6 Kesalahan yang Sering Anda Lakukan Saat Membersihkan Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Merawat vagina agar tetap bersih itu sangat penting. Namun, masih banyak wanita yang menyepelekan kebersihan vagina. Nanti jika akhirnya mengalami infeksi vagina atau penyakit lainnya baru menyesal. Nah, supaya tidak menyesal di kemudian hari, perhatikan berbagai kesalahan saat membersihkan vagina berikut ini. Jangan sampai Anda melakukannya, ya.

Kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan vagina

Supaya Anda bisa merawat vagina dengan efektif, Anda harus tahu dulu seperti apa ciri-ciri vagina yang bersih dan sehat. Dirangkum dari situs kesehatan WebMD, vagina yang sehat memang akan mengeluarkan cairan vagina alami. Warnanya bisa bening, tapi mungkin juga agak keruh seperti susu. Selama cairannya tidak bau menyengat, hal ini masih wajar.

Bila cairan vagina menggumpal, bau menyengat, atau berwarna pekat seperti kuning, hijau, dan kecokelatan, bisa jadi Anda mengalami infeksi bakteri atau jamur. Infeksi pada vagina bisa disebabkan oleh cara merawat vagina yang salah. Untuk mencegah infeksi, hindari enam cara yang keliru saat membersihkan organ intim Anda berikut ini.

1. Malas membersihkan vagina

Anda harus rutin membersihkan vagina paling tidak sehari sekali. Kalau Anda malas membersihkan, minyak, keringat, dan bakteri jahat bisa menumpuk terlalu banyak di area ini. Akibatnya, Anda lebih rentan kena infeksi. Oleh karena itu, cuci vagina Anda dengan air suam-suam kuku, satu atau dua kali sehari.

Namun, bila Anda sedang menstruasi, sebaiknya cuci vagina Anda hingga dua kali sehari. Hal ini disampaikan oleh seorang spesialis kandungan dan saluran kemih dari University College Hospital, London, yaitu dr. Suzy Elneil.

2. Terlalu sering mencuci vagina

Kalau jarang membersihkan vagina bisa meningkatkan risiko infeksi, rupanya terlalu sering mencuci vagina juga berisiko. Ini karena organ intim Anda sudah punya sistem khusus untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat. Bakteri baik yang ada di area vagina bertugas untuk mencegah infeksi bakteri jahat serta infeksi jamur.

Nah, terlalu sering mencuci vagina akan mengacaukan keseimbangan bakteri baik dan jahat di area vagina. Bakteri yang baik bisa ikut mati, yang berarti jamur serta bakteri jahat akan semakin ganas menyerang. Jadi, cuci vagina Anda secukupnya, yaitu satu atau dua kali sehari.

3. Pakai sabun mandi untuk mencuci vagina

Sabun mandi Anda tidak dirancang dengan tingkat pH yang sesuai pada area vagina. Karena itu, pakai sabun mandi untuk mencuci vagina justru bahaya karena kadar pH di vagina jadi tidak seimbang. Kadar pH yang seimbang dibutuhkan guna menjaga banyaknya bakteri baik yang berfungsi untuk melawan infeksi.

Jadi, kalau Anda mengalami berbagai gejala infeksi seperti vagina gatal, bau, atau keputihan, hindari pakai sabun mandi untuk mencuci vagina dan pastikan hanya membasuh bagian luar organ kewanitaan Anda saja (vulva). Bila perlu, gunakan produk antiseptik khusus untuk vagina yang tingkat pH-nya sudah disesuaikan, atau yang mengandung bahan aktif seperti Povidone Iodine. Zat ini bisa membantu meredakan keputihan, gatal, atau bau tak sedap saat vagina mengalami infeksi.

Gunakan pembersih vagina hanya untuk bagian luar vagina, bukan bagian dalam, supaya tidak membunuh bakteri baik.

4. Mengeringkan dan membilas vagina dari belakang

Hati-hati ketika Anda mengeringkan vagina usai buang air kecil atau mandi. Jangan mengeringkan vagina dengan menggosok tisu dari arah belakang (bokong) ke depan (vagina). Arah yang benar yaitu sebaliknya, dari depan ke bokong.

Menurut seorang spesialis penyakit dalam serta kesehatan wanita asal Amerika Serikat, dr. Holly Phillips, mengeringkan atau membilas vagina dari belakang sama saja dengan memindahkan berbagai kuman dan bakteri jahat dari dubur dan lubang kemih menuju bukaan vagina. Anda pun jadi rentan mengalami infeksi saluran kencing.

5. Tidak berhati-hati saat mengeringkan vagina

Selain salah arah, banyak wanita sering terburu-buru ketika mengeringkan vagina sehingga terjadi iritasi. Saat mengeringkan vagina, tepuk dan gosok tisu secara perlahan dari depan ke belakang. Jangan digosok terlalu keras karena organ intim Anda memiliki jaringan-jaringan yang sangat sensitif. Karena itu, gunakan tisu atau handuk yang lembut saat mengeringkan vagina dan jangan terlalu buru-buru.  

6. Vagina tidak dikeringkan sampai tuntas

Meskipun harus pelan-pelan, vagina tetap wajib dikeringkan sampai tuntas. Kalau Anda tidak mengeringkan vagina setelah buang air kecil atau mandi, area tersebut akan jadi lembap. Vagina yang lembap akan jadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan kuman serta bakteri jahat penyebab infeksi. Jadi, biasakan untuk membawa tisu yang halus dan keringkan organ intim Anda sampai tuntas setelah buang air kecil atau mandi.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit