehingga dijadikan terapi untuk melawan depresi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rutgers University mengamati 55 orang wanita dan pria; 22 orang di antaranya memiliki depresi. Mereka diminta mengikuti program meditasi selama 30 menit diikuti latihan aerobik selama 30 menit dalam 8 minggu.

Hasilnya menunjukkan gejala depresi berkurang hingga 40 persen. Mereka jadi lebih mampu mengatasi masalah dan mengendalikan diri untuk tidak cemas atau memikirkan sesuatu yang negatif.

3. Mengontrol rasa cemas

Selain stres, beberapa orang juga bisa merasakan cemas yang kadang berlebihan. Sebuah studi mengamati 2.466 peserta yang melakukan berbagai strategi meditasi dengan cara yang berbeda.

Hasilnya, orang yang mengikuti meditasi yoga mampu mengurangi tingkat kecemasan. Artinya, para peserta jadi lebih mampu mengendalikan kecemasan yang muncul atau bahkan mencegahnya datang sama sekali.

4. Meningkatkan kualitas tidur

tidur siang bikin gemuk

Stres, depresi, dan kecemasan bisa membuat Anda jadi sulit untuk tidur. Kondisi mental yang buruk ditambah dengan tubuh yang kurang istirahat semakin memperparah keadaan. Walaupun bisa diatasi dengan obat tidur, penggunaan pil sering kali menyebabkan efek samping yang merugikan. Untuk itu, meditasi dianggap cara paling aman untuk mengatasi insomnia.

Sebuah studi membandingkan dua kelompok orang peserta; mengikuti program meditasi dan tidak. Peserta yang mengikuti meditasi, bisa tidur lebih cepat dan lebih nyenyak dibanding dengan orang yang tidak mengikuti meditasi. Periset berpendapat bahwa meditasi dapat menenangkan pikiran seseorang, tubuh melepaskan ketegangan dan jadi lebih rileks sehingga dapat tidur lebih baik.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

kebiasaan hidup sehat

Jika Anda sering kali tertular flu atau pilek, Anda perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Caranya mudah dengan meditasi. Sebuah studi mengamati 149 pria dan wanita dengan usia rata-rata 59 tahun. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu 51 orang mengikuti program meditasi, 47 berolahraga lari dan bersepeda, dan sisanya tidak melakukan apa-apa.

Setelah 8 minggu, peserta yang mengikuti meditasi mengalami 27 kali gejala flu atau pilek, orang yang berolahraga mengalami 26 kali, sementara orang yang tidak melakukan apa pun mengalami gejala sebanyak 40 kali. Orang yang berolahraga dan bermeditasi juga menunjukkan tingkat pulih dari flu atau pilek yang lebih cepat, dibanding mereka yang tidak aktif.

6. Bantu melawan kecanduan

kadar alkohol dalam tubuh

Sikap disiplin yang diterapkan saat meditasi dapat membantu orang yang memiliki kecanduan. Sebuah studi melaporkan sebanyak 19 orang pecandu alkohol dapat mengendalikan keinginan mereka untuk minum.

Ini menunjukkan bahwa meditasi membantu pecandu untuk belajar mengalihkan perhatian saat dorongan untuk memenuhi candunya. Mereka jadi lebih paham bagaimana cara terbaik untuk mengendalikan emosi dan perilakunya.

7. Menurunkan tekanan darah

mengontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi bisa membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Akibatnya, fungsi jantung semakin buruk dan risiko terkena penyakit jantung seperti aterosklerosis (penyempitan arteri jantung), serangan jantung, dan stroke jadi lebih besar.

Meditasi dapat mengurangi ketegangan pada jantung sehingga tekanan darah akan menurun. Saat tubuh melepaskan ketegangan, sinyal saraf yang mengoordinasikan fungsi jantung dan ketegangan pada pembuluh darah jadi lebih terkontrol.

8. Memperkuat daya ingat

perubahan tubuh lansia

Semakin bertambah tua, fungsi otak akan jadi menurun. Meditasi yang menggabungkan nyanyian dan gerakan berulang dapat melatih konsentrasi seseorang.

Sebanyak 12 penelitian menunjukkan bahwa meditasi bisa meningkatkan perhatian dan daya ingat dan konsentrasi para lansia. Kemungkinan manfaat meditasi ini dapat membantu mengendalikan stres, mengurangi rasa kesepian, dan meningkatkan fungsi otak bagi lansia dengan penyakit demensia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
bpdy scan meditation

Body Scan Meditation, Meditasi untuk Bantu Atasi Nyeri Tubuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26/06/2020 . Waktu baca 5 menit
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit