Pusing Karena Orangtua Sering Memojokkan Anda Tanpa Sebab? Hadapi Dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/11/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semestinya, hubungan antara orangtua dan anak berjalan harmonis dan kompak. Namun, ada kalanya orangtua bersikap terlalu protektif, sering menyalahkan, hingga susah diajak kompromi. Hal ini sebetulnya wajar terjadi di dalam keluarga selama masih bisa dikomunikasikan dengan baik. Akan tetapi kalau sudah kelewatan, bagaimana cara menghadapi orangtua sendiri tanpa harus tarik urat? Intip rahasianya berikut ini.

Menghadapi orangtua yang menyebalkan tanpa harus cekcok

Selain dengan pasangan, hubungan yang tidak bahagia (toxic relationship) juga bisa terjadi dalam lingkup orangtua dengan anak. Dalam kondisi ini, orangtua biasanya terkesan kurang mendukung kemauan dan kemampuan anak, sering menyalahkan, sulit diajak kompromi, hingga tidak mau meminta maaf sekalipun ke anaknya sendiri. Akibatnya, hubungan Anda dan orangtua malah jadi renggang dan tidak akur.

Menghadapi orangtua yang seperti ini memang gampang-gampang susah. Namun jika tidak segera dibicarakan, segala perlakuan dan perkataan buruk dari orangtua bisa menjelma menjadi kekerasan emosional yang terus membekas di hati Anda. Bahkan, hal ini bisa menurun ke anak-anaknya dan terbawa hingga ia dewasa, termasuk juga Anda.

Tenang, berikut ini berbagai cara yang bisa Anda terapkan untuk menjalin dan menghadapi orangtua yang punya sifat toksik:

1. Bicarakan baik-baik

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

Memang tidak mudah untuk kembali menjalin hubungan baik dengan orangtua yang sering menyalahkan Anda. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mengajaknya duduk bersama dan saling bicara dari hati ke hati.

Justru Anda jangan sampai menjauhi orangtua, meskipun rasanya tentu akan sulit. Tanyakan pelan-pelan alasan orangtua berperilaku buruk terhadap Anda, lalu posisikan diri Anda sebagai orangtua Anda sendiri.

Bisa jadi, orangtua Anda mungkin sedang stres atau merasakan kekecewaan yang mendalam sehingga akhirnya menjadikan Anda sebagai pelampiasan. Atau, pikiran orangtua Anda sedang kusut sehingga sulit membedakan mana perilaku yang benar dan mana yang salah.

2. Bersikap tegas

cara mendidik anak

Anda bisa memutuskan hubungan Anda dengan pasangan yang punya sifat toksik dan berdampak buruk terhadap diri Anda. Namun, Anda tentu tidak bisa memutus hubungan darah dengan orangtua, bukan?

Ingat, tidak ada orangtua yang sempurna di dunia ini. Begitu pula dengan orangtua Anda. Anda tentu tidak dapat menggantikan posisi orangtua Anda. Begitu juga dengan orangtua Anda terhadap Anda.

Maka itu, salah satu cara terbaik untuk menghadapi orangtua yang seperti ini adalah dengan memaafkannya. Buang jauh-jauh pikiran negatif tentang orangtua Anda, sekalipun mereka masih saja menyakiti perasaan Anda.

Meski sudah memaafkan orangtua, namun tidak ada salahnya untuk bersikap tegas dengan orangtua sendiri. Misalnya, orangtua Anda menyalahkan Anda hanya karena kesalahan sepele. Nah, jangan takut untuk membela diri supaya tidak terus-terusan disalahkan.

Akan tetapi ingat, bersikap tegas bukan berarti Anda harus menggunakan nada tinggi hingga terkesan membentak orangtua, ya. Lembutkan suara Anda, lalu tekankan bahwa Anda sudah cukup dewasa untuk terus-terusan disalahkan seperti anak kecil.

3. Buat kesepakatan bersama

menghadapi mertua

Wajar saja jika Anda membutuhkan persetujuan orangtua demi mewujudkan keinginan Anda. Misalnya saja, Anda sangat ingin bekerja di bank dan ingin meminta restu orangtua supaya lolos seleksi.

Bukannya mendukung keputusan Anda, orangtua justru menolaknya mentah-mentah dan menginginkan Anda mendapatkan jabatan yang lebih tinggi. Ketika Anda gagal lolos tes, orangtua langsung menyalahkan Anda. “Kamu, sih, nggak nurut. Mama kan sudah bilang.”

Eits, jangan dulu tarik urat dan saling debat saat menghadapi orangtua Anda. Berikan pemahaman kepada orangtua Anda bahwa Anda sudah dewasa dan berhak memilih jalan hidup Anda sendiri. Sampaikan pelan-pelan bahwa Anda membutuhkan masukan terbaik dari orangtua, bukan aturan saklek yang tak terbantahkan.

Saat Anda menghadapi orangtua dengan cara ini, orangtua Anda mungkin akan menolak batasan-batasan yang Anda minta. Namun tak perlu berkecil hati. Memberikan batasan dalam hubungan keluarga itu wajar, kok. Justru hal ini diperlukan untuk membentuk hubungan yang sehat dengan orangtua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit