PTSD  atau post traumatic stress disorder adalah gangguan kesehatan mental yang terjadi setelah seseorang mengalami trauma yang berat. Trauma ini biasanya disebabkan oleh kejadian yang mengancam keselamatan dirinya seperti bencana alam, kejadian yang menakutkan, bahkan suatu memori yang tak lagi Anda ingin ingat.

Suatu studi menginformasikan bahwa sekitar 40 persen korban tsunami di Aceh terdekteksi mengidap PTSD. Dengan kata lain, banyak kasus PTSD yang mungkin tak kita sadari sebenarnya telah terjadi di sekitar kita.

Fakta yang perlu Anda tahu tentang seputar PTSD

Apakah setiap orang yang pernah mengalami peristiwa yang traumatis akan mengalami PTSD?

Tidak semua yang mengalami trauma akan mengalami PTSD. Sering kali gejala yang timbul justru mengalami perubahan, seiring berjalannya waktu. Pada beberapa kasus kecelakaan dan bencana alam, setelah lebih dari 12 bulan, persentase pasien yang telah didiagnosis mengidap PTSD justru mengalami penurunan dan perubahan status menjadi trauma biasa.

Kenapa trauma yang dialami pasien tidak sembuh seiring berjalannya waktu?

Sejatinya, sebuah memori tak akan pernah benar-benar terlupakan. Sesekali suatu hal akan dengan mudahnya memicu memori lama untuk kembali terngiang, meskipun Anda sudah tak lagi mengingatnya untuk waktu yang sangat lama. Hal ini pun berlaku untuk memori yang ternyata merupakan sebuah trauma masa lalu.

Apakah PTSD masih bisa diatasi kalau traumanya terjadi sudah lama sekali?

Terdapat banyak hal yang menyebabkan seseorang menunda penanganan traumanya, namun lama waktu yang berlalu bukanlah menjadi penghalang dalam mengatasi trauma tersebut. Pada beberapa kasus bahkan lebih mudah menangani kasus yang telah lama berlalu dibandingkan kasus yang baru terjadi kurang dari satu tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan, masih terlalu melekatnya peristiwa penyebab trauma tersebut dalam benak pasien.

Kenapa pasien tak mampu menangani traumanya sendiri?

Mendapatkan bantuan dari orang lain tak lantas mengartikan bahwa Anda gagal menanganinya sendiri. Pada beberapa kasus, mendapatkan bantuan dari orang lain justru membutuhkan ekstra usaha. Adanya budaya seperti pria tak seharusnya mengekspresikan perasaannya, akan menyulitkan penanganan trauma dengan bantuan orang lain.

Bisakah mengatasi trauma dengan cara melupakan peristiwa yang jadi penyebab trauma?

Berdasar pada bukti peristiwa, memang melupakan adalah salah satu dari jenis terapi PTSD, namun bukan satu-satunya. Terapi PTSD masih dapat dilakukan dengan memahami apa yang dirasakan tubuh. Pada sebuah kasus, seorang pasien hanya mampu mengingat saat dia dikurung dalam suatu ruangan gelap dalam waktu yang lama, tanpa dapat mengingat kelanjutan dari kisah tersebut. Namun ternyata tubuhnya masih dapat merasakan teror yang ia alami pada waktu itu. Dengan mengkombinasikan 2 hal ini, terapi pun dapat dijalankan.

Apakah penderita PTSD berbahaya?

Kenyataannya, menjadi agresif bukan salah satu dari gejala PTSD. Beberapa gejala PTSD adalah seperti bermimpi buruk, kesulitan berkonsentrasi, sebisa mungkin mencegah hal-hal yang berkaitan dengan traumanya, mengalami sensasi peristiwa tersebut terjadi lagi (flashback), merasa bersalah, sulit terlelap, dan sebagainya. Beberapa studi justru mengungkapkan bahwa hanya kurang dari 8 persen pasien PTSD yang diindikasi berlaku anarkis.

PTSD bisa diatasi

Gangguan mental seperti PTSD mungkin memang tak dapat disembuhkan secara total, namun tak berarti PTSD tak dapat ditangani. Beberapa penelitian juga telah berhasil menemukan bagaimana penanganan bagi pasien PTSD.

Tujuan dari penanganan ini adalah untuk mengurangi gejala emosi dan gejala fisik yang timbul, serta membantu pasien mengatasi setiap kali pemicu trauma tersebut muncul, seperti melalui pemberian obat antidepresi dan sesekali obat tekanan darah pada gejala tertentu. Penanganan juga bisa dilakukan dengan psikoterapi.

Membutuhkan waktu dalam menangani PTSD karena prosesnya yang berkelanjutan. Namun penelitian masih terus dilakukan untuk menemukan penanganan yang semakin baru dan semakin baik lagi. Meskipun penanganannya juga telah mampu mengurangi beberapa gejala, penanganan lebih cepat akan mencegah semakin banyaknya gejala yang muncul.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca