5 Cara Berhenti Memuntahkan Makanan Pada Orang Dengan Bulimia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Memuntahkan makanan setelah makan adalah salah bentuk kebiasaan purging pada orang yang memiliki masalah gangguan makan, yakni bulimia. Purging ini juga bisa dianggap sebagai cara pembersihan diri. Selain memuntahkan makanan, orang dengan perilaku bulimia juga ini menggunakan obat pencahar atau diuretik serta melakukan puasa dan olahraga berlebih untuk membersihkan makanan yang sudah dimakan dari dalam tubuhnya.

Mengapa orang bulimia memuntahkan makanan yang sudah dimakan?

Beberapa orang bulimia terkadang hanya menggunakan satu cara untuk “membersihkan dirinya”, tak menutup kemungkinan juga kalau mereka menambahkan dan menggabungkan cara lain untuk mengeluarkan makanan yang telah mereka makan. Sedangkan tujuan akhir yang ingin dicapai dari purging ini untuk “membersihkan” tubuh dari kalori yang dikonsumsi dan mencegah penambahan berat badan.

Lalu bagaimana cara berhenti memuntahkan makanan?  

1. Cari teman yang tepat

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk berhenti dari perilaku memuntahkan makanan adalah dengan mencari teman. Bersama teman, mintalah ia untuk mendukung dan membantu Anda berhenti dari kebiasaan yang buruk ini. Seorang teman atau sahabat yang mengerti Anda bisa menemani Anda di momen-momen penting ketika Anda dalam masa pemulihan.

Bila dirasa sulit menemukan teman atau sahabat untuk mendukung diri Anda, hubungi komunitas khusus (support group) bagi orang dengan gangguan makan. Dokter atau terapis Anda mungkin bisa mencoba memberi tahu komunitas mana yang tepat dan sesuai untuk kebutuhan perubahan Anda. Terlepas dari dengan siapa Anda ingin berubah, pastikan Anda tidak melakukannya sendiri. Isolasi bulimia dapat meningkatkan perasaan kesepian, cemas dan depresi.

2. Coba atur jadwal makan

Jadwal makan yang kacau bisa menyebabkan Anda langsung ingin memuntahkan makanan sesudahnya. Cobalah untuk makan teratur dengan cara membuat jadwal tiga atau empat kali makan. Atau makan lima kali sehari, tapi porsinya sedikit-sedikit. Makan dengan teratur juga bisa membantu menyeimbangkan gizi tubuh dan memberikan asupan untuk dijadikan energi secara konsisten.

3. Buat daftar makanan

Daftar makanan ini bisa mencakup makanan mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak. Bila makanan yang tidak aman Anda makan, keinginan untuk muntah setelah makan mungkin timbul karena takut bertambah berat badan.

Nah, maka untuk bisa berjalan pada perubahan kebiasaan dari gangguan makan ini, Anda bisa tetap berpegang pada makanan yang boleh dimakan sembari menerapkan pola makan yang teratur dan gizi yang seimbang. Setelah Anda mulai terbiasa menerapkan pola makan teratur bersamaan dengan makanan yang boleh dimakan, Anda pun perlahan bisa menambahkan makanan lainnya untuk memulihkan gangguan makan ini.

4. Coba latihan untuk menahan muntah

Selain memperbaiki asupan dan pola makan, Anda juga harus bisa menahan diri untuk tidak memuntahkan makanan. Rasanya memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan jika Anda melakukannya dengan berlatih.

Pertama Anda berlatih, cobalah untuk menunda keinginan muntah selama tiga menit saja. Lakukan penundaan ini secara bertahap. Setelah sukses menahan muntah selama tiga menit (meskipun setelah itu tetap muntah), Anda bisa meningkatkan lagi waktunya sebanyak 5 sampai 10 menit tiap kali keinginan untuk muntah muncul.

Terus tambah waktunya sampai Anda benar-benar bisa menahan muntah. Hal ini memerlukan banyak waktu, kesabaran dan keinginan sembuh yang kuat.

5. Catat proses selama Anda ingin berubah

Catatan semacam jurnal atau diary tentang perubahan Anda dalam menghadapi gangguan makan ini, terbilang cukup penting. Hal ini juga berperan sebagai wadah untuk Anda menuangkan keluh kesah, pikiran, kegelisahan, tujuan, dan keberhasilan yang Anda capai selama dalam masa perbaikan ini. Catatan dari jurnal-jurnal ini juga memberi Anda tempat untuk memulihkan pikiran Anda, sembari bisa memotivasi diri Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 16, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 12, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca