Cek di Sini untuk Tahu Apakah Anda Seorang Shopaholic

Oleh

Anda suka berbelanja? Jika Anda wanita, mungkin tidak heran jika Anda suka berbelanja. Namun, seberapa sering Anda berbelanja? Dan apakah kegiatan berbelanja Anda mengganggu aktivitas Anda yang lain? Tahukah Anda bahwa seseorang dapat mengalami kecanduan belanja? Sementara sebagian besar orang berbelanja untuk tujuan rekreasional, seorang pecandu belanja alias shopaholic bisa disebut memiliki gangguan jiwa dan memberi dampak yang cukup signifikan. Apa saja gejalanya? Dan bagaimana cara menghadapinya?

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Pernikahan

Kenapa seorang shopaholic dikatakan memiliki gangguan psikologis?

Kecanduan berbelanja yang juga memiliki nama lain compulsive buying disorder atau monomania, adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami dorongan atau keinginan untuk berbelanja terus menerus yang tidak dapat ditahan. Para penderita monomania (sering juga disebut para shopaholic) biasanya tidak dapat berhenti memikirkan untuk pergi ke toko dan membelanjakan uangnya. Perilaku ini biasanya menyebabkan gangguan pada fungsi sosial, keuangan, dan bahkan pernikahan.

Para shopaholic mendapatkan kesenangan setelah melakukan pembelian suatu barang. Kepuasan yang dialami penderita saat melakukan transaksi menyerupai kepuasaan yang dialami seorang pecandu obat-obatan. Saat otaknya menangkap bahwa berbelanja berhubungan dengan kepuasaan tersendiri, maka sang shopaholic akan berusaha untuk menciptakan kepuasan tersebut lagi dan lagi. Akan tetapi, kepuasaan ini biasanya tidak berlangsung lama, begitu barang tersebut menjadi miliknya, kesenangan tersebut memudar dan digantikan oleh kekosongan, bahkan depresi. Penderita dapat menjadi marah setelah melakukan pembelanjaan yang tidak ia perlukan.

Pada beberapa kasus, kondisi kecanduan belanja berhubungan erat dengan perilaku menimbun barang. Para penderita biasnya melakukan transaksi untuk barang yang sama yang telah ia miliki berkali-kali, dan menaruhnya begitu saja di rumah tanpa pernah menggunakannya.

BACA JUGA: Mengetahui Ciri-ciri Pengidap Gangguan Narsisistik

Apa penyebab seseorang jadi kecanduan belanja?

Kira-kira 1-6% populasi mengalami kecanduan belanja, dan 90% di antaranya adalah wanita. Beberapa penelitian mendapatkan bahwa umur rata-rata seseorang menderita kecanduan berbelanja adalah 30 tahun, sementara beberapa penelitian lain mengatakan bahwa kecanduan ini umumnya muncul pada usia 18 hingga 20. Belum jelas hal apa yang dapat menyebabkan kondisi ini, namun beberapa ahli percaya bahwa masalah utamanya terletak pada gangguan neurologis. Pendapat lain mengatakan bahwa kondisi ini berhubungan dengan riwayat kekerasan atau kurangnya kasih sayang pada masa anak-anak.

Apa saja gejala kecanduan belanja?

Seorang shopaholic biasanya dapat menyembunyikan kondisi mereka dengan baik, dan kadang hanya orang-orang terdekat saja yang mengetahui masalah mereka. Para penderita gangguan monomania ini biasanya akan menyembunyikan bukti transaksi mereka dan bertingkah seolah mereka memiliki cukup banyak uang untuk berbelanja. Mereka juga mungkin memiliki gejala seperti:

  • Terobsesi melakukan transaksi belanja setiap hari atau setiap minggu.
  • Berbelanja untuk mengatasi stress.
  • Menghabiskan limit kartu kredit mereka atau membuka kartu kredit baru tanpa membayar tagihan yang sebelumnya.
  • Mengalami kesenangan atau kepuasan hebat setelah melakukan transaksi pembelian.
  • Membeli barang yang tidak perlu atau tidak digunakan.
  • Mencuri atau berbohong agar dapat terus berbelanja.
  • Menyesal setelah berbelanja, namun tidak dapat berhenti berbelanja.
  • Tidak dapat membayar utang mereka atau mengatur keuangan sendiri.
  • Gagal dalam berbagai percobaan untuk menghentikan kecanduan belanja.

Bagaimana cara mengatasi kecanduan belanja?

Jika kerabat atau mungkin Anda sendiri mengalami kecanduan belanja, jangan ragu dan malu untuk mencari bantuan. Monomania merupakan suatu kondisi yang dapat disembuhkan. Kecanduan berbelanja mungkin akan sulit diobati karena berbelanja atau melakukan transaksi merupakan bagian dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang harus membeli makanan secara teratur, pakaian, produk pribadi, dan sebagainya. Mengobati kecanduan berbelanja tidak sesederhana menghentikan membelanjakan barang-barang tersebut.

Bergantung pada derajat keparahannya, aliran uang seorang shopaholic mungkin harus ‘diputus’ secara paksa. Seseorang yang dapat dipercaya harus mengambil alih keuangan mereka. Sebagian besar kasus dapat diterapi dengan cognitive behavior therapy (CBT) konseling individu. Seorang pecandu belanja harus dapat mengembangkan kontrol terhadap dorongan yang dialaminya, dan mengenali pemicu yang membuatnya merasa ingin belanja.

Secara garis besar, pengobatan terhadap kecanduan belanja membantu penderita untuk menghadapi masalah mereka dan mengembangkan cara berpikir serta cara hidup yang sehat. Mencari bantuan lewat support group yang berisikan orang-orang yang mengalami hal serupa juga dapat membantu shopaholic untuk mengatasi kecanduan mereka.

BACA JUGA: Apakah Tembakau Dapat Membuat Kecanduan?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca