6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Depresi merupakan sebuah gangguan suasana hati yang ditandai dengan kesedihan, kesepian, keputusasaan, dan kekosongan yang mendalam. Depresi dapat mempengaruhi seluruh aspek hidup Anda sehari-hari dan dapat menjadi penghalang dari hal-hal yang membuat Anda bahagia. Hidup dengan depresi memang tidak mudah. Meski demikian, beberapa perubahan gaya hidup ini dapat Anda lakukan setiap hari untuk membantu mengurangi gejala depresi.

Perubahan kecil pada gaya hidup untuk bantu Anda yang depresi

Mengatasi depresi secara efektif tidak cukup hanya dengan minum obat dan menjalani terapi. Gejala depresi datang tak kenal waktu, melakukan berbagai cara yang sekiranya akan memperbaiki perasaan Anda tentu sangat penting.

Walau hanya dengan hal-hal kecil, gaya hidup yang lebih baik akan membantu Anda mengatasi berbagai tantangan saat gejala depresi kembali muncul.

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan pada kehidupan sehari-hari untuk Anda yang hidup dengan depresi:

1. Makan makanan sehat

Mungkin beberapa orang kehilangan nafsu makan pada masa-masa depresi, mereka juga kerap melewatkan makan atau memilih makan makanan dengan gula tinggi sebagai cara cepat untuk mengisi energi.

Padahal, apapun keadaannya, konsumsi makanan sehat tetap dibutuhkan. Walau tidak ada penelitian yang menyatakan bahwa depresi dapat disembuhkan dengan makanan tertentu, mengubah gaya hidup dengan memenuhi nutrisi keseluruhan yang baik sangat penting untuk kesehatan mental Anda.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi seperti vitamin esensial dan mineral adalah kunci untuk menjaga otak Anda agar tetap berfungsi dengan baik. Salah satunya, konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks akan membantu otak menghasilkan serotonin yang dapat memicu perasaan senang.

2. Membuat to-do list

Ketika Anda sedang merasa tertekan atau sedih, otak jadi sulit mengingat sesuatu terutama pada hal-hal kecil. Membuat daftar berisi hal-hal yang harus dikerjakan mungkin akan membantu. Berilah tanda ketika Anda selesai melakukan satu tugas. Dengan ini, Anda dapat melihat kembali semua hal yang sudah dilakukan dalam sehari dan merasa lebih produktif.

Anda juga mungkin mudah kewalahan saat mengalami depresi. Sebaiknya, kerjakan tugas-tugas yang ada pada to-do list satu persatu secara perlahan.

Tidak hanya untuk yang depresi, perubahan kecil pada gaya hidup satu ini juga bisa dilakukan siapa saja.

3. Tertawa

Sekilas memang terkesan sepele. Tapi, tertawa ternyata dapat memberikan berbagai manfaat untuk Anda. Tak hanya membuat suasana hati jadi membaik, tertawa dapat membantu meningkatkan sistem imun, mengurangi hormon yang membuat stress, mengurangi rasa nyeri, melemaskan otot, bahkan juga berkhasiat untuk kesehatan jantung Anda.

Ketika gejala depresi mulai muncul, carilah hal-hal yang dapat membuat Anda tertawa. Mungkin Anda bisa membaca komik, menonton acara komedi, atau melihat meme yang banyak tersebar di media sosial.

4. Bergerak lebih aktif

Tak perlu sampai harus pergi ke gym atau melakukan olahraga berat, cukup dengan kegiatan yang sederhana seperti mengajak hewan peliharaan Anda jalan-jalan atau mengerjakan pekerjaan rumah. Tujuannya, pergerakan tubuh yang Anda lakukan akan memperlancar aliran darah serta meningkatkan kadar dopamin yang dapat memperbaiki suasana hati Anda.

5. Meditasi

Meditasi sudah dilakukan oleh manusia selama beribu-ribu tahun sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri. Menyertakannya ke dalam gaya hidup Anda dapat membantu menghilangkan kecemasan yang terkadang menyertai depresi.

Jika depresi mulai mengganggu jam tidur Anda, melakukan teknik pernafasan akan membantu menenangkan pikiran sehingga tidur jadi lebih mudah.

Banyak cara untuk bermeditasi, Anda bisa melakukannya dengan bantuan instruktur maupun mencobanya sendiri dengan panduan dari video di internet.

6. Habiskan waktu dengan orang-orang terdekat

Mungkin Anda kerap merasa sepi dan sendirian saat depresi menyerang. Namun, jangan biarkan diri Anda untuk menyendiri dalam waktu yang lama. Lakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia bersama orang-orang terdekat yang akan selalu mendukung dan membantu Anda melewati masa-masa sulit. Habiskan waktu dengan orang-orang positif yang dapat membuat suasana hati Anda jadi lebih tenang.

Hidup dengan depresi memang terasa berat, wajar jika Anda sering merasa lelah dan ingin menyerah. Namun, tetap berusaha dan melakukan perubahan kecil pada gaya hidup Anda mungkin akan membantu melupakan depresi. Ingat untuk tetap rutin melakukan konsultasi atau terapi dengan dokter serta beristirahat yang cukup.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 09/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri
Hidup Sehat, Psikologi 15/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 10/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit