Hipokondria (Kecemasan Terhadap Penyakit)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi hipokondria

Apa itu hipokondria?

Hipokondria adalah kecemasan atau kekhawatiran berlebih dengan pemikiran bahwa Anda sedang atau mungkin sakit parah, padahal bisa jadi tidak menunjukkan gejala fisik sama sekali.

Ketika mengalami kondisi ini, Anda mungkin memercayai bahwa respons tubuh yang normal atau gejala minor merupakan gejala penyakit serius, walau pemeriksaan medis tidak menunjukkan kondisi yang serius.

Hipokondria termasuk gangguan kecemasan dan/atau gangguan somatisasi, sering juga disebut sebagai kecemasan kesehatan. Apabila Anda memiliki kondisi medis atau berisiko tinggi memilikinya, Anda mungkin akan dipenuhi rasa khawatir.

Anda mungkin memiliki kegelisahan berlebih bahwa respons tubuh yang terkait dengan penyakit merupakan suatu tanda ancaman yang lebih besar daripada yang sebenarnya.

Kegelisahan berlebih ini, dibandingkan dengan gejala fisik sendiri, menyebabkan stres yang dapat sangat mengganggu.

Kelainan ini merupakan penyakit kronis yang dapat berubah-ubah intensitas gejalanya, mungkin juga bisa memburuk seiring waktu. Namun konseling psikologis (psikoterapi) dan beberapa obat dapat membantu meredakan rasa khawatir Anda.

Seberapa umum kondisi ini?

Hipokondriasis dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi puncak dari kondisi ini biasanya terjadi pada masa remaja dan selama usia paruh baya. Pria dan wanita tampaknya memiliki rasio yang sama untuk memiliki kondisi ini.

Hipokondria dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala hipokondria

Tanda-tanda dan gejala dari hipokondria dapat bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Beberapa tanda dan gejala hipokondria umum meliputi:

  • Disibukkan dengan merasa memiliki penyakit atau kondisi kesehatan serius.
  • Khawatir bahwa gejala minor atau sensasi tubuh berarti Anda memiliki penyakit serius.
  • Mudah khawatir tentang status kesehatan Anda.
  • Tidak tenang dari hasil tes yang negatif atau pernyataan dokter bahwa Anda sehat.
  • Khawatir berlebih mengenai kondisi medis tertentu atau risiko terkena kondisi medis karena kondisi menurun di keluarga Anda.
  • Sangat stres terhadap kemungkinan penyakit yang menghambat kehidupan Anda.
  • Berulang kali memeriksa tubuh untuk tanda-tanda penyakit.
  • Sering kali melakukan konsultasi medis untuk kepastian, atau menghindari perawatan medis karena takut didiagnosis penyakit serius.
  • Menghindari orang, tempat, atau aktivitas karena takut akan risiko kesehatan.
  • Secara konstan membicarakan kesehatan dan kemungkinan penyakit.
  • Sering mencari di internet penyebab dari gejala atau kemungkinan penyakit.

Kapan harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini agar tidak memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Maka itu segera bicaralah pada dokter Anda untuk mencegah kondisi bertambah serius.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab hipokondria

Ada 3 penyebab utama yang dapat menyebabkan hipokondria, yaitu:

1. Kurang pemahaman

Anda tidak mengerti arti dari respons tubuh atau penyakit, atau keduanya. Hal ini dapat menyebabkan Anda berpikir bahwa semua respons tubuh adalah kondisi serius, sehingga Anda mencari bukti-bukti untuk mengonfirmasi bahwa Anda memiliki penyakit serius.

2. Riwayat keluarga

Anda lebih mungkin memiliki kegelisahan apabila orangtua Anda terlalu khawatir mengenai kesehatan mereka atau kesehatan Anda.

3. Pengalaman sebelumnya

Anda mungkin pernah mengalami penyakit serius pada masa kecil, sehingga sensasi fisik  tertentu menimbulkan rasa takut.

Faktor risiko hipokondria

Ada banyak faktor yang memicu Anda bisa memiliki kondisi kecemasan ini, antara lain:

  • Stres berat.
  • Ancaman penyakit serius yang ternyata tidak serius.
  • Riwayat kekerasan saat masih anak-anak.
  • Penyakit serius saat anak-anak atau orangtua memliki penyakit serius.
  • Kepribadian yang sering merasa khawatir.
  • Berlebihan mencari informasi tentang kesehatan di internet.

Komplikasi hipokondria

Hipokondria atau penyakit takut sakit yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan permasalahan lebih lanjut, seperti berikut:

  • Hubungan dengan pasangan atau dengan keluarga menjadi bermasalah akibat kekhawatiran yang berlebih membuat orang lain menjadi frustasi.
  • Performa kerja terganggu karena sering tidak masuk kerja.
  • Disabilitas, karena kecemasan yang dialami menyebabkan tubuh tidak bisa berfungsi seperti biasa.
  • Masalah finansial karena terlalu sering mengontrol kesehatan ke dokter saat tidak ada masalah kesehatan.
  • Mengalami gangguan mental lainnya, seperti depresi.

Diagnosis & pengobatan hipokondria

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana hipokondria didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, beberapa pemeriksaan dan tes yang akan dilakukan, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan psikologis untuk membicarakan gejala, situasi penyebab stres, riwayat keluarga, kekawatiran, masalah pada hubungan, dan masalah yang memengaruhi hidup Anda.
  • Memberikan Anda formulir penilaian psikologis atau kuesioner.
  • Menanyakan tentang penggunaan alkohol, obat, atau zat lain.

Bagaimana hipokondria ditangani?

Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Terapi psikologi (psikoterapi)

Salah satu jenis terapi psikoterapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hipokondriasis adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Menurut Cleveland Clinic, terapi ini dapat membantu pasien untuk menghadapi hipokondria dan menjalani hidup yang lebih produktif.

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapat jika mengatasi penyakit takut sakit dengan CBT:

  • Membantu mengidentifikasi rasa takut mengalami sakit keras.
  • Membantu pasien lebih sadar terhadap rasa khawatir yang berlebihan dapat memengaruhi perilakunya.
  • Mengubah cara pasien merespons gejala yang muncul.
  • Membantu pasien untuk lebih berani menghadapi berbagai situasi dan kondisi.

2. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan antidepresan, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), dapat mengatasi gangguan kecemasan. Obat-obatan lain seperti obat untuk mengatasi gangguan mood dan kegelisahan juga dapat dikonsumsi untuk membantu mengatasi kondisi ini.

Meski begitu, selalu konsultasikan dengan dokter mengenai berbagai penggunaan obat.

Pengobatan di rumah untuk hidokondria

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hipokondria:

  • Bekerja sama dengan dokter atau ahli jiwa untuk menjadwalkan konsultasi rutin demi mendiskusikan kekhawatiran Anda dan membangun kepercayaan.
  • Lakukan penanganan stres dan teknik relaksasi.
  • Aktif secara fisik.
  • Bergabung dalam aktivitas.
  • Hindari penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Hindari mencari kemungkinan penyakit di internet secara berlebihan.

Terlalu banyak informasi kesehatan yang belum tentu terkait dengan situasi Anda dapat menyebabkan kebingungan dan kecemasan. Apabila Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya bicarakan dengan dokter pada jadwal pertemuan berikutnya.

Pencegahan terhadap hipokondria

Hipokondria merupakan salah satu kondisi mental yang bisa dicegah. Setidaknya, Anda bisa mencegahnya agar tidak mengalaminya untuk yang kedua kali. Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mencegah salah satu jenis gangguan kecemasan ini:

  • Jika Anda merasa memiliki gangguan kecemasan, segera cari bantuan medis profesional.
  • Belajar untuk lebih peka terhadap stres dan bagaimana tubuh merespons.
  • Patuhi rencana pengobatan yang sudah disusun bersama dokter, untuk mencegah gangguan kecemasan bertambah semakin parah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apakah Anda Orang yang Narsis, Sosiopat, Atau Hanya Egois?

Orang yang narsis, sosiopat, dan egois sama-sama mementingkan diri sendiri. Tapi, mana yang masih sehat dan mana yang sudah termasuk gangguan kepribadian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 7 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bulimia

Bulimia atau bulimia nervosa adalah gangguan makan yang bisa mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Anoreksia Nervosa

Anoreksi nervosa adalah gangguan makan yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis. Yuk, kenali lebih dalam tentang kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 1 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
xenophobia

Xenophobia, Rasa Takut yang Dapat Berubah Menjadi Tindak Diskriminasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
erotomania syndrome adalah

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
gejala hipokondria merasa sakit padahal sehat

7 Ciri Hipokondria, Orang yang Sering Merasa Sakit Padahal Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit