Penyebab Vagina Gatal Saat Haid dan Cara MengatasinyaIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menjelang haid atau sesudahnya, beberapa wanita mengeluh vagina jadi terasa gatal dan nyeri saat buang air kecil. Keluhan ini bahkan sudah jadi langganan sebagian orang setiap bulannya. Namun, sebenarnya apa yang menyebabkan vagina gatal saat haid? Apakah hal ini wajar?

Ternyata infeksi ragi (jamur) vagina yang jadi penyebabnya. Infeksi ini memang mungkin saja muncul setiap bulan, tepatnya saat Anda mengalami menstruasi. Penjelasan lengkapnya bisa Anda baca berikut ini.

Mengenal infeksi ragi vagina

Infeksi ragi vagina terjadi karena adanya pertumbuhan jamur di area kewanitaan Anda. Biasanya jamur penyebab infeksi ini adalah Candida albicans. Penyakit ini cukup sering terjadi dan untungnya bisa diobati jika ditangani dengan benar.

Berikut adalah ciri-ciri infeksi ragi vagina, khususnya ketika Anda sedang menstruasi.

  • Vagina gatal
  • Vagina terasa perih ketika buang air kecil atau berhubungan seks
  • Keluar cairan vagina yang kental dan putih, teksturnya agak mirip bubur
  • Bibir vagina (labia) membengkak kalau infeksinya sudah makin parah

Penyebab vagina gatal saat haid

Meskipun cukup sering terjadi, vagina gatal saat haid sebaiknya tidak disepelekan, apalagi dianggap hal yang wajar. Pasalnya, infeksi lebih rentan terjadi kalau Anda tidak menjaga kesehatan vagina dengan baik ketika sedang menstruasi. Berikut adalah berbagai penyebab infeksi vagina sebelum atau saat haid.

1. Perubahan pH vagina sebelum haid

Bila infeksi biasanya muncul kira-kira seminggu sebelum Anda datang bulan, besar kemungkinan penyebabnya adalah perubahan kadar pH di area vagina. Sebelum Anda menstruasi, hormon estrogen Anda menurun cukup drastis. Hal ini menyebabkan keseimbangan bakteri baik di vagina terganggu. Dengan berkurangnya bakteri baik, vagina pun lebih rentan diserang jamur.

2. Jarang ganti pembalut

Infeksi ragi vagina juga bisa muncul saat Anda menstruasi sampai seminggu setelahnya. Jika ini yang biasanya Anda alami tiap bulan, bisa jadi penyebabnya adalah Anda jarang ganti pembalut.

Terlalu lama mengenakan pembalut yang sama membuat vagina jadi lembap. Kondisi vagina yang lembap akhirnya jadi sarang yang nyaman bagi pertumbuhan jamur.

3. Salah pilih celana dalam atau pembalut

Celana dalam dan pembalut dari bahan sintetis bisa menyebabkan iritasi karena kurangnya sirkulasi udara. Pembalut yang mengandung pewangi tertentu juga bisa sebabkan iritasi pada jaringan vagina yang sangat peka. Iritasi akan membuat area kewanitaan Anda lebih rentan terhadap pertumbuhan dan infeksi jamur.

menjaga kesehatan vagina

Cara mengatasi infeksi vagina saat haid

Tenang, infeksi ragi vagina umumnya tidak membahayakan dan bisa segera diatasi. Perhatikan langkah-langkah tepat mengobati dan mencegah munculnya infeksi ragi saat haid berikut ini.

1. Periksa ke dokter

Dokter akan memberikan obat-obatan antijamur yang ampuh menghentikan infeksi. Bila infeksinya cukup serius, dokter mungkin meresepkan pengobatan tertentu yang harus dijalani selama kurang lebih enam bulan.

2. Pakai celana yang nyaman dan pembalut tak berpewangi

Pilih yang bahan dasarnya katun dan bisa menyediakan sirkulasi udara yang baik untuk vagina. Jangan pakai pembalut yang mengandung zat kimia tambahan seperti parfum atau deodoran.

3. Rutin ganti pembalut

Untuk mencegah vagina gatal saat haid, Anda harus ganti pembalut paling tidak setiap empat jam sekali.

4. Kurangi makanan manis dan tinggi karbohidrat

Jamur dan bakteri jahat di vagina akan berkembang biak makin pesat kalau Anda banyak mengonsumsi makanan yang manis dan tinggi karbohidrat.

5. Jangan cuci vagina dengan sabun

Sabun kewanitaan atau sabun mandi Anda mengandung bahan kimia yang sebenarnya tidak cocok untuk vagina. Sabun kewanitaan justru akan mengacaukan kadar pH sehingga bakteri baik yang bertugas untuk menjaga kesehatan vagina ikut mati.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 22, 2017 | Terakhir Diedit: Agustus 8, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca