5 Cara Istimewa untuk Ungkapkan Cinta, Anda Pakai Cara yang Mana?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ada yang beberapa orang yang merasa tidak dicintai hanya karena pasangannya jarang mengucapkan kalimat “Aku sayang kamu.” Anda juga mungkin tidak yakin apakah pasangan mencintai Anda hanya karena ia jarang bisa meluangkan waktunya bersama Anda. Hal ini sering kali jadi bahan pertengkaran, bahkan tak jarang pasangan berpisah karena satu sama lain merasa tidak dicintai.

Eits, tunggu dulu. Memangnya cinta itu harus diungkapkan dengan cara seperti apa, sih? Setiap orang itu punya bahasa cinta, yaitu cara mengungkapkan dan mengartikan cinta yang berbeda-beda. Belum tentu Anda tidak dicintai, mungkin saja bahasa cinta Anda berbeda dengan pasangan. Ini dia lima bahasa cinta yang paling sering ditemui.

Lima bahasa cinta

Seorang konselor pernikahan asal Amerika Serikat (AS), Gary Chapman, Ph.D., telah menulis buku yang berjudul “The Five Love Languages”. Menurutnya, bahasa cinta setiap orang biasanya sudah terbentuk saat Anda bayi. Ini karena sejak Anda masih bayi, orangtua Anda sudah mulai mengenalkan apa itu cinta dengan cara mereka masing-masing. Dari sinilah pemahaman Anda soal cinta mulai terbangun. Jadi ketika Anda tumbuh dewasa dan bertemu dengan orang lain, Anda mengharapkan orang lain bisa mengungkapkan cintanya sama seperti orangtua Anda mencintai Anda.

Untuk mencari tahu mana bahasa yang Anda gunakan untuk mengungkapkan cinta, simak lima bahasa cinta menurut Gary Chapman berikut ini.

1. Kata-kata dan pujian

Kata-kata seperti, “Aku sayang kamu,” atau, “Kamu cantik sekali pakai baju itu,” memang kesannya sederhana. Namun, buat Anda yang mengungkapkan cinta dengan cara ini, kekuatan kata-kata tersebut begitu besar.

Newberg dan Waldman, dalam bukunya yang berjudul Words Can Change Your Brain: 12 Conversation Strategies to Build Trust, Resolve Conflict, and Increase Intimacy, menyebutkan bahwa kata-kata positif bukan sekedar untuk mengungkapkan rasa cinta, namun bisa memperbaiki fungsi otak Anda. Bahkan, intensitas berbicara dan mendengarkan kata-kata positif yang lebih sering dibandingkan yang negatif bisa mengaktifkan pusat motivasi otak, sehingga bisa mendorong Anda untuk lebih sering melakukan tindakan positif.

Anda mungkin tidak begitu mengharapkan sering diberi kado oleh pasangan atau diantar-jemput saat bepergian. Ini karena Anda memang lebih suka mendengar kata-kata manis dari pasangan. Mungkin waktu kecil Anda pun sering dipuji oleh orangtua atau dimotivasi dengan kata-kata yang membangun.

2. Sentuhan fisik

Sentuhan adalah bahasa pertama yang manusia gunakan untuk berkomunikasi. Sentuhan memang memiliki peran penting dalam pengembangan sosial dan perilaku manusia. Bahkan, studi menemukan bahwa anak yang kekurangan kontak fisik dan emosional berisiko lebih tinggi terhadap masalah perilaku, emosional, dan sosial saat mereka dewasa.

Studi yang dilakukan oleh Gulledge dan Shahmann juga menemukan bahwa sentuhan sangat penting dalam menciptakan dan memperkuat hubungan yang romantis.

Jadi, tak heran kalau banyak orang mengungkapkan cintanya lewat sentuhan. Mengelus kepala, menggandeng tangan, atau memeluk mungkin jadi cara Anda atau pasangan untuk menunjukkan rasa cinta.

3. Tindakan

Cara lain seseorang bisa merasa dicintai adalah tindakan nyata, yaitu dengan melakukan sesuatu demi pasangan. Hal ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang sulit mengungkapkan cinta dalam bentuk kata-kata. Anda mungkin lebih memilih untuk mengantarkan pasangan berbelanja selama berjam-jam daripada mengatakan, “Aku cinta kamu.”

Bagi orang yang mengungkapkan cinta dalam bentuk tindakan, dibantu oleh pasangan jauh lebih penting daripada dipuji atau dimotivasi dengan kata-kata. Misalnya Anda sedang dikejar deadline pekerjaan. Anda lebih membutuhkan pasangan untuk membantu membelikan makanan daripada untuk menyemangati Anda lewat kata-kata.

4. Memberi hadiah

Hadiah sering jadi simbol dalam mengekspresikan cinta. Banyak orang bahkan rela memberikan hadiah tanpa memedulikan berapa harga barang tersebut. Padahal buat orang yang mengungkapkan dan mengartikan cinta lewat hadiah, bukan harga atau nilai barangnya yang penting. Yang penting adalah usaha Anda untuk memikirkan hadiah yang khas dan personal buatnya.

Misalnya Anda sedang jalan-jalan ke luar kota. Membawakan oleh-oleh makanan kesukaannya saja sudah membuat pasangan senang sekali karena itu berarti Anda ingat padanya dan makanan kesukaannya.

Dr. Jeral Kirwan, seorang pakar psikologi dari Ashford University di AS, menyebutkan bahwa terdapat keuntungan psikologis atau emosional antara pemberi ataupun penerima hadiah. Dr. Jeral juga menyebutkan bahwa memberikan hadiah bisa meningkatkan perasaan puas, sehingga bisa memperkuat hubungan.

5. Menghabiskan waktu bersama

Kesibukan kerap membuat pasangan jarang bertemu. Karenanya, banyak pasangan harus berpisah akibat sama-sama tidak bisa meluangkan waktu berkualitas bersama. Jika bahasa cinta utama pasangan Anda adalah waktu yang berkualitas, maka dia hanya menginginkan Anda untuk menghabiskan waktu bersama, meskipun cuma makan siang bersama.

Orang yang mengutamakan waktu berkualitas tidak terlalu membutuhkan kado atau pujian. Mereka juga mungkin tak terlalu mementingkan tindakan seperti diantar-jemput. Yang penting hanyalah usaha Anda hadir bersamanya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca