home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Langkah Tepat Mengatasi Perih dan Gatal Akibat Gigitan Semut Api

Langkah Tepat Mengatasi Perih dan Gatal Akibat Gigitan Semut Api

Pastinya Anda jengkel bukan main ketika digigit oleh semut api. Pasalnya, gigitan serangga ini bisa menimbulkan rasa perih yang kuat sekaligus gatal yang mengganggu. Gigitan semut api memang mengeluarkan jenis racun yang berbeda dengan semut biasa. Bahkan, pada beberapa orang, gigitan serangga ini bisa menyebabkan alergi yang serius. Ketahui pertolongan pertama untuk mengatasi reaksi akibat gigitan semut api pada ulasan berikut.

Mengapa gigitan semut api harus cepat-cepat diobati?

rasa gatal, formikasi

Semut api atau semut merah adalah salah satu spesies semut yang berasal dari genus Solenopsis.

Racun yang berasal dari gigitan semut api ini berisi campuran dari 46 protein.

Setelah digigit, efek racun di dalam tubuh biasanya membuat kulit mengalami sejumlah reaksi seperti:

  • kemerahan,
  • gatal-gatal,
  • sensasi perih hingga terbakar, dan
  • bentol atau bengkak.

Reaksi dari gigitan semut merah biasanya diawali dengan rasa perih yang begitu kuat, seperti rasa terbakar atau sensasi sehabis dicubit. Gejala ini bisa disertai dengan rasa gatal.

Walaupun hanya berlangsung sebentar, rasa gatal akibat gigitan serangga ini kemudian muncul lagi tetapi lebih intens sehingga membuat Anda tidak tahan untuk menggaruknya.

Jika Anda terus menggaruk bekas gigitan, gejala malah semakin terasa kuat dan bisa mengarah pada iritasi kulit yang menyebabkan luka lecet.

Gejala berbahaya dari gigitan semut api

Terdapat sebuah riset dari Journal Proteome Research yang menunjukkan bahwa racun dari semut api dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf.

Bahkan, racun dari serangga ini bisa membuat seseorang berhalusinasi. Umumnya, kondisi ini tidak membutuhkan perawatan medis tertentu dan akan hilang dengan sendirinya.

Pada kasus tertentu, bekas gigitan semut api akan membengkak disertai dengan gatal yang cukup ekstrem.

Pembengkakan akan terus membesar selama 1-2 hari dan terasa panas dan menyakitkan jika disentuh.

Selain itu, reaksi alergi serius seperti anafilaksis dapat muncul walaupun hal ini sangat jarang terjadi.

Jika ini terjadi, Anda perlu melakukan pertolongan pertama untuk alergi dengan mencari bantuan medis sesegera mungkin.

Pada beberapa orang reaksi ini bisa tidak langsung muncul begitu tergigit.

Oleh karena itu, gigitan semut merah sebaiknya segera diobati jika tidak ingin terjadi komplikasi yang cukup parah.

Pertolongan pertama untuk mengatasi gigitan semut api

Bagi sebagian besar orang, mereka tidak membutuhkan pengobatan medis untuk mengatasi masalah ini.

Cukup dengan beberapa obat yang bisa dapatkan di rumah, Anda bisa meredakan gejala yang mengganggu akibat digigit semut api.

Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi nyeri bekas gigitan semut api.

  • Mencuci area yang digigit semut api dengan sabun dan air. Setelah membersihkan luka, tutupi bekas gigitan tersebut dengan perban.
  • Hindari menggunakan alkohol untuk membersihkan bagian yang terdampak karena bisa bertambah perih.
  • Mengompres dengan es selama 20 menit dan angkat selama 20 menit pula. Hal ini bertujuan agar mengurangi pembengkakan pada daerah gigitan.
  • Mengoleskan krim hidrokortison sebagai obat agar rasa gatal akibat digigit semut api dapat berkurang.
  • Memakai salep antibiotik seperti bacitracin sebanyak 3 kali pada daerah yang terkena gigitan. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi pada luka bekas gigitan yang telah digaruk.
  • Berendam dengan oatmeal untuk mengurangi rasa gatal.
  • Menggunakan minyak esensial untuk kulit seperti lavender supaya meredakan nyeri dan pembengkakan. Lavender memiliki kandungan yang sifatnya menenangkan dan mengurangi peradangan sehingga efektif untuk mengobati gigitan semut api.
  • Oleskan gel lidah buaya untuk meredakan gatal sekaligus menenangkan bagian kulit pada bekas gigitan yang mengalami iritasi.
  • Minum antihistamin (obat alergi) jika reaksi alergi ringan dan rasa gatal akibat digigit semut api tidak juga mereda.

Kapan saya harus ke dokter?

tanya dokter

Walaupun terkesan sepele dan mudah untuk diatasi, digigit oleh semut api ternyata bisa menimbulkan gejala yang cukup serius, lho!

Nah, jika Anda mengalami tanda-tanda di bawah ini, silahkan datangi unit gawat darurat terdekat untuk perawatan luka yang lebih intensif:

  • sesak nafas,
  • pembengkakan yang cukup parah,
  • kehilangan kesadaran,
  • dada sakit,
  • berkeringat dingin dan muntah, dan
  • bekas gigitan berada di dalam mulut.

Obat ketika Anda digigit oleh semut api sebenarnya mudah, yaitu cobalah untuk tidak panik.

Jika terkena gigitan serangga apapun, termasuk semut api atau semut merah, usahakan untuk mencuci daerah yang terkena gigitan dengan sabun.

Setelah itu, barulah Anda bisa mengoleskannya dengan salep ataupun krim yang dapat meringankan rasa sakit dan gatal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chen, J., Rashid, T., & Feng, G. (2014). A Comparative Study between Solenopsis invicta and Solenopsis richteri on Tolerance to Heat and Desiccation Stresses. Plos ONE, 9(6), e96842. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0096842

dos Santos Pinto, J. R., Fox, E. G., Saidemberg, D. M., Santos, L. D., da Silva Menegasso, A. R., Costa-Manso, E., … & Palma, M. S. (2012). Proteomic view of the venom from the fire ant Solenopsis invicta Buren. Journal of proteome research11(9), 4643-4653.https://doi.org/10.1021/pr300451g

Kruse, B., Anderson, J., & Simon, L. (2020). Fire Ant Bites. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470576/

U.S. National Library of Medicine. (2021). Fire ants. Retrieved 3 May 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002843.htm

American College of Allergy, Asthma & Immunology. (2021). Insect Sting Allergies | Symptoms & Treatment.  Retrieved 3 May 2021, from https://acaai.org/allergies/types/insect-sting-allergy

American Osteopathic College of Dermatology (AOCD). Fire ant bites. Retrieved 3 May 2021, from https://www.aocd.org/page/FireAntBites?

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 17/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.