Jadi Stres karena Melihat “Keindahan” Media Sosial? Yuk, Bijak Menggunakannya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sering kali, bermain media sosial justru menimbulkan emosi atau pikiran negatif dalam diri, seperti khawatir tidak mendapat cukup likes dan iri melihat pencapaian orang lain. Hal ini bisa membuat rasa insecure bertumbuh lebih besar. Bijak menggunakan media sosial adalah kunci agar Anda tahan banting melihat segala “keindahan” yang muncul dari feed Instagram. Bagaimana caranya?

Menjadi pribadi yang tahan banting

Ketika dihadapi masalah, kesulitan, atau pengalaman buruk, manusia cenderung diselimuti oleh emosi negatif. Terkadang, emosi negatif ini sulit dikelola sampai membuat Anda akhirnya terjerumus dalam ketidakpercayaan diri, bahkan stres dan depresi.

Nah, salah satu kualitas diri yang perlu Anda kembangkan adalah sikap tahan banting, atau yang dikenal dengan istilah resiliensi dalam dunia psikologi.

Dikutip dari Psychology Today, resiliensi adalah kualitas diri yang membuat seseorang dapat mengatasi masalah dan tidak membiarkan masalah tersebut mengusik emosinya.

Saat kegagalan atau kesulitan mengancam, orang yang tahan banting bisa mengatasi dan mengendalikan emosi negatif yang muncul, sehingga ia dapat bangkit dari keterpurukan.

Beberapa aspek yang berkaitan erat dengan sifat tahan banting adalah berpikir positif, optimis, mampu mengatur emosi dengan baik, serta melihat kegagalan sebagai pembelajaran agar dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Memang, menumbuhkan sikap tahan banting butuh waktu yang tidak singkat. Masing-masing pribadi memiliki kondisi mental dan kerentanan terhadap masalah yang berbeda-beda. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat mempelajarinya.

Meski ada yang menganggap media sosial bisa membuat seseorang menjadi tidak percaya, nyatanya sosial media juga jadi salah satu tempat untuk melatih sikap tahan banting ini.

Perasaan cemas akan pendapat orang lain soal diri Anda yang mungkin kerap muncul di sosial media dapat menjadi sarana melatih diri. Emosi negatif akan tuntutan dan tekanan sosial yang ada bisa mengasah kemampuan Anda untuk memiliki sikap tahan banting.

Bijak menggunakan media sosial, salah satu kuncinya

Media sosial bisa menjadi pisau bermata dua. Satu sisi bisa menambah rasa insecure atau justru sebaliknya, tahan banting. Kuncinya adalah dengan bijak menggunakan sosial media.

Ketika Anda memikirkan apa saja yang memicu emosi negatif di media sosial, beberapa hal pasti sudah terlintas di kepala Anda. Mulai dari melihat pertengkaran di kolom komentar sebuah post yang viral, seorang teman berbagi prestasi atau pencapaiannya, hingga was-was apabila mengunggah konten yang dirasa kurang menarik.

Menghadapi berbagai postingan yang tak bisa dibendung kita perlu bijak menyikapinya saat menggunakan media sosial. Dengan bersikap bijak, emosi dan perasaan negatif yang muncul justru bisa dijadikan pembelajaran yang membuat diri menjadi lebih baik lagi.

Berikut adalah beberapa tips menggunakan media sosial dengan bijak.

1. Melihat sisi positif dari hal negatif

Kedengarannya mungkin sulit, tapi ini adalah salah satu cara bijak menggunakan media sosial yang patut dicoba. Metode ini disebut dengan cognitive reappraisal, atau penilaian kognitif.

Kemampuan Anda mengelola emosi berpengaruh besar ketika dihadapkan dengan hal negatif juga terhadap sikap tahan banting yang ingin Anda miliki.

Dengan penilaian ini, Anda dapat belajar mengatur emosi negatif Anda dan mengubahnya menjadi positif.

Katakanlah Anda iri melihat seorang teman yang terus membagikan kisah suksesnya di media sosial. Ketimbang terus-terusan iri, Anda mungkin bisa merefleksikan, “Apa yang membuat dia menjadi sukses seperti sekarang? Bagaimana sifatnya dalam meraih kesuksesan?”

Dengan bertanya demikian, Anda mungkin dapat terpacu untuk memperbaiki diri sendiri, agar Anda dapat mencapai target-target Anda. Emosi negatif berupa rasa iri yang Anda rasakan telah berubah menjadi emosi positif, yaitu semangat juang.

2. Melihat sudut pandang baru

Cara bijak lainnya untuk menjadi pribadi yang tahan banting dengan menggunakan media sosial adalah ubah perspektif Anda. Lebih khususnya, posisikan diri Anda sebagai “orang ketiga”.

Bagaimana caranya? Anda sedang terlibat perdebatan sengit dengan seseorang di media sosial. Bayangkan jika Anda adalah orang lain yang sedang membaca perdebatan tersebut di kolom komentar. Anda pasti akan memiliki sudut pandang yang jauh berbeda dan cenderung lebih tenang, juga objektif.

Dengan posisi sebagai orang luar ini, Anda akan merasakan bahwa mungkin saja masalah di media sosial yang Anda alami tidak terlalu berdampak buruk.

3. Time travel

Time travel di sini bukan berarti Anda pergi dengan mesin waktu seperti di film-film. Namun, artinya kurang lebih adalah memosisikan diri Anda di lini waktu yang berbeda. Cara ini cukup bijak dalam membantu meredakan emosi negatif Anda saat menggunakan media sosial.

Contohnya, saat Anda merasa kesal membaca sesuatu di media sosial, coba bayangkan jika Anda harus mengingat kembali situasi tersebut di masa depan. Apakah Anda akan masih merasa kesal?

Dengan cara ini, Anda akan menyadari jika masalah dan ketidaknyamanan yang terjadi hanya bersifat sementara, sehingga Anda tidak merasa terlalu cemas atau tertekan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit