7 Tanda Stress yang Sering Tidak Disadari

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Aktivitas yang padat sering membuat kita tidak sadar jika sebenarnya psikologis kita terganggu. Dr. Steve Peters, seorang profesor dan psikiater dari Sheffield Medical School, memiliki daftar hal-hal yang mungkin sering terjadi pada diri Anda tanpa disadari, yang sebenarnya merupakan pertanda hal lainnya.

Hal-hal di bawah ini seringkali berlalu begitu saja dan dianggap normal menimpa diri kita, namun ternyata jauh di balik itu, hal-hal di bawah ini menandakan bahwa sebenarnya kita sedang stres dan terganggu secara emosional. Apa saja tanda-tanda tersebut?

1. Merasa terlalu emosional

Dalam waktu yang senggang, sering kali kita memikul banyak beban pikiran dan masalah di kepala, hingga semuanya turun ke perasaan dan membuat kita menjadi emosional bahkan menangis. Namun, hal tersebut sering kita anggap sebagai suatu yang normal, hanya sekadar keadaan diri yang sedang rapuh.

Jangan meremehkan kondisi seperti itu. Hal ini ternyata bisa menjadi cikal bakal gangguan emosional berkepanjangan pada diri Anda.

2. Lembur padahal tak perlu

Dalam hal ini, lembur bukan hanya diartikan sebagai kerja melewati batas waktu normal, karena hal tersebut sifatnya adalah sebuah kewajiban. Namun, beberapa orang memilih untuk tetap tinggal di kantor dan menunda pulang karena satu dan lain hal yang sifatnya pribadi.

Kini lembur sering dijadikan sebuah aktivitas yang ‘diniatkan’. Maksudnya, banyak orang yang memilih lembur karena seakan hal tersebut dapat dijadikan pelarian atas beberapa hal yang ingin dihindari, seperti masalah di rumah, masalah hubungan, mencoba show off pada atasan, dan lain-lain. Memang hal tersebut terlihat seperti jalan pintas untuk mencegah stres, namun siapa sangka bahwa lembur justru mendatangkan stress dan gangguan emosional?

Intinya, lembur yang seperti ini hanya berperan sebagai pelarian dari stress yang kemudian akan mendatangkan stress lebih dalam. Maka dari itu, berpikirlah dua kali jika Anda memaksakan lembur saat Anda sedang memikul banyak pikiran yang sifatnya personal.

3. Sensitif/cepat marah

Akan ada momen dalam hidup kita di mana kita sangat mudah tersinggung. Hal-hal kecil yang mengusik kenyamanan kita bisa kita balas dengan amarah yang tidak sebanding. Dan buruknya, hal ini sering kita tumpahkan justru kepada orang-orang terdekat, atau orang-orang yang kita sayangi. Hal ini jelas menggambarkan bahwa kita sedang stress dan terganggu stabilitas emosinya.

Bagi para atasan, hati-hati dengan gejala ini. Staff atau bawahan jangan selalu dijadikan sasaran. Karena, dampaknya akan lebih buruk dari apa yang Anda bayangkan. Mengontrol diri dalam keadaan seperti ini memang merupakan tantangan yang cukup sulit bagi kita, namun  saat semua sudah dalam kontrol, maka hal baik akan datang pada diri kita.

4. Mood swing

Mood swing adalah kondisi di mana jarak antara kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan terasa begitu dekat. Ketiga hal tersebut terjadi bergantian secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Jika ini terjadi pada Anda, mungkin ada yang salah dengan Anda.

Steve Peters memiliki beberapa solusi untuk Anda yang mungkin atau terlanjur berada dalam kondisi seperti ini. Bicaralah. Cobalah untuk berbagi dan menumpahkan perasaan Anda pada seseorang yang Anda pikir dapat memberi sebuah perspektif lain dalam memandang hidup, akan lebih baik jika orang ini dirasa dapat menjadi solusi atau memiliki solusi untuk masalah-masalah yang sedang Anda hadapi. Kemudian, hal ini juga dapat membuka dan menunjukkan apa yang terjadi pada diri kita kepada diri kita sendiri. Maksudnya, terkadang dengan berbicara dengan orang lain kita baru sadar apa yang sedang terjadi pada diri kita.

5. Hilang tujuan

Hidup dengan memiliki tujuan jelas baik untuk diri kita. Kita akan menjalani hari-hari penuh dengan percaya diri dan merasa memiliki harga diri. Namun, apa yang terjadi saat yang menimpa diri kita adalah yang sebaliknya, Anda merasa tidak punya tujuan.

Kesenangan bisa kita dapatkan saat kita dapat mengatasi sebuah tujuan, sekecil apapun tujuan tersebut. Maka, bisa dikatakan bahwa saat kita memiliki target, maka akan ada kesenangan kesenangan yang akan kita raih di depan. Berarti, jika kita merasa sedang tidak ada yang dituju, maka sirna pula kesenangan yang menjanjikan. Hal tersebut mengarahkan kita pada stress dan gangguan emosional.

6. Selalu merasa tidak dihargai

Jika seseorang merasa segala perlakuannya tidak dihargai, bahkan jika pada kenyataannya tidak demikian, maka orang tersebut bisa jadi sedang terganggu masalah psikologis. Kemudian, merasa tidak dihargai dapat berdampak pada spektrum emosi lainnya seperti frustrasi, amarah, rendah diri, bahkan hingga hilangnya kepercayaan diri.

Hal yang paling tepat dilakukan adalah mengambil alih mind set tersebut dengan berpikir positif. Karena, keadaan seperti itu tidak bisa ditolong siapapun kecuali oleh orang yang mengontrol pikiran tersebut.

7. Selalu ingin memegang kendali

Dikarenakan gangguan di dalam diri kita, kita terpacu untuk mengendalikan lingkungan di luar diri kita. Kecenderungan tersebut amat lumrah terjadi. Intinya, kita berusaha sebagaimana mungkin untuk mengubah semua hal menjadi seperti apa yang kita inginkan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Pandemi COVID-19 memberikan dampak beragam, beberapa orang berisiko mengalami PTSD akibat melewati peristiwa mengguncang ini. Siapa saja yang berisiko?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
tips menjaga kesehatan mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit