Berkonsultasi dengan Teman Psikolog, Bagaimana Aturannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/01/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Psikolog dan teman baik Anda sama-sama akan mendengarkan setiap masalah yang Anda alami. Bedanya, seorang psikolog juga membantu Anda menyelesaikan masalah secara profesional melalui terapi psikologis. Lantas, jika Anda memiliki teman yang bekerja sebagai psikolog, bolehkah Anda melakukan konsultasi dengan cara yang sama?

Dampak konsultasi bersama teman sekaligus psikolog

konseling psikologi

Konsultasi dengan psikolog diawali dengan obrolan mendalam tentang masalah yang Anda alami. Obrolan ini biasanya dirancang agar Anda merasa aman dan nyaman. Anda bahkan bisa saja merasa sedang mengobrol bersama teman selama sesi konseling.

Namun, konsultasi bersama psikolog dan obrolan dengan teman adalah dua hal yang tidak dapat disamakan. Sekalipun teman Anda bekerja sebagai psikolog, ada beberapa hal yang membuat Anda tidak bisa menjadikannya sebagai terapis pribadi, yakni:

1. Seorang psikolog harus bersikap profesional

Melansir laman Good Therapy, psikolog adalah tenaga kesehatan jiwa yang terdidik secara profesional. Ia terlatih untuk menilai kondisi Anda berdasarkan kaidah ilmu psikologi. Saat menyimak cerita Anda, psikolog perlu menghubungkannya dengan teori yang telah ia pelajari.

Teman menyimak cerita Anda karena ingin memberi saran atau hanya mendengarkan. Hal ini tidak salah, tapi tanggapan dari seorang teman biasanya dipengaruhi rasa peduli kepada Anda. Respons teman memang menenangkan, tapi belum tentu membuat Anda bisa menyelesaikan masalah.

2. Seorang psikolog harus bersikap objektif

Saat Anda melakukan konsultasi dengan teman yang bekerja sebagai psikolog, ia perlu bersikap objektif. Objektif artinya netral dan tidak memihak. Ia tidak bisa mencampurkan pendapatnya dengan keputusan pribadi Anda. Sayangnya, hal ini amat sulit dilakukan.

Misalnya, Anda berkonsultasi dengan teman untuk mengatasi sikap posesif terhadap pasangan. Di sisi lain, teman Anda paham bahwa Anda melakukannya karena merasa kurang diperhatikan. Bersikap objektif tentu sulit karena teman Anda mungkin ingin memberikan dukungannya.

3. Terapi dengan psikolog bersifat rahasia

Terapi dengan psikolog terasa nyaman karena semua yang Anda ceritakan bersifat rahasia. Dengan cara ini, Anda bisa bercerita dengan lebih terbuka sehingga psikolog dapat menggali masalah yang Anda alami secara menyeluruh.

Saat Anda melakukan konsultasi dengan psikolog sekaligus teman, mungkin akan ada beberapa hal yang sulit diungkapkan. Anda mungkin takut ia merasa tidak nyaman atau tidak setuju dengan pendapat Anda sehingga masalah yang penting malah tidak tersampaikan.

4. Ada batasan-batasan tertentu

Terapi bersama psikolog terbagi menjadi beberapa sesi dan Anda hanya menjalani terapi sesuai waktu yang telah ditentukan. Selain batasan waktu, ada juga batasan yang membuat psikolog tidak bisa memberikan informasi pribadinya kepada Anda.

Semua ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Anda serta psikolog. Batasan yang ada juga membantu psikolog untuk selalu bersikap profesional. Namun, batasan-batasan ini mungkin menjadi tidak jelas bila Anda melakukan konsultasi dengan teman sekaligus psikolog.

Tentu menyenangkan memiliki teman yang memahami ilmu psikologi. Pasalnya, Anda bisa mendapatkan saran yang terpercaya. Walau demikian, seorang teman tetaplah teman. Ia mungkin memihak pada Anda atau memberikan pendapat pribadinya.

Hal ini wajar bila Anda sedang curhat kepada teman, tapi tidak dalam sesi konseling. Jadi, Anda tetap dapat meminta saran dari teman yang bekerja sebagai psikolog, tapi tetap lakukan konsultasi dengan psikolog dari luar lingkaran pertemanan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Biblioterapi, Terapi Baca Buku untuk Kesehatan Jiwa

Membaca buku ternyata tidak hanya membuat Anda makin pintar, tapi juga bisa mengatasi berbagai gangguan psikologis dalam terapi yang disebut biblioterapi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos psikoterapi

Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat surfing kesehatan mental

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit