Sebelum Menerima Vaksin Influenza, Lansia Perlu Memenuhi Syarat Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pemberian vaksin influenza perlu dilakukan setiap tahun untuk mencegah penularan penyakit, terutama bagi mereka yang rentan terkena, seperti lansia. Tentunya, terdapat syarat kesehatan yang harus dipenuhi oleh lansia untuk bisa memperoleh vaksin influenza.

Tujuannya agar vaksin bisa lebih efektif. Selain itu, risiko efek samping setelah vaksinasi juga dapat berkurang. Lantas, apa saja syaratnya?

Kondisi kesehatan yang memungkinkan pemberian vaksin

Sebelum masuk ke syarat yang harus dipenuhi agar lansia bisa mendapatkan vaksin influenza, ada baiknya ketahui lebih dulu siapa yang direkomendasikan menerima vaksin ini.

Mengutip Centers of Disease Control and Prevention (CDC), terdapat kelompok tertentu yang perlu mendapatkan vaksin influenza secara rutin. Mereka adalah:

  • Anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun
  • Wanita hamil
  • Lansia (usia 65 tahun secara global, 60 tahun di Indonesia)
  • Penderita penyakit kronis, seperti diabetes, asma, dan penyakit paru
  • Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Orang-orang yang sering bepergian
  • Tenaga medis

CDC menaruh perhatian khusus pada lansia, sebab sekitar 70-90 persen kematian akibat influenza terjadi pada kelompok ini. Itu sebabnya influenza dianggap sebagai suatu ancaman bagi kesehatan lansia.

Pada dasarnya, tidak ada syarat spesifik yang perlu dipenuhi lansia untuk memperoleh vaksin influenza. Lansia yang hendak memperoleh vaksin hanya harus menjaga kesehatannya dan selalu menjalankan gaya hidup sehat.

Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, menyatakan bahwa status gizi lansia terbukti memegang peran penting dalam menunjang efektivitas vaksin influenza.

“Kalau status gizinya baik dan pola hidupnya sehat, kekebalan tubuh lansia akan semakin kuat sehingga vaksin menjadi lebih efektif,” jelasnya dalam wawancara bersama tim Hello Sehat di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (05/07).

Risiko dan efek samping vaksin influenza bagi lansia

Sumber: Reader’s Digest

Selama syarat status gizi baik dan gaya hidup sehat terpenuhi, pemberian vaksin influenza tidak akan menimbulkan risiko bagi kesehatan lansia. Tubuh lansia mungkin akan bereaksi terhadap komponen vaksin, tapi reaksi tersebut sangatlah wajar.

Reaksi yang paling sering muncul setelah vaksinasi adalah nyeri dan bengkak pada area suntikan. Beberapa orang juga bisa mengalami demam, pusing, dan nyeri otot. Namun, sekali lagi, ini adalah respons normal yang akan menghilang dalam beberapa hari.

Kasus reaksi parah terhadap vaksinasi influenza sangat jarang terjadi. Biasanya, reaksi akan terjadi karena penerima vaksin tidak mengetahui bahwa sistem kekebalan tubuhnya rentan terhadap komponen vaksin.

Selain lansia yang dalam keadaan sakit, mereka yang tidak memenuhi syarat vaksin influenza biasanya adalah orang-orang dengan kondisi berikut:

  • Alergi parah terhadap protein telur dalam vaksin.
  • Alergi terhadap komponen vaksin, seperti antibiotik, gelatin, dan sebagainya.
  • Pernah mengalami reaksi parah pada vaksinasi sebelumnya. 
  • Pernah mengalami penyakit Guillain-Barre syndrome (GBS) sebelum vaksinasi. GBS adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Syarat kesehatan untuk pemberian vaksin influenza lansia bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi vaksin, tapi tidak untuk mencegah reaksi parah tersebut. Jadi, lansia yang hendak memperoleh vaksin sebaiknya berkonsultasi dahulu dokter.

Meski demikian, risiko efek samping yang timbul akibat vaksin influenza tidak sebanding dengan manfaat yang akan didapat. “Satu efek samping vaksin tidak akan bisa mengalahkan seratus manfaatnya,” jelas dr. Siti pada kesempatan yang sama.

Ia juga menambahkan bahwa vaksinasi akan membantu orang-orang yang tidak menerima vaksin karena kondisi di atas terhindar dari penyakit ini. Saat seorang lansia yang sehat menerima vaksin, ia juga telah berperan membangun kekebalan bagi orang-orang di sekitarnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Efek Samping Imunisasi dari yang Umum Sampai Sangat Langka

Demam merupakan respon tubuh yang umum dialami anak setelah mendapat imunisasi. Bagaimana cara meredakannya, dan kapan harus khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Anak, Parenting 12 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Vaksin Rubella Menimbulkan Efek Samping yang Berbahaya?

Tidak benar bahwa imunisasi dapat menyebabkan autisme pada anak, apalagi kelumpuhan total. Tapi apa ada risiko lainnya dari efek samping vaksin rubella?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 10 September 2017 . Waktu baca 7 menit

Vaksin Flu: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberian pada Anak

Vaksin influenza atau vaksin flu kesannya sepele, padahal ini bisa jadi penyelamat nyawa bagi beberapa orang. Tapi, tak semua orang boleh mendapatkannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 21 Februari 2017 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
vaksin flu covid-19

Efektivitas Vaksin Flu dalam Melawan COVID-19, Apakah Bisa Digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
jenis vaksin influenza

Berbagai Jenis Vaksin Influenza dan Pilihan Tepatnya untuk Lansia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
vaksin untuk lansia

4 Jenis Vaksin yang Direkomendasikan untuk Lansia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2018 . Waktu baca 4 menit