High Intensity Interval Training Vs. Low Intensity Steady State: Mana yang Lebih Baik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Jika Anda sedang menentukan olahraga apa yang paling tepat untuk menurunkan berat badan dan membakar kalori, coba kenali jenis-jenis olahraga kardio yang sedang digemari beberapa waktu belakangan ini. Ya, olahraga HIIT (High Intensity Interval Training) dan LISS (Low Intensity Steady State Cardio) adalah dua jenis olahraga kardio yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Olahraga ini dibedakan berdasarkan intensitas dan tipe latihannya.

Nah, jadi dari kedua jenis olahraga ini mana yang lebih baik untuk dilakukan? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Apa itu olahraga LISS?

LISS merupakan kependekan dari Low Intensity Steady State yang berarti olahraga kardio yang dilakukan dengan tingkat aktivitas yang rendah, tapi dalam jangka waktu yang lama. Waktunya berkisar selama 20-45 menit. Contoh olahraga LISS yakni berenang, bersepeda, joging santai, lompat tali, dan sepeda statis.

Meski intensitasnya lebih rendah dibandingkan olahraga HIIT, manfaatnya tidak kalah dengan olahraga HIIT karena olahraga LISS berperan penting dalam penurunan lemak tubuh. Olahraga LISS biasanya dianjurkan bagi para pemula yang sebelumnya jarang melakukan olahraga dan ingin memulai dari latihan ringan, penderita diabetes, orang dengan berat badan berlebih dan obesitas.

Apa itu olahraga HIIT?

High Intensity Interval Training (HIIT) adalah olahraga kardio dengan intensitas tinggi yang dilakukan dalam waktu singkat, sekitar 10-20 menit. Meski begitu, latihan ini sama manfaatnya dengan 2 kali latihan intensitas sedang.

Kegiatan yang bisa dilakukan selama olahraga HIIT beragam. Misalnya bersepeda, lari sprint, zumba, pilates, maupun latihan berat lainnya. Latihan interval intensitas tinggi melibatkan periode latihan yang singkat, tapi dengan jenis latihan berat untuk membuat detak jantung Anda meningkat lebih cepat. Polanya berawal dari intensitas sedang, kemudian beralih ke intensitas tinggi secara bergantian dalam interval yang telah ditentukan.

Contoh latihannya, dengan melakukan pemanasan joging ringan selama 5-10 menit. Dilanjutkan lari sprint sekitar 15-20 detik, dan terakhir Anda bisa berjalan selama 60-90 detik sebagai masa pemulihan. Ulangi tahapan ini sebanyak 5 sampai 10 kali, tujuannya untuk meningkatkan kapasitas tubuh Anda.

Olahraga HIIT juga disebut-sebut sebagai salah satu metode yang paling efektif untuk membakar lemak dan meningkatkan kebugaran jantung serta pembuluh darah.

interval training

Jadi lebih baik pilih olahraga HIIT atau olahraga LISS?

Sebelum menentukan pilihan olahraga kardio mana yang terbaik untuk Anda, tentukan dulu hasil kesehatan seperti apa yang Anda harapkan. Bila tujuan Anda adalah untuk membakar lemak, pilihan terbaik mungkin jatuh pada olahraga LISS. Sebab olahraga ini mengutamakan pengurangan lemak dalam tubuh. Semakin lama durasi latihan yang dilakukan, maka akan semakin banyak lemak yang dibakar.

Namun, penelitian menyatakan bahwa melakukan LISS lebih dari 45 menit dapat mengakibatkan hilangnya massa otot. Pasalnya, bukan lagi lemak yang diubah menjadi sumber energi, melainkan massa otot karena tubuh memanfaatkan jaringan otot sebagai sumber energi. Sementara pada olahraga HIIT, tugas utamanya yakni membakar karbohidrat untuk digunakan sebagai energi, dan lemak hanya sebagai sumber alternatifnya.

Bila Anda mencari olahraga kardio yang bisa membantu mengurangi risiko terserang diabetes dan penyakit jantung, olahraga HIIT adalah jawabannya. Sebab olahraga ini memberi manfaat bagi kesehatan jantung dan penurunan berat badan.

Yang perlu Anda ingat, meskipun olahraga HIIT mampu membakar karbohidrat lebih banyak tapi intensitas dalam olahraga ini membutuhkan beberapa pertimbangan. Pasalnya, latihan ini lebih direkomendasikan bagi mereka yang sudah terbiasa berolahraga. Jika Anda termasuk pemula atau jarang melakukan olahraga, risiko cedera yang terjadi akan lebih besar.

Pada intinya, pilihan terbaik ada di tangan Anda dengan tetap mempertimbangkan frekuensi dan tujuan Anda berolahraga. Jangan sampai manfaat baik dari olahraga tidak bisa Anda dapatkan karena salah memilih jenis olahraga.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca