5 Cara Istimewa untuk Ungkapkan Cinta, Anda Pakai Cara yang Mana?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Ada yang beberapa orang yang merasa tidak dicintai hanya karena pasangannya jarang mengucapkan kalimat “Aku sayang kamu.” Anda juga mungkin tidak yakin apakah pasangan mencintai Anda hanya karena ia jarang bisa meluangkan waktunya bersama Anda. Hal ini sering kali jadi bahan pertengkaran, bahkan tak jarang pasangan berpisah karena satu sama lain merasa tidak dicintai.

Eits, tunggu dulu. Memangnya cinta itu harus diungkapkan dengan cara seperti apa, sih? Setiap orang itu punya bahasa cinta, yaitu cara mengungkapkan dan mengartikan cinta yang berbeda-beda. Belum tentu Anda tidak dicintai, mungkin saja bahasa cinta Anda berbeda dengan pasangan. Ini dia lima bahasa cinta yang paling sering ditemui.

Lima bahasa cinta

Seorang konselor pernikahan asal Amerika Serikat (AS), Gary Chapman, Ph.D., telah menulis buku yang berjudul “The Five Love Languages”. Menurutnya, bahasa cinta setiap orang biasanya sudah terbentuk saat Anda bayi. Ini karena sejak Anda masih bayi, orangtua Anda sudah mulai mengenalkan apa itu cinta dengan cara mereka masing-masing. Dari sinilah pemahaman Anda soal cinta mulai terbangun. Jadi ketika Anda tumbuh dewasa dan bertemu dengan orang lain, Anda mengharapkan orang lain bisa mengungkapkan cintanya sama seperti orangtua Anda mencintai Anda.

Untuk mencari tahu mana bahasa yang Anda gunakan untuk mengungkapkan cinta, simak lima bahasa cinta menurut Gary Chapman berikut ini.

1. Kata-kata dan pujian

Kata-kata seperti, “Aku sayang kamu,” atau, “Kamu cantik sekali pakai baju itu,” memang kesannya sederhana. Namun, buat Anda yang mengungkapkan cinta dengan cara ini, kekuatan kata-kata tersebut begitu besar.

Newberg dan Waldman, dalam bukunya yang berjudul Words Can Change Your Brain: 12 Conversation Strategies to Build Trust, Resolve Conflict, and Increase Intimacy, menyebutkan bahwa kata-kata positif bukan sekedar untuk mengungkapkan rasa cinta, namun bisa memperbaiki fungsi otak Anda. Bahkan, intensitas berbicara dan mendengarkan kata-kata positif yang lebih sering dibandingkan yang negatif bisa mengaktifkan pusat motivasi otak, sehingga bisa mendorong Anda untuk lebih sering melakukan tindakan positif.

Anda mungkin tidak begitu mengharapkan sering diberi kado oleh pasangan atau diantar-jemput saat bepergian. Ini karena Anda memang lebih suka mendengar kata-kata manis dari pasangan. Mungkin waktu kecil Anda pun sering dipuji oleh orangtua atau dimotivasi dengan kata-kata yang membangun.

2. Sentuhan fisik

Sentuhan adalah bahasa pertama yang manusia gunakan untuk berkomunikasi. Sentuhan memang memiliki peran penting dalam pengembangan sosial dan perilaku manusia. Bahkan, studi menemukan bahwa anak yang kekurangan kontak fisik dan emosional berisiko lebih tinggi terhadap masalah perilaku, emosional, dan sosial saat mereka dewasa.

Studi yang dilakukan oleh Gulledge dan Shahmann juga menemukan bahwa sentuhan sangat penting dalam menciptakan dan memperkuat hubungan yang romantis.

Jadi, tak heran kalau banyak orang mengungkapkan cintanya lewat sentuhan. Mengelus kepala, menggandeng tangan, atau memeluk mungkin jadi cara Anda atau pasangan untuk menunjukkan rasa cinta.

3. Tindakan

Cara lain seseorang bisa merasa dicintai adalah tindakan nyata, yaitu dengan melakukan sesuatu demi pasangan. Hal ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang sulit mengungkapkan cinta dalam bentuk kata-kata. Anda mungkin lebih memilih untuk mengantarkan pasangan berbelanja selama berjam-jam daripada mengatakan, “Aku cinta kamu.”

Bagi orang yang mengungkapkan cinta dalam bentuk tindakan, dibantu oleh pasangan jauh lebih penting daripada dipuji atau dimotivasi dengan kata-kata. Misalnya Anda sedang dikejar deadline pekerjaan. Anda lebih membutuhkan pasangan untuk membantu membelikan makanan daripada untuk menyemangati Anda lewat kata-kata.

4. Memberi hadiah

Hadiah sering jadi simbol dalam mengekspresikan cinta. Banyak orang bahkan rela memberikan hadiah tanpa memedulikan berapa harga barang tersebut. Padahal buat orang yang mengungkapkan dan mengartikan cinta lewat hadiah, bukan harga atau nilai barangnya yang penting. Yang penting adalah usaha Anda untuk memikirkan hadiah yang khas dan personal buatnya.

Misalnya Anda sedang jalan-jalan ke luar kota. Membawakan oleh-oleh makanan kesukaannya saja sudah membuat pasangan senang sekali karena itu berarti Anda ingat padanya dan makanan kesukaannya.

Dr. Jeral Kirwan, seorang pakar psikologi dari Ashford University di AS, menyebutkan bahwa terdapat keuntungan psikologis atau emosional antara pemberi ataupun penerima hadiah. Dr. Jeral juga menyebutkan bahwa memberikan hadiah bisa meningkatkan perasaan puas, sehingga bisa memperkuat hubungan.

5. Menghabiskan waktu bersama

Kesibukan kerap membuat pasangan jarang bertemu. Karenanya, banyak pasangan harus berpisah akibat sama-sama tidak bisa meluangkan waktu berkualitas bersama. Jika bahasa cinta utama pasangan Anda adalah waktu yang berkualitas, maka dia hanya menginginkan Anda untuk menghabiskan waktu bersama, meskipun cuma makan siang bersama.

Orang yang mengutamakan waktu berkualitas tidak terlalu membutuhkan kado atau pujian. Mereka juga mungkin tak terlalu mementingkan tindakan seperti diantar-jemput. Yang penting hanyalah usaha Anda hadir bersamanya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Direkomendasikan untuk Anda

Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020