4 Fungsi USG Transvaginal untuk Wanita Maupun Pria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Umumnya, teknologi USG dikenal hanya untuk memeriksakan kondisi kandungan. Nyatanya, ada banyak jenis USG dengan manfaatnya masing-masing. Nah, salah satu USG yang mungkin jarang atau bahkan belum pernah Anda dengar adalah USG panggul alias transvaginal. Berikut adalah manfaat dan fungsi USG transvaginal.

Fungsi USG transvaginal

Seperti namanya, USG ini memang menggunakan transduser (alat khusus) yang dimasukkan ke dalam lubang vagina. Tentu saja hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pasien.

1. Memeriksa organ dalam wanita

Fungsi utama dari USG transvaginal adalah membantu tim medis mengetahui kondisi organ dalam wanita. Organ yang bisa dilihat dan diperiksa dari prosedur ini seperti: 

  • Vagina
  • Serviks
  • Rahim
  • Tuba fallopi
  • Ovarium
  • Kandung kemih

Maka itu, transduser akan dimasukkan ke dalam vagina untuk melihat berbagai organ tersebut. 

fungsi usg transvaginal

2. Pemeriksaan kehamilan

Pada umumnya, ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan USG abdominal saja. USG abdomina tersebut biasanya untuk mendeteksi jenis kelamin dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Nah, selain USG abdominal, dokter kandungan akan menyarankan ibu untuk melakukan USG transvaginal jika memiliki risiko tertentu. Pasalnya, USG transvaginal ini memiliki fungsi seperti: 

  • Mendeteksi detak jantung janin
  • Memberikan kepastian apakah memang hamil atau tidak
  • Memastikan usia kehamilan
  • Melihat kondisi tali plasenta
  • Memantau kehamilan yang memiliki risiko keguguran yang tinggi
  • Mengetahui pendarahan abnormal di dalam kandungan

3. Pemeriksaan dengan gejala tertentu

Selain yang telah disebutkan di atas, para dokter juga menggunakan USG panggul untuk memeriksa beberapa gejala yang terjadi organ dalam atau tidak bisa terdeteksi dari luar. Berikut adalah gejalanya:

  • Sakit pada panggul
  • Pendarahan vagina tanpa sebab
  • Infertilitas atau mandul

4. Pemeriksaan organ dalam pria

Tak hanya untuk wanita, USG transvaginal juga bisa dilakukan oleh pria. Biasanya, dokter akan merekomendasikan prosedur ini jika ada masalah atau gejala yang timbul pada organ dalam seperti:

  • Kandung kemih
  • Kelenjar prostat
  • Vesikula seminalis (kelenjar yang menambah cairan semen)

Risiko dan efek samping USG transvaginal

Tidak seperti X-Ray pada umumnya, USG panggul lebih aman dan baik untuk ibu hamil maupun janinnya karena tidak menggunakan radiasi. Biasanya, USG transvaginal tidak menimbulkan risiko atau efek samping apa pun. 

Hanya saja, mungkin Anda akan merasa tidak nyaman selama proses USG dilakukan karena alat harus dimasukkan ke dalam vagina. Akan tetapi, hal tersebut akan hilang begitu proses pemeriksaan selesai. 

Hasil pemeriksaan USG transvaginal

Setelah diperiksa selama kurang lebih 30-60 menit, Anda akan menerima hasil USG dalam sehari atau dua hari setelahnya. USG transvaginal ini memiliki fungsi untuk mendeteksi berbagai penyakit yang umum pada wanita seperti:

  • Kanker pada sistem reproduksi
  • Fibroid
  • Kehamilan ektopik
  • Plasenta previa
  • Keguguran

Jika setelah USG transvaginal dilakukan dan Anda dicurigai mengalami kondisi tersebut, maka dokter akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca