5 Langkah Sederhana untuk Mulai Belajar Mencintai Diri Sendiri, Kunci Kebahagiaan yang Hakiki

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/01/2018
Bagikan sekarang

Kadang memang lebih mudah untuk bisa mencintai orang lain daripada mencintai diri sendiri. Banyak hal yang bisa membuat Anda merasa tidak suka dengan kondisi Anda saat ini. Misalnya perut yang membuncit, dagu berlipat, hingga hal-hal lainnya yang membuat target hidup Anda gagal tercapai.

Padahal, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri sama pentingnya dengan menjalin silaturahmi dengan orang lain. Bahkan mungkin jauh lebih penting lagi. Jadi, yuk, mulai belajar mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain!

Kenapa kita harus mencintai diri sendiri?

Mencintai diri sendiri di sini bukan dalam artian mengembangkan kepribadian narsisistik yang menyimpang. Mencintai diri sendiri apa adanya berarti Anda dapat menerima segala kelebihan tanpa merasa tinggi hati, namun di sisi lain juga berlapang dada untuk merangkul semua kekurangan diri sendiri— tanpa ditutupi. Sederhananya, mencintai diri sendiri haruslah sepenuh hati dan tanpa syarat.

Mencintai diri sendiri setulus hati membebaskan Anda dari beban sosial. Dengan mencintai diri sendiri, Anda belajar untuk memahami diri sendiri dan terus bersyukur dengan apa yang sudah Anda miliki. Anda tidak dituntut untuk fokus pada masalah orang lain. Anda juga tidak akan disibukkan untuk membandingkan diri dengan kehidupan orang lain, sehingga Anda akan punya lebih banyak waktu untuk mengurus diri sendiri menjadi lebih baik lagi.

Pada akhirnya ketika Anda sudah merasa nyaman dengan diri sendiri, orang-orang di sekitar Anda pun ikut merasakan hal yang sama. Mereka akan nyaman berada di dekat Anda, karena Anda memancarkan energi positif dari dalam diri.

Menurut Stephanie Kang, seorang psikolog dari PsychCentral, menjalin hubungan dengan diri sendiri adalah hal yang paling penting di muka bumi ini. Sederhananya, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri akan membantu Anda untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, sekaligus menjadi langkah awal kesuksesan dalam hidup.

Lima langkah sederhana untuk mulai belajar mencintai diri sendiri

Tidak usah muluk-muluk untuk belajar mencintai diri sendiri apa adanya. Namun memang, untuk memulainya Anda harus lebih dulu mengenal siapa Anda sebenarnya secara mendalam — seperti apa sikap, karakteristik, kebutuhan, keinginan, hingga apa yang Anda suka dan tidak suka.

Sudah siap untuk mulai mencintai diri sendiri? Yuk, ikuti lima langkah mudah ini.

1. Penuhi kebutuhan diri sendiri dengan baik

Menurut Julie Hanks, LCSW, terapis dari PsychCentral, langkah pertama untuk Anda mulai bersahabat dengan diri sendiri adalah dengan memerhatikan kebutuhan fisik, rohani, psikis, dan mental Anda. Misalnya dengan mengetahui Anda harus mendapatkan cukup tidur 7-8 jam setiap malam, makan tiga kali sehari, olahraga, hingga meluangkan waktu untuk meredakan stres dan beribadah, misalnya.

Namun jangan cuma diperhatikan. Semua kebutuhan ini harus dipenuhi dengan cara-cara yang sehat. Misalnya, dengan memastikan menu makanan Anda sehat, mulai berkomitmen untuk olahraga kecil-kecilan, hingga menjadwalkan waktu tidur dan tidak membiasakan begadang.

Hanks juga menyarankan Anda untuk memprioritaskan aktivitas yang membuat Anda senang dan bahagia. Tidak perlu yang muluk-muluk. Kesenangan dan kebahagiaan bisa didapat dari hal kecil. Contohnya, jalan-jalan di taman, makan makanan yang Anda suka sesekali, berendam di air hangat sambil menyalakan lilin aromaterapi, atau menonton film series kesukaan Anda di kala senggang. Meskipun terkesan remeh, hal-hal ini dapat membawa kebahagiaan dan kepuasan pada diri Anda secara tidak langsung.

2. Ngobrol dengan diri sendiri

Bicara sendiri adalah cara sederhana untuk belajar mencintai diri sendiri. Dengan ngobrol dalam hati atau bicara sendiri di kamar tidur, kamar mandi, atau di depan cermin Anda akan mulai menjalin persahabatan dengan diri sendiri.

Ketika ngobrol sendiri, Anda akan menempatkan diri sebagai orang lain yang berbicara dengan diri Anda. Isi obrolan ini akan membuat Anda lebih bisa menilai diri sendiri secara objektif, sehingga menjadi masukan yang membantu. Berbicara dengan diri sendiri pada akhirnya bisa membantu Anda lebih fokus dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Menurut Hanks, sebagai contoh, tidak ada salahnya bertanya-tanya mengapa Anda merasa tidak nyaman ketika seseorang ini terus menghubungi Anda terus.  “Mengapa saya merasakan tidak nyaman? Apa yang membuat saya tidak nyaman kalau dihubungi dia terus-menerus?” Nah, berbicara dengan diri sendiri bisa membantu Anda menemukan jawabannya, sehingga Anda bisa memutuskan akan melakukan apa untuk membuat Anda merasa nyaman. 

Satu lagi manfaat ngobrol dengan cerminan diri sendiri adalah untuk menyalurkan emosi yang terpendam. Ketika Anda sedang kesal atau marah, misalnya ketika terjebak di kemacetan jalan raya, lalu Anda berbicara atau teriak-teriak sendiri. Tidak Anda sadari, lama-lama Anda akan tenang sendiri.

mengatasi fobia

3. Berlatihlah menerima diri sendiri

Menjalin hubungan baik dengan diri sendiri bisa dimulai dengan menerima diri sendiri apa adanya, termasuk kekurangan dan kelebihan yang Anda miliki. Rasa percaya diri akan muncul ketika Anda memiliki pandangan yang baik terhadap kepribadian Anda.

Ingatkan diri Anda bahwa kecantikan yang sebenarnya tidak terlihat dari penampilan luar saja. Ketika Anda merasa nyaman tentang diri Anda dan siapa diri Anda sebenarnya, Anda akan membawa diri dengan penuh percaya diri dan membuat Anda berpikir bahwa cantik tidak berkaitan dengan tubuh yang seperti supermodel, namun berkaitan dengan hati dan pikiran.

Bila tidak bisa melakukannya sendiri, Stephanie Kang menyarankan Anda untuk coba curhat dan berbagi dengan sahabat, keluarga atau bahkan psikolog yang bisa membantu masalah ketidakpercayaan diri Anda.

4. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif

Salah satu cara menjalin hubungan dengan diri sendiri yang baik dan sehat adalah mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang menyayangi Anda. Berkumpul dengan orang-orang yang positif, bekarakter penyanyang dan penuh cinta, bisa menjadi sebuah keuntungan sendiri buat Anda. Anda bisa terbawa suasana dan kebiasaan yang positif terhadap diri Anda. Hal ini bisa membuat diri Anda jadi lebih baik.

5. Kurangi mengonsumsi berita negatif

Rasa ingin tahu yang mendalam kadang menjerumuskan Anda pada sumber negatif, salah satunya yang populer sekarang ini bisa didapatkan lewat media. Menurut Kang, mengasup berita-berita kebencian, kejahatan atau kekerasan bisa membuat Anda terbebani, merasa takut dan akhirnya membuat diri sendiri tidak sehat pemikirannya.

Maka dari itu, coba batasi membaca berita-berita negatif yang bisa membuat diri Anda berpikiran negatif terus menerus. Buat jadwal membuka twitter, facebook, instagram Anda sesedikit mungkin, perbanyak berinteraksi dengan orang-orang positif. Lalu, temukan betapa berharganya diri Anda di dunia ini.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

How to build a healthy relationship with you self https://psychcentral.com/lib/how-to-build-a-healthy-relationship-with-yourself-every-day/ Diakses pada 11 Januari 2018.

6 ways you can have a healthy relationship

https://psychcentral.com/blog/6-ways-you-can-have-a-healthy-relationship-with-yourself/  Diakses pada 11 Januari 2018.

 

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020