Cemas VS Gangguan Kecemasan: Kenali Perbedaannya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang pasti pernah merasa cemas dalam hidupnya. Mengapa? Secara normal, cemas adalah respon tubuh terhadap ancaman dari lingkungan luar. Saat kita merasa terancam oleh kondisi bahaya, otak mengirimkan perintah kepada tubuh untuk mengeluarkan sebuah senyawa bernama adrenalin. Adrenalin menimbulkan perasaan waspada dan memberikan kekuatan bagi tubuh untuk melakukan respon fight (serang) or flight (lari)Tapi, gangguan kecemasan tidak bisa dianggap sebagai cemas biasa, karena ini merupakan sebuah bentuk gangguan mental.

Apa itu gangguan kecemasan?

Gangguan kecemasan atau generalized anxiety disorder adalah cemas yang berlebihan dan terjadi secara terus menerus, disertai gejala yang menganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Kecemasan yang dialami tidak sebanding dengan tekanan yang sesungguhnya dialami dalam kehidupan.

Apa saja gejala dan ciri jika Anda mengidap gangguan kecemasan?

Berdasarkan Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III, seseorang disebut menderita gangguan kecemasan dapat ditegakkan jika:

  • Penderita menunjukkan kecemasan yang berlangsung selama hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, dan tidak hanya terjadi pada situasi khusus tertentu
  • Gejala mencakup hal-hal seperti:
    • Kecemasan (khawatir akan bernasib sial, sulit konsentrasi)
    • Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, tidak dapat santai, gemetaran)
    • Sistem saraf tak sadar terlalu aktif (berkeringat, jantung berdebar-debar, nyeri lambung, nyeri kepala, mulut kering)
  • Jika terjadi pada anak, penderita akan cenderung rewel secara berlebihan.

Bagaimana cara mencegah terjadinya gangguan kecemasan?

1. Bersosialisasi dengan lingkungan sekitar

Kesendirian dan isolasi merupakan kondisi rentan yang memicu terjadinya kecemasan. Cegahlah kerentanan ini dengan cara berinteraksi tatap muka dengan teman terdekat atau orang terpercaya bagi Anda. Sediakan waktu untuk bertemu secara teratur untuk berbagi keluh kesah dan kekhawatiran.

2. Melakukan teknik relaksasi

Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi pikiran, relaksasi otot, dan pernapasan dalam dapat menurunkan gejala kecemasan dan meningkatkan rasa relaks dan ketenangan emosi. Selain itu, jangan lupa lakukan ibadah kepada Tuhan untuk mendapatkan kedamaian jiwa.

3. Olahraga teratur

Olahraga merupakan pereda kecemasan alami. Lakukan olahraga aerobik 30 menit setiap harinya. Aktivitas ritmis yang melibatkan anggota gerak badan yaitu tangan dan kaki dapat menghasilkan efek yang optimal. Contoh dari olahraga tersebut ialah berlari, berenang, atau menari.

4. Tidur yang cukup

Kurang tidur dapat memperparah gejala cemas, maka sediakan waktu tujuh hingga sembilan jam tidur malam yang berkualitas.

5. Kurangi konsumsi alkohol, nikotin, dan kafein

Alkohol dan kafein dapat memperparah kecemasan. Sedangkan nikotin, yang kita jumpai dalam bentuk rokok, terkesan memberikan efek ketenangan. Padahal, nikotin merupakan stimulus kuat yang meningkatkan level kecemasan.

6. Latih otak untuk tetap tenang

Khawatir dan cemas merupakan kebiasaan mental yang dapat kita tangani jika kita dapat mengenali pola dan mempelajari cirinya. Strategi seperti berpikir positif dan belajar menerima keadaan dapat menurunkan kecemasan secara signifikan.

Setelah mengetahui arti, tanda, gejala dan pencegahan, yuk kenali tanda gangguan kecemasan sedini mungkin! Jangan ragu untuk menghubungi tenaga kesehatan profesional jika Anda, teman atau keluarga Anda menunjukkan gejala serupa.

“To be healthy as a whole, mental wellness plays a role.”

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
resep pasta gandum

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit