home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengatasi Keloid, Bekas Luka yang Mengganggu Penampilan

Mengatasi Keloid, Bekas Luka yang Mengganggu Penampilan

Ketika kulit Anda terluka, akan terbentuk jaringan parut di atas luka untuk membantu memperbaiki dan melindungi kulit yang mengalami kerusakan. Pada beberapa kasus, jaringan parut ini tumbuh secara berlebihan, membentuk jaringan halus dan keras yang Anda kenal dengan keloid.

Keloid dapat berukuran lebih besar dari luka asalnya. Biasanya keloid dapat muncul pada luka di dada, bahu, cuping telinga, dan pipi. Namun, tentu saja keloid dapat muncul pada bagian tubuh manapun. Walau keloid tidak berbahaya, namun bagi sebagian orang terutama wanita tentu saja munculnya bekas luka ini mengganggu penampilan.

Seperti apa keloid itu?

Berikut adalah beberapa ciri keloid:

  • Terlokalisir pada suatu area kulit dengan warna seperti kulit, merah muda, atau kemerahan.
  • Berupa bagian yang menonjol pada kulit.
  • Biasanya terus tumbuh semakin besar seiring dengan berjalannya waktu.
  • Kadang dapat terasa gatal.

Keloid biasanya berbentuk lebih besar dari luka asal. Bekas luka ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan hingga benar-benar terbentuk sempurna.

Walau dapat terasa gatal, namun biasanya bekas luka ini tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Anda mungkin dapat merasa tidak nyaman, nyeri, atau bahkan mengalami iritasi dari baju yang menggesek keloid Anda. Pada kasus yang jarang, Anda dapat mengalami keloid yang cukup banyak pada tubuh Anda. Ketika hal ini terjadi, jaringan keloid yang mengeras mungkin saja membatasi pergerakan Anda.

BACA JUGA: Cara Menghilangkan Bekas Luka Pada Wajah

Keloid lebih banyak menimbulkan masalah penampilan dibanding kesehatan. Anda mungkin akan merasa terganggu dengan keloid yang besar dan berada pada tempat yang mudah terlihat orang, seperti wajah atau telinga. Selain itu, sinar matahari juga dapat membuat keloid Anda lebih gelap daripada kulit sekitar Anda, membuatnya semakin jelas terlihat. Anda dapat melindungi bekas luka Anda ketika berada di bawah sinar matahari untuk mencegah perubahan warna.

Apa yang menyebabkan munculnya keloid?

Kebanyakan luka pada kulit dapat menyebabkan keloid, seperti:

  • bekas jerawat
  • luka bakar
  • bekas cacar
  • luka tindik
  • luka gores
  • luka bekas operasi
  • luka bekas vaksin

Menurut American Ostepathic College of Dermatology, kira-kira 10% populasi masyarakat mengalami keloid, dengan kemungkinan terjadi pada pria dan wanita sama besar. Orang-orang berkulit hitam memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami keloid.

BACA JUGA: 9 Bahan Alami untuk Menghilangkan Bekas Cacar

Selain itu, faktor risiko lain untuk terjadinya keloid antara lain:

  • keturunan Asia
  • keturunan Latin
  • hamil
  • berusia kurang dari 30 tahun

Keloid memiliki faktor genetik, yang berarti jika orangtua Anda memiliki keloid, maka Anda kemungkinan besar juga dapat mengalaminya. Sebuah penelitan menunjukkan bahwa sebuah gen yang bernama AHNAK memainkan peran untuk menentukan apakah seseorang dapat mengalami keloid atau tidak. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang memiliki gen AHNAK akan lebih mungkin mengalami keloid daripada mereka yang tidak.

Jika Anda mengetahui bahwa Anda memiliki faktor risiko mengalami keloid, maka Anda dapat menghindari tindikan, operasi yang tidak perlu, atau tattoo.

Kapan harus ke dokter?

Keloid biasanya tidak membutuhkan perhatian khusus, namun jika keloid tersebut terus bertambah besar, atau Anda mengalami gejala lain, dan ingin mengangkatnya, Anda mungkin harus berkonsultasi pada dokter. Keloid merupakan jaringan jinak, namun pertumbuhan yang tidak terkontrol dapat menjadi tanda keganasan.

Setelah mendiagnosis keloid melalui pemeriksaan fisik, dokter Anda mungkin akan menyarankan biopsi menyingkirkan kondisi lain. Biopsi berarti mengambil sebagian kecil jaringan keloid dan memeriksanya untuk memastikan ada tidaknya sel ganas.

Bagaimana cara mengatasi keloid?

Keloid merupakan hasil dari usaha tubuh memperbaiki dirinya. Jadi, jika Anda membuang keloid, akan terdapat kemungkinan jaringan tersebut akan tumbuh lagi, bahkan dalam ukuran yang lebih besar. Metode lain yang dapat digunakan jika Anda ingin menyingkirkan keloid Anda antara lain:

  • injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • penggunaan minyak pelembab untuk menjaga agar jaringan tetap lunak
  • penggunaan gel silikon setelah terjadinya luka
  • membekukan jaringan untuk membunuh sel-sel kulit
  • terapi laser untuk mengurangi jaringan parut
  • radiasi untuk mengecilkan keloid

BACA JUGA: Cara Mencegah Munculnya Bekas Jerawat

Dokter biasanya akan menyarankan terapi yang tidak invasif sebagai terapi awal, seperti menggunakan silikon, injeksi, atau obat pada pembalut luka. Semua terapi ini membutuhkan penggunaan yang sering dan hati-hati agar hasilnya dapat terlihat.

Jika keloid sangat besar, dokter mungkin akan menganjurkan metode operasi. Namun, menurut Dermatology Online Journal, kemungkinan bagi keloid tersebut untuk muncul kembali sangat besar, oleh karena itu dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani suntik steroid setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan tersebut.

Kesimpulan

Walau jarang menyebabkan kondisi yang serius, keloid dapat mengganggu penampilan. Pengobatan untuk keloid biasanya sulit dan tidak selalu efektif. Oleh karena itu, jika Anda memiliki faktor risiko keloid, penting bagi Anda untuk mencegah terjadinya luka pada kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Keloids: Overview. 2014. http://familydoctor.org/familydoctor/en/diseases-conditions/keloids.html [diakses pada 27 November 2016]

Nall R. 2015. Keloid Scar of Skin. http://www.healthline.com/health/keloids – Overview1 [diakses pada 27 November 2016]

Management of keloids and hypertrophic scars. 2009. http://www.aafp.org/afp/2009/0801/p253.html [diakses pada 27 November 2016]

Robles, D., et al. 2007. Keloids: Pathophysiology and management. Dermatology Online Journal, 13(3). http://escholarship.org/uc/item/2m43548r [diakses pada 27 November 2016]

Study: Gene may open door for improved keloid, scar treatment [Press release]. 2015. http://www.henryford.com/body.cfm?id=46335&action=detail&ref=2180 [diakses pada 27 November 2016]

Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b8/Keloid.jpg/300px-Keloid.jpg

Foto Penulis
Ditulis oleh Priscila Stevanni
Tanggal diperbarui 02/01/2017
x