6 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum (dan Mungkin Anda Idap)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/05/2020
Bagikan sekarang

Sering kali mungkin Anda mendengar tentang penyakit autoimun, penyakit yang disebabkan oleh sistem imun atau kekebalan tubuh Anda sendiri. Beberapa penyakit memang dapat disebabkan oleh sistem imun Anda sendiri. Adanya kesalahan pada sistem imun Anda dapat menyebabkan tubuh Anda menyerang dirinya sendiri. Apa saja yang termasuk penyakit autoimun?

Apa itu penyakit autoimun?

Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri. Penyakiyt ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh Anda salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh Anda, dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Sementara itu, penyebab pasti mengapa sistem imun Anda menyerang sel sehat dalam tubuh belum diketahui.

Penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah. Ada sebanyak 80 jenis penyakit autoimun.

Bergantung pada jenisnya, penyakit autoimun ini dapat memengaruhi satu atau banyak jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan pertumbuhan organ menjadi abnormal dan mengakibatkan perubahan fungsi pada organ. Pengobatan untuk  penyakit autoimun fokus pada mengurangi gejala dan aktivitas sistem imun karena tidak ada pengobatan yang benar-benar bisa menyembuhkannya.

Apa saja penyakit autoimun yang umum terjadi?

Berikut ini merupakan jenis-jenis penyakit autoimun yang umum terjadi:

1. Rematik

Rematik atau radang sendi merupakan penyakit autoimun yang menyerang sendi. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menempel pada lapisan sendi, sehingga sel imun menyerang sendi dan menyebabkan radang, pembengkakan, dan nyeri. Orang dengan rematik biasanya merasakan gejala seperti sendi sakit, kaku, dan bengkak, sehingga dapat mengurangi geraknya. Jika tidak diobati, rematik dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen secara bertahap.

2. Lupus

Lupus atau lupus eritematosus sistemik dapat terjadi saat antibodi yang dihasilkan tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Beberapa jaringan yang umumnya terkena lupus adalah ginjal, paru-paru, sel darah, saraf, kulit, dan sendi. Orang dengan lupus dapat mengalami gejala, seperti demam, berat badan turun, rambut rontok, kelelahan, ruam, nyeri atau bengkak pada sendi dan otot, sensitif terhadap sinar matahari, sakit dada, sakit kepala, dan kejang.

3. Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kulit baru yang sangat cepat sehingga menumpuk di permukaan kulit. Penyakit ini menyebabkan kulit menjadi kemerahan, lebih tebal, bersisik, dan terlihat seperti bercak putih-perak. Selain itu, juga dapat menyebabkan gatal dan nyeri pada kulit. 

4. Penyakit radang usus

Sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan usus disebut dengan penyakit radang usus (inflammatory bowel disease/ IBD), karena dapat menyebabkan radang kronis pada saluran pencernaan. Penyakit ini dapat muncul dengan gejala diare, perdarahan pada dubur, buang air besar yang mendesak, sakit perut, demam, berat badan turun, dan kelelahan.

Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif merupakan bentuk penyakit radang usus yang paling umum. Gejala penyakit Crohn disertai dengan ulkus mulut, sedangkan gejala dari kolitis ulseratif sering disertai dengan kesulitan buang air besar.

5. Diabetes mellitus tipe 1

Penyakit ini disebabkan oleh antibodi sistem imun yang menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin (hormon yang dibutuhkan dalam mengontrol kadar gula darah) di pankreas. Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan insulin, sehingga kadar gula darah Anda menjadi tinggi. Gula darah yang terlalu tinggi ini kemudian dapat memengaruhi penglihatan, ginjal, saraf, dan gusi Anda. Penderita diabetes mellitus tipe 1 membutuhkan suntikan insulin secara rutin untuk mengontrol penyakitnya agar tidak bertambah parah.

6. Sklerosis ganda

Multiple sclerosis atau sklerosis ganda adalah penyakit autoimun yang menyerang lapisan pelindung di sekitar saraf. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Orang dengan sklerosis ganda dapat menunjukkan gejala, seperti kebutaan, koordinasi yang buruk, kelumpuhan, otot menegang, mati rasa, dan lemah. Gejalanya bisa bervariasi karena lokasi dan tingkat serangannya berbeda-beda antar individu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Sahur untuk Penderita Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun tidak harus jadi penghalang untuk berpuasa. Ini tips sahur sehat untuk penderita penyakit autoimun yang ingin berpuasa dengan nyaman.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hari Raya, Ramadan 23/04/2020

Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

Psoriasis adalah penyakit perandangan kulit. Kondisi ini disebut-sebut dapat memicu insomnia. Bagaimana sebenarnya hubungan psoriasis dengan insomnia?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Psoriasis Guttata

Psoriasis guttata (gutata) adalah psoriasis yang menyebabkan bintik-bintik merah menyebar luas pada kulit. Ketahui penyebab dan pengobatannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Psoriasis Inversa

Psoriasis inversa adalah jenis psoriasis yang menyerang area kulit yang berlipat dan berkerak. Kenali gejala, penyebab, dan pengobatannya di ulasan ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

obat pemicu psoriasis

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
risiko covid-19 pada penderita lupus

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020
komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Salep psoriasis

6 Pilihan Salep yang Ampuh Redakan Gejala Psoriasis

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020