7 Jenis Halusinasi yang Sering Mengintai Pikiran

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Halusinasi adalah sebuah persepsi palsu yang terjadi tanpa adanya stimulus dari luar. Persepsi palsu tersebut dapat terjadi pada salah satu dari lima panca indra. Oleh karena itu, halusinasi pada dasarnya adalah melihat, mendengar, meraba, mengecap, atau mencium bau sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Sebagian orang yang mengalami halusinasi menyadari bahwa itu hanyalah persepsi palsu, tapi sebagian lagi benar-benar percaya bahwa apa yang mereka alami adalah nyata. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis halusinasi, mari kita lihat selengkapnya di bawah ini.

Jenis-jenis halusinasi

Berbagai jenis halusinasi ini sering kali menjadi gejala penyakit tertentu, seperti skizofrenia, namun terkadang juga dapat disebabkan oleh penyalahgunaan obat atau konsumsi alkohol yang berlebihan, demam, kesedihan akibat kehilangan orang terdekat, depresi, atau demensia. Berikut ini jenis-jenis halusinasi yang dapat mengintai pikiran Anda:

1. Halusinasi pendengaran (audio)

Ini adalah jenis halusinasi yang menunjukkan persepsi yang salah dari bunyi, musik, kebisingan, atau suara. Mendengar suara-suara ketika tidak ada stimulus pendengaran adalah jenis yang paling umum dari halusinasi audio pada penderita gangguan mental. Suara dapat didengar baik di dalam atau di luar kepala seseorang, dan umumnya dianggap lebih parah ketika hal itu datang dari luar kepala. Suara bisa berupa suara wanita atau pria, yang akrab atau tidak akrab, dan yang berupa kritikan atau pujian. Dalam gangguan mental seperti skizofrenia, suara biasanya negatif dan tidak menyenangkan.

Pada penderita skizofrenia, gejala umum adalah mendengar suara orang yang bercakap-cakap dan berkomentar. Ketika ia mendengar suara-suara berbicara, biasanya itu adalah suara dua orang atau lebih yang berbicara pada satu sama lain. Ia mendengar kritikan atau komentar tentang dirinya, perilakunya, atau pikirannya, dan ia biasanya menjadi orang ketiga (seperti, “tidak, dia bodoh”). Di lain waktu, suara dapat memberitahunya untuk melakukan sesuatu (hal ini sering disebut sebagai perintah halusinasi).

2. Halusinasi pengecapan (gustatorius)

Ini adalah sebuah persepsi yang salah mengenai rasa. Biasanya, pengalaman ini tidak menyenangkan. Misalnya, seorang individu mungkin mengeluh telah mengecap rasa logam secara terus-menerus. Jenis halusinasi ini sering terlihat di beberapa gangguan medis (seperti epilepsi), dibandingkan dengan penderita gangguan mental.

3. Halusinasi penciuman (olfaktori)

Halusinasi ini melibatkan berbagai bau yang tidak ada. Bau ini biasanya tidak menyenangkan, seperti bau muntah, urin, feses, asap, atau daging yang membusuk. Kondisi ini juga sering disebut sebagai phantosmia dan dapat diakibatkan oleh adanya kerusakan saraf di bagian indra penciuman. Kerusakan mungkin disebabkan oleh virus, trauma, tumor otak, atau paparan zat-zat beracun atau obat-obatan. Phantosmia ini juga dapat disebabkan oleh epilepsi.

4. Halusinasi atau sentuhan (taktil)

Ini adalah sebuah persepsi atau sensasi palsu terhadap sentuhan atau sesuatu yang terjadi di dalam atau pada tubuh. Halusinasi sentuhan ini umumnya merasa seperti ada sesuatu yang merangkak di bawah atau pada kulit (ini juga dikenal sebagai formikasi). Contoh lain termasuk perasaan tersetrum pada tubuh, atau merasa disentuh orang lain tetapi sebenarnya tidak ada orang di sekitarnya. Sensasi fisik yang berasal dari gangguan medis dan hypochondriacal preoccupations dengan sensasi fisik normal tidak termasuk sebagai halusinasi somatik.

5. Halusinasi penglihatan (visual)

Ini adalah sebuah persepsi yang salah pada pandangan. Isi dari halusinasi dapat berupa apa saja (seperti bentuk, warna, dan hilatan cahaya), tetapi biasanya orang atau tokoh-tokoh seperti manusia. Misalnya, seseorang merasa ada orang berdiri di belakangnya meskipun tidak ada siapa-siapa. Terkadang seseorang mungkin mengalami persepsi yang salah dari salah satu tokoh yang berkaitan dengan agama (seperti setan).

6. Halusinasi somatik

Ini mengacu pada saat seseorang mengalami perasaan tubuh mereka merasakan nyeri yang parah, misalnya akibat mutilasi atau pergeseran sendi. Pasien juga melaporkan bahwa ia mengalami penyerangan oleh hewan pada tubuh mereka, seperti ular merayap ke dalam perut.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

    Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    melihat bullying

    5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    apa itu depresi

    Penyakit Mental

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    melatih otak agar percaya diri

    3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
    Berpikir negatif demensia

    Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit