Vagina Lecet, Bolehkah Dibersihkan dengan Sabun?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/12/2019
Bagikan sekarang

Dalam beberapa kondisi, vagina bisa mengalami lecet. Membiarkan lukanya tanpa ada perawatan khusus bisa mengakibatkan infeksi pada vagina. Sebab luka terbuka memudahkan bakteri masuk dan meradang.

Salah satu cara yang dipercaya dapat mencegah infeksi pada vagina lecet adalah membasuhnya dengan air dan sabun. Namun, apakah cara ini aman?

Kenapa bisa terjadi lecet pada vagina?

Mungkin Anda pernah atau sedang mengalami luka pada vagina. Hal ini bisa terjadi akibat kegiatan atau kondisi yang berpotensi melukai vagina. Bahkan kondisi hormon, kulit, atau kondisi imunitas seseorang juga memengaruhi kondisi vagina yang lecet dan iritasi.

Berikut beberapa sebab yang dapat membuat luka vagina.

1. Aktivitas seksual

Terkadang aktivitas seksual seperti fingering, masturbasi dengan mainan seks (sex toy), maupun seks yang ekstrem dapat menimbulkan risiko lecet pada vagina.

Selain itu, aktivitas seksual dengan kondisi vagina yang kering, vulvovaginal atropi, psoriasis, maupun kondisi medis tertentu yang menyebabkan vagina mudah terluka (pasca operasi atau kelainan struktur genital). Kondisi tersebut dapat melukai vagina. 

2. Hair removal treatment

Biasanya mencukur atau melakukan hair removal treatment pada bulu kemaluan juga berisiko melukai area vagina. Menurut studi JAMA Dermatology, 25% orang mengalami luka setelah mencukur bulu kemaluannya.

Dalam kategori normal, mencukur bulu kemaluan bisa saja melukai vagina meskipun dalam ukuran mikroskopik. Luka kecil tersebut bisa saja mengakibatkan infeksi pada organ intim.

3. Pasca melahirkan

Biasanya orang yang melahirkan secara normal memiliki luka pada vaginanya. Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists, 53-79% perempuan mendapati lecet atau robekan pada vagina.

Luka pada vagina pasca melahirkan menimbulkan rasa sakit pada area vagina. Tak jarang pula luka tersebut menimbulkan bengkak pada perineum (jarak antara anus dan vulva).

Lantas lecet pada vagina apakah boleh dibersihkan dengan sabun kewanitaan?

Bagian vagina yang tidak boleh dibersihkan

Sebetulnya, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi adalah dengan membasuh vagina. Jika ada pertanyaan apakah dapat membersihkannya dengan sabun, jawabannya tentu bisa.

Membasuhnya dengan air merupakan langkah preventif agar lecet pada vagina tidak berkembang menjadi infeksi. Melansir laman Medical News Daily, sebelum membersihkan vagina, Anda disarankan untuk mencuci tangan dengan air mengalir selama 15-30 detik.

Setelahnya, basuh vagina dengan air hangat dan sabun lembut tanpa aroma. Hal ini penting diingat untuk menjaga kestabilan pH pada vagina.

Basuh hingga bersih. Lalu pastikan agar area kewanitaan benar-benar kering sebelum Anda berpakaian. Anda bisa melakukan cara ini dua kali sehari agar peradangan bakteri tidak bergerak lebih jauh lagi.

Selain menjaga kebersihan organ intim yang luka, Anda bisa menenggak pain killer untuk meredakan rasa sakit pada vagina. 

Untuk mengurangi peradangan pada area terpapar, cobalah mengompresnya dengan ice pack. Namun, hindari kontak langsung antara vagina dengan ice pack. Anda bisa melapisi ice pack dengan handuk kering terlebih dahulu.

Hal yang harus dilakukan ketika luka tak kunjung sembuh

Biasanya lecet pada vagina berangsur pulih dalam waktu seminggu atau lebih. Namun, dalam beberapa kondisi luka tertentu bisa saja menimbulkan komplikasi lain. Misalnya, seperti di bawah ini.

  • pendarahan terus menerus
  • keluar cairan kuning atau keruh
  • rasa sakit yang tidak tertahankan
  • kondisi sebelumnya tak kunjung sembuh

Bila Anda menemui hal tersebut dan telah melakukan upaya untuk meredakan lecet pada vagina, segera konsultasikan pada dokter. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan pengobatan lebih lanjut sesuai kondisi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Perlu Merawat Kebersihan Vagina Dengan Facial Vagina?

Belakangan ini hadir sebuah tren baru untuk membersihkan vagina yang disebut facial vagina alias vajacial. Seperti apa caranya, dan apakah aman?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Benarkah Stres Bisa Menyebabkan Siklus Menstruasi Jadi Kacau?

Menstruasi Anda terlambat dari jawdal bisanya? Mungkin Anda sedang stres. Benarkah stres dan menstruasi yang telat saling berkaitan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Vagina yang Sehat dan Bersih Bisa Jadi Kunci Kesehatan Wanita

Jangan sepelekan kesehatan vagina. Pasalnya, vagina yang sehat bisa menunjang kesehatan wanita secara umum. Kenapa bisa begitu? Cari tahu di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati

Berbagai Penyebab Vagina Lecet Setelah Berhubungan Seks (Plus, Cara Mengatasinya)

Ketika bercinta dengan pasangan, pasti Anda mencari kenikmatan. Akan tetapi, apa jadinya jika vagina luka setelah berhubungan seks? Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Direkomendasikan untuk Anda

tips pertama kali waxing

Tips Pertama Kali Melakukan Brazillian Waxing (Bikini Waxing)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10/10/2019
mengatasi nyeri ovulasi

Cara Mengatasi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) Berdasarkan Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/07/2019
radang leher rahim

Mengenal Servisitis, Penyakit Radang Leher Rahim yang Mengintai Kaum Hawa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 09/02/2019
lama menstruasi

Dalam Sebulan, Berapa Hari Normalnya Menstruasi Berlangsung?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 05/01/2019