1. Definisi

Apa itu Rubella?

Rubella, atau biasa disebut campak jerman, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella. Rubella biasanya hanya timbul layaknya penyakit ringan. Namun pada kasus-kasus tertentu, rubella berisiko komplikasi serius.

Jika Anda sedang dalam masa kehamilan dan terinfeksi oleh virus rubella, janin Anda akan berisiko ikut terinfeksi. Hal ini menyebabkan cacat lahir, termasuk sindrom rubella bawaan (CRS). CRS dapat mengakibatkan kehilangan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan jantung, dan sejumlah komplikasi lainnya.

Rubella umum disebut sebagai campak 3 hari.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Tanda dan gejala rubella yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Bintik-bintik merah di sekujur tubuh, dimulai dari wajah dan kemudian menyebar hingga ke seluruh tubuh dalam waktu 24 jam
  • Bintik-bintik merah bertahan hingga 3-4 hari (maka dari itu disebut campak 3 hari)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher bagian belakang
  • Demam ringan
  • Anak Anda tidak pernah menerima vaksinasi rubella (MMR)

Ruam pada kulit yang diakibatkan rubella tidak memiliki perbedaan khusus dengan ruam kemerahan lainnya. Maka dari itu, diagnosis harus ditentukan oleh dokter. Karena kesamaan fisiologis ruam rubella dengan ruam lainnya, dokter umum sering kesulitan dalam menghasilkan diagnosis tepat bahkan setelah melakukan pemeriksaan lanjut pada anak.

2. Cara mengatasinya

Jika dokter telah memastikan diagnosis rubella pada anak Anda, lakukan hal-hal berikut ini.

Perawatan. Berikan acetaminophen atau ibuprofen untuk meringankan demam lebih dari 39ÂșC, sakit tenggorokan, atau nyeri lainnya yang dikeluhkan. Berikan dosis sesuai anjuran dokter atau lihat aturan pakai yang tertera pada label.

Penyebaran. Virus tidak lagi mudah menyebar setelah 5 hari.

Hindari wanita hamil. Jika anak Anda terdiagnosis rubella, jauhkan ia dari ibu hamil. Ia mudah menularkan penyakit selama 5 hari pertama setelah ruam muncul.

Wanita dewasa yang terjangkit rubella. Wanita dewasa yang tidak hamil dan terjangkit campak jerman harus menghindari berada di sekitar ibu hamil selama 3 bulan, dan ibu hamil tersebut harus berkonsultasi dengan dokter kandungannya. Jika ia pernah menerima vaksin rubella, ia (dan janinnya) harus dilindungi. Jika ibu hamil tersebut pernah mengidap campak jerman sewaktu kecil, riwayat medis ini tidak bisa dijadikan dasar. Walaupun kontak terhadap virus terbilang singkat dan tidak signifikan, ia harus segera melakukan tes darah untuk menentukan imunitas tubuhnya terhadap virus rubella.

Kapan saya harus ke dokter?

Hubungi dokter dalam 24 jam, jika

  • Timbul bintik-bintik kemerahan di sekujur tubuh anak Anda yang diikuti demam
  • Anda berpikir anak Anda terkena rubella

3. Pencegahan

Pencegahan rubella dilakukan dengan pemberian vaksin pada saat usia 12 bulan agar terhindar dari kekhawatiran terhadap wanita hamil saat anak-anak menunjukkan bintik-bintik kemerahan. Vaksin ini terutama penting bagi anak-anak yang ibunya sedang hamil.

Vaksin rubella merupakan virus aktif yang dilemahkan, biasanya diberikan sebagai bagian dari vaksin MMR (campak, gondok, rubella). Vaksin MMR direkomendasikan untuk diberikan saat anak berusia 12-15 bulan (jangan terlalu dini) dan dosis lanjutan pada saat usia 4-6 tahun (usia prasekolah).

Vaksinasi rubella penting terutama bagi wanita yang akan menjalani kehamilan, karena risiko yang dibawa virus rubella dapat berakibat cacat lahir pada janin jika ibu terjangkit campak jerman selama masa kehamilan.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca