15 Ciri yang Dimiliki Orang Bermental Kuat (Apakah Anda Salah Satunya?)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Apa sih, yang ada dalam pikiran Anda untuk menggambarkan orang yang punya mental kuat? Apakah orang tersebut punya mental kuat karena tidak pernah menangis? Atau, mereka yang tidak gampang meratapi nasib ketika menghadapi cobaan hidup?

Tidak selalu. Ada sejumlah karakteristik lain yang bisa membedakan orang-orang ini dari kelompok masyarakat lainnya. Dan, Anda juga bisa mulai menerapkannya pada diri sendiri sebagai strategi meningkatkan kekuatan mental Anda.

Apa saja karakteristik orang yang punya mental kuat?

Berikut ini adalah sejumlah ciri orang yang memiliki mental kuat, dikutip dari apa kata Dr. Travis Bradberry, co-penulis Emotional Intelligence 2.0, dan Amy Morin, LCSW, psikologi klinis berlisensi serta psikoterapis ahli di bidang kekuatan mental.

1. Punya kecerdasan emosi yang tinggi

Kecerdasan emosional (EQ) adalah landasan kekuatan mental. Anda tidak bisa kuat secara mental tanpa kemampuan untuk sepenuhnya memahami dan mentolerir emosi negatif yang kuat, dan mengambil tindakan tegas jika Anda ingin berhasil melewatinya dengan sukses.

EQ adalah keterampilan fleksibel yang dapat Anda latih dengan pemahaman dan usaha. Tidak mengherankan jika 90% orang sukses di dunia ini memiliki EQ tinggi dan orang dengan EQ yang tinggi menghasilkan pendapatan per tahun rata-rata yang lebih besar daripada orang-orang yang EQ-nya rendah. Sayangnya, punya EQ saja tidak cukup untuk Anda bisa bermental sekuat baja.

2. Punya kepercayaan diri yang tinggi

Orang-orang yang bermental kuat percaya bahwa mental memiliki efek yang kuat pada kemampuan seseorang untuk sukses. Dan ini didukung oleh fakta. Sebuah studi baru-baru ini di University of Melbourne menunjukkan bahwa orang yang percaya diri terus mendapatkan upah yang lebih tinggi dan dipromosikan lebih cepat daripada rekannya yang lain.

Kepercayaan diri sejati berbanding terbalik dengan kepercayaan diri palsu, yang sering dimunculkan oleh seseorang untuk menutupi kekhawatiran dalam dirinya. Mereka tidak membiarkan orang lain mengendalikan hidup mereka, dan mereka tidak memengaruhi mereka. Mereka mengerti bahwa mereka adalah yang berhak untuk mengendalikan emosi mereka sendiri. Keyakinan mereka mengilhami orang lain dan membantu mereka mewujudkan sesuatu.

3. Mereka berani bilang “Tidak”

Penelitian yang dilakukan di UC Berkeley menunjukkan bahwa semakin Anda sulit menolak untuk mengerjakan sesuatu padahal Anda sudah tahu pasti Anda tidak punya cukup waktu atau kemampuan, maka semakin besar kemungkinan Anda mengalami stres, kelelahan, dan bahkan depresi. Orang yang memiliki mental kuat tahu bahwa mengatakan “tidak” itu baik untuk kesehatan mereka, dan mereka memiliki kepercayaan diri dan pandangan ke depan yang besar untuk membuat maksud mereka jelas.

Bila sudah waktunya untuk mengatakan tidak, orang-orang yang secara mental kuat menghindari ungkapan-ungkapan seperti “Saya tidak berpikir saya bisa” atau “Saya tidak yakin.” Mereka mengatakan “tidak” dengan percaya diri karena mereka tahu bahwa mengatakan tidak pada komitmen baru sama saja dengan menghormati yang sudah ada saat ini, dan memberi mereka kesempatan untuk berhasil mewujudkannya.

Orang yang kuat secara mental juga tahu bagaimana mengendalikan diri dengan mengatakan tidak pada diri mereka sendiri. Mereka menunda kesenangan sementara dan menghindari tindakan impulsif yang bisa menyebabkan bahaya.

4. Mereka tidak merasa perlu untuk menyenangkan semua orang

Dengan berani mengatakan “tidak”, orang-orang yang kuat secara mental menyadari bahwa mereka tidak perlu menyenangkan setiap orang sepanjang waktu. Mereka tidak takut untuk mengatakan tidak atau berbicara blak-blakan bila diperlukan. Mereka berusaha untuk bersikap baik dan adil, tapi bisa menangani orang lain yang kesal jika mereka tidak membuat orang-orang tersebut bahagia.

Ketika mereka harus menghadapi orang-orang negatif di sekeliling mereka, mereka mendekati situasi secara rasional. Mereka mengidentifikasi emosi mereka dan tidak membiarkan kemarahan atau frustrasi memicu kekacauan.

Mereka juga mempertimbangkan sudut pandang dari si orang negatif tersebut dan dapat menemukan kesamaan dan solusi untuk masalah. Bahkan ketika situasi telah terlanjut kacau, orang-orang yang kuat secara mental tidak membiarkannya terbenam dalam rasa kesal.

5. Mereka tidak cepat ngambek ketika bentrok dengan hal-hal yang tidak bisa mereka kontrol

Anda tidak akan mendengar orang yang mentalnya kuat mengeluh karena kehilangan barang bawaan atau terjebak kemacetan lalu lintas. Sebaliknya, mereka fokus pada apa yang bisa mereka kontrol dalam kehidupan mereka. Mereka menyadari bahwa kadang-kadang, satu-satunya hal yang dapat mereka kontrol adalah sikap mereka dalam situasi-situasi tertentu.

6. Mereka tidak takut ambil risiko

Orang-orang yang memiliki mental kuat tidak takut untuk mengambil risiko, tapi bukan sembarang risiko. Mereka tidak mengambil risiko yang gegabah atau bodoh, tapi tidak keberatan mengambil risiko yang sudah diperhitungkan masak-masak. Orang-orang yang memiliki mental kuat menghabiskan waktu untuk menimbang risiko dan manfaatnya sebelum mengambil keputusan besar, dan mereka sepenuhnya mengetahui potensi kerugian sebelum mereka bertindak.

7. Mereka tidak terjebak di masa lalu

Orang yang kuat secara mental tidak membuang waktu untuk bernostalgia di masa lalu dan berharap segala sesuatunya bisa berbeda. Mereka mengakui masa lalu mereka dan dapat mengatakan apa yang telah mereka pelajari darinya. Namun, mereka tidak terus-menerus menghidupkan kembali pengalaman buruk atau berkhayal tentang hari-hari kejayaan. Sebaliknya, mereka hidup untuk saat ini dan merencanakan masa depan.

8. Mereka berani berubah

Orang-orang bermental sekuat baja tidak berusaha menghindari perubahan. Sebagai gantinya, mereka menyambut perubahan positif dan bersedia bersikap fleksibel. Mereka mengerti bahwa perubahan adalah hal yang tak terelakkan dalam hidup, dan percaya pada kemampuan mereka untuk beradaptasi.

8. Mereka tidak takut gagal

Orang-orang yang kuat secara mental merangkul kegagalan karena mereka tahu bahwa jalan menuju kesuksesan dibangun dari eror dan kesalahan. Tidak ada yang pernah mengalami kesuksesan sejati tanpa pertama kali merangkul kegagalan.

Dengan mengakui bahwa Anda berada di jalur yang salah, kegagalan Anda akan membuka jalan bagi Anda untuk sukses. Rasa frustrasi setelah gagal inilah yang memacu Anda memutar otak untuk berpikir secara berbeda, untuk melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang baru, dan untuk menemukan solusi yang Anda cari selama ini.

9. Tapi, mereka tidak menyerah setelah kegagalan pertama

Mereka tidak melihat kegagalan sebagai alasan untuk menyerah. Orang yang kuat mentalnya tahu bahwa di mana Anda memusatkan perhatian Anda adalah apa yang menentukan kondisi emosional Anda. Maksudnya, jika Anda terus memikirkan masalah yang Anda hadapi, Anda menciptakan dan memperpanjang emosi dan stres negatif, yang menghambat kinerja.

Sebaliknya, mereka menggunakan kegagalan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang. Mereka bersedia terus berusaha sampai mereka bisa melakukannya dengan benar.

10. Mereka tidak membuat kesalahan yang sama berulang kali

Mereka menerima tanggung jawab atas perilaku mereka dan belajar dari kesalahan masa lalu. Akibatnya, mereka tidak terus mengulangi kesalahan tersebut berulang-ulang. Sebagai gantinya, mereka melanjutkan dan membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

11. Mereka tidak iri terhadap kesuksesan orang lain

Orang-orang yang kuat secara mental dapat menghargai dan merayakan kesuksesan orang lain. Mereka tidak cemburu atau merasa terkhianati saat orang lain mengungguli mereka. Sebaliknya, mereka menyadari bahwa setiap kesuksesan datang dengan kerja keras.

Orang-orang yang kuat secara mental tidak menghakimi orang lain karena mereka tahu bahwa setiap orang memiliki sesuatu hal positif untuk ditawarkan pada dunia, dan mereka tidak perlu menjelek-jelekkan orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain sama saja membatasi potensi kemampuan Anda. Cemburu dan dendam menyedot energi dari hidup. Orang-orang yang kuat secara mental tidak membuang waktu atau energi untuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain, dan mereka bersedia bekerja keras demi kesuksesan mereka sendiri.

12. Mereka tidak mengharapkan hasil instan

Apakah mereka berolahraga untuk memperbaiki kesehatan mereka atau mengangkat bisnis mereka ke pasa yang lebih tinggi, orang-orang yang kuat secara mental tidak mengharapkan hasil yang instan. Sebagai gantinya, mereka menerapkan keterampilan dan waktu mereka sebaik kemampuan mereka dan mengerti bahwa perubahan nyata membutuhkan waktu.

13. Mereka tidak takut sendiri

Orang-orang yang kuat secara mental bisa mentolerir kesendirian dan mereka tidak takut dalam diam. Mereka tidak takut sendirian dengan pikiran mereka, dan mereka bisa menggunakan waktu luang menyendiri ini untuk menjadi produktif. Mereka menikmati kesendirian mereka sendiri dan tidak bergantung pada orang lain untuk menemani dan hiburan sepanjang waktu namun bisa bahagia dengan diri sendiri.

14. Mereka berolahraga

Sebuah studi yang dilakukan di Eastern Ontario Research Institute menemukan bahwa orang-orang yang berolahraga dua kali seminggu selama 10 minggu merasa lebih kompeten secara sosial, intelektual, dan atletik. Mereka juga memiliki citra tubuh dan harga diri yang lebih tinggi.

Terlebih lagi, olahraga tak hanya mendorong perubahan fisik di tubuh mereka yang bertanggung jawab atas peningkatan kepercayaan diri, juga pemikiran positif yang langsung didorong oleh endorfin dari olahraga. Ketika dikombinasikan, keduanya merupakan kunci utama dari kekuatan mental.

15. Mereka cukup tidur

Tidur yang berkualitas erat hubungannya dengan kesehatan mental yang mumpuni. Saat Anda tidur, otak Anda membilas protein beracun dari dalam tubuh, yang merupakan produk sampingan dari aktivitas saraf saat Anda terjaga.

Sayangnya, otak Anda hanya dapat menghapusnya dalam jumlah besar saat Anda sedang tidur. Jadi ketika Anda kurang tidur, sisa-sisa protein beracun ini tetap ada di sel otak Anda, sehingga menimbulkan malapetaka di keesokan harinya karena mengganggu kemampuan Anda untuk berpikir jernih.

Baca Juga: