Membantu Orang Terdekat yang Mengalami Depresi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Membantu seseorang dengan depresi tidaklah mudah dan dapat menjadi tantangan. Jika orang tersebut adalah anggota keluarga, hal ini dapat menjadi lebih menantang. Anda harus mengerti bahwa dukungan Anda dapat memberi dampak yang besar dan berkontribusi pada proses pemulihan anggota keluarga Anda tersebut.

Pahami gejala depresi

Langkah pertama untuk membantu seseorang dengan depresi adalah mengerti kondisi dan gejala mereka, sehingga Anda tahu apa yang sedang terjadi pada mereka. Berikut adalah beberapa gejala umum depresi:

  • Kehilangan napsu makan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Memiliki kelainan makan atau gambar diri yang buruk
  • Selalu merasa sedih, hampa, putus asa atau frustrasi
  • Mudah marah, kesal atau menangis
  • Memiliki kelainan tidur, insomnia atau tidur terlalu sering
  • Kekurangan energi dan selalu merasa lelah
  • Gelisah, cemas atau resah
  • Memiliki masalah dengan komunikasi, lambat dalam berpikir dan bereaksi, kesulitan berkonsentrasi, membuat keputusan dan mengingat
  • Sering menyebutkan kematian, pikiran ingin bunuh diri, mencoba bunuh diri atau bunuh diri
  • Memiliki masalah fisik, seperti sakit kepala, sakit punggung atau sakit perut.

Gejala di atas dapat bervariasi pada masing-masing orang, namun umumnya depresi dapat menyebabkan kehilangan semangat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penting untuk mengerti bahwa depresi adalah kondisi yang serius namun dapat disembuhkan. Inilah mengapa kunjungan rutin ke dokter sangatlah penting. Anda harus memastikan anggota keluarga Anda mengikuti pengobatan sesuai petunjuk.

Bagaimana mendukung orang terdekat dengan depresi

Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda membantu anggota keluarga dengan depresi:

1. Mendorong pengobatan

Karena depresi tidak boleh didiamkan tanpa penanganan, perlu untuk membawa orang terdekat Anda untuk mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang efektif. Kadang orang-orang dengan depresi tidak menyadari gejala depresi mereka, sehingga mereka berpikir bahwa mereka baik-baik saja atau malu mencari pertolongan. Yang dapat Anda lakukan adalah berbicara dengan orang tersebut tentang apa yang Anda lihat dan khawatirkan. Yang terpenting adalah Anda harus mengekspresikan kesediaan Anda membantu mereka dan mungkin Anda perlu mendapat bantuan dari ahli profesional.

2. Pahami risiko bunuh diri

Orang dengan depresi cenderung memiliki keinginan untuk bunuh diri dan biasanya terjadi pada orang dengan depresi yang serius. Terdapat beberapa petunjuk yang dapat Anda perhatikan pada orang terdekat Anda apakah mereka memiliki tanda-tanda bunuh diri sehingga Anda dapat mengambil tindakan untuk segera menghentikannya.

  • Sering berbicara tentang bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
  • Merasa putus asa atau membenci diri sendiri
  • Memiliki tindakan yang membahayakan atau merusak diri sendiri
  • Cenderung mencari pil, senjata atau kekerasan
  • Merasa tenang tiba-tiba setelah depresi

Jika Anda menduga teman atau keluarga Anda mungkin mempertimbangkan bunuh diri, Anda perlu membicarakan kekhawatiran Anda dam mencari bantuan dari dokter kesehatan mental, serta memberi tahu keluarga atau teman terdekat mereka apa yang sedang terjadi. Lebih naik untuk memastikan orang terdekat Anda berada di lingkungan yang aman untuk menghindari kemungkinan percobaan bunuh diri.

3. Menjaga diri sendiri

Menjaga seseorang dengan depresi dapat menyebabkan stress, sehingga Anda perlu menyiapkan diri Anda secara fisik dan mental. Anda perlu mengambil waktu untuk menjaga diri Anda sendiri dan melakukan kegiatan Anda sendiri. Penting untuk tidak drop saat menjaga orang terdekat Anda. Mungkin Anda juga perlu mencari bantuan medis jika Anda merasa frustrasi dan lelah. Akhir kata, sabarlah dengan pasien Anda, karena akan memerlukan waktu yang panjang untuk menunggu perawatan menjadi efektif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

    Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    PTSD pandemi COVID-19

    Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca
    Berpikir negatif demensia

    Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
    psikoterapi

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
    sumber stres dalam pernikahan

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca