Membiarkan Depresi Berlarut-Larut Berbahaya! Ikuti 6 Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/08/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Depresi adalah kondisi umum yang bisa menyerang siapa saja. Biasanya, ditandai dengan perasaan sedih mendalam dan rasa cemas yang berkepanjangan. Meski sering digambarkan dalam kondisi yang cukup parah, sebenarnya ada beberapa cara mengatasi depresi yang bisa rutin Anda lakukan. Apa saja, ya?

Beragam cara mengatasi depresi

1. Atur jadwal harian

Salah satu cara mengatasi depresi adalah dengan tidak membiarkan diri berlarut-larut dalam kesedihan. Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Ian Cook, MD, seorang psikiater dari University of California.

Menurutnya, membuat jadwal harian dan menerapkannya dengan rutin setiap hari, lama-lama membantu penderita depresi untuk disibukkan dengan berbagai kegiatan positif.

2. Istirahat yang cukup

mengingat mimpi

Depresi sering membuat Anda kesulitan tidur, sehingga jam tidur jadi berantakan. Padahal tanpa sadar, kurang tidur justru bisa memperburuk gejala depresi Anda.

Maka itu, usahakan untuk selalu tidur lebih awal dan pastikan jam tidur harian Anda selalu optimal. Jika perlu, Anda bisa melakukan ritual yang bisa bantu agar tidur lebih nyenyak, misalnya meditasi atau berendam air hangat sebelum tidur.

3. Olahraga teratur

olahraga hiit

Tidak hanya membuat tubuh sehat, olahraga juga berperan sebagai cara mengatasi depresi. Ini karena pengaruh hormon endorfin serta dopamin yang melonjak naik saat Anda berolahraga. Kedua hormon tersebut mampu meredakan rasa sakit sekaligus membuat mood jauh lebih baik.

Jika Anda melakukan olahraga rutin, maka produksi hormon tersebut akan dua kali lipat lebih banyak. Sinyal bahagia ini akan diterima oleh otak dan digunakan untuk meredakan depresi.

4. Rutin minum obat

obat diare

Obat-obatan seperti citalopram (Celexa), escitalopram (Lexapro), fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft) dan vilazodone (Viibryd) adalah beberapa obat golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang dapat diminum untuk mengelola gejala depresi. Dokter akan memilihkan jenis obat sesuai dengan kondisi dan keparahan depresi yang Anda alami.

Memang, obat diperlukan untuk mengatasi depresi, tapi cara mana yang lebih efektif jika dibandingkan dengan penerapan pola hidup sehat? Anda bisa menemukan jawabannya di artikel ini.

5. Psikoterapi

konseling psikologi

Psikoterapi atau terapi psikologis biasanya dipilih dalam kondisi depresi. Seorang terapis akan mengajak Anda bicara mengenai depresi Anda, serta membantu untuk melewati situasi sulit yang sedang Anda alami.

Bingung kapan harus ke psikiater ataukah psikolog? Yuk, simak ulasannya di sini.

6. Mengatur pola makan

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari bila tidak ingin depresi semakin memburuk. Mulai dari alkohol, kafein, serta makanan olahan.

Sebagai gantinya, makan makanan yang lebih dianjurkan seperti sayur berdaun hijau gelap, jamur, alpukat, apel, dan tomat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Hidup dengan depresi memang tidak mudah, namun berikut adalah perubahan kecil untuk gaya hidup Anda yang bisa bantu mengurangi gejalanya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 15/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 09/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri
Hidup Sehat, Psikologi 15/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit