Tanaman Stevia Sebagai Pengganti Gula, Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/05/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mendengar bahan makanan sebagai pengganti gula? Ada berbagai bahan pengganti gula, yaitu yang termasuk kategori pemanis alami, alkohol gula, dan pemanis buatan. Stevia sendiri tidak termasuk ke dalam ketiga kategori tersebut. Tanaman stevia dikategorikan sebagai pemanis baru (novel sweeteners). Mengapa demikian? Apakah dengan begitu, stevia mengandung banyak manfaat dibanding pemanis lainnya?

Apa itu stevia?

Stevia diekstraksi dari daun tanaman yang masuk ke dalam famili Ateraceae, sering dikaitkan dengan tumbuhan daisy atau ragweed. Di Paraguay dan Brasil, sudah ratusan tahun, orang-orang menggunakan daun dari tanaman Stevia rebaudiana (Bertoni) untuk memaniskan makanan. Bahkan stevia digunakan untuk pengobatan tradisional untuk mengobati masalah perut, luka bakar, dan terkadang dipakai sebagai kontrasepsi di negara tersebut.

Berikut ini adalah beberapa macam tipe stevia:

Stevia dengan daun hijau

  • Diproses dari semua tipe stevia
  • Unik karena daun hijau stevia tidak mengandung kalori atau gula, tapi rasanya manis
  • Digunakan di Jepang dan Amerika Selatan selama ribuan tahun sebagai pemanis alami dan pengobatan
  • Memiliki rasa yang sangat manis, 30-40 kali lebih manis dibandingkan gula
  • Memiliki manfaat yang dikaitkan dengan level gula darah, kanker, kolesterol, tekanan darah tinggi
  • Cara mengonsumsinya yang baik adalah dengan mengonsumsi secukupnya

Ekstrak stevia

  • Kebanyakan produk mengekstraksi bagian manis dan sedikit pahit (rebaudioside) dari stevia. Tidak ada manfaat kesehatan yang ditemukan pada stevioside (daun stevia yang manis).
  • Tidak memiliki kalori atau gula
  • Memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan stevia yang berasal dari daunnya
  • Bahkan 200 kali lebih manis dibandingkan dengan gula

Apakah tanaman stevia aman untuk dikonsumsi?

Kebanyakan orang merasa baik-baik saja setelah mengonsumsi stevia, namun perlu ditekankan bahwa reaksi stevia pada setiap orang akan berbeda-beda. Manfaat dan efek dari mengonsumsi stevia tergantung pada jenis stevia apa yang Anda konsumsi. Ketika pemanis rendah kalori telah mendapat persetujuan dari BPOM, berarti pemanis tersebut aman untuk digunakan.  Namun, tidak semua stevia dibuat dengan seimbang. Ada beberapa jenis stevia yang dibuat dengan lebih banyak proses kimianya dibandingkan dengan kandungan stevianya. Pun dengan dampak negatifnya, masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampak negatif yang benar-benar disebabkan oleh stevia.

Stevia tidak memiliki kalori dan bersifat 200 kali lebih manis daripada gula dalam takaran yang sama. Karena tidak ada kalori pada pengganti gula ini, jelas kita akan berasumsi bahwa pemanis ini baik digunakan untuk diet. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan, mengganti gula dengan pemanis buatan atau pemanis rendah kalori lainnya tidak otomatis memudahkan Anda untuk menurunkan berat badan.

Berdasarkan kajian dalam International Journal of Obesity and Related Metabolic Disorders, penelitian pada tahun 2004 pada tikus menunjukkan pemanis rendah kalori membuat binatang menjadi makan yang berlebihan. Seorang penulis penelitian kemudian berpendapat orang yang menggunakan pemanis buatan dapat mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelebihan gula, seperti sindrom metabolik. Sindrom ini dapat memicu diabetes.

Perlu Anda ketahui, adanya pendapat lain yang mengungkapkan bahwa stevia tidak memiliki efek samping pada masalah metabolisme jangka pendek. Bahkan penelitian pada tahun 2010, yang melibatkan 12 orang yang mengidap obesitas dan 19 orang yang memiliki badan kurus, tidak ditemukan perilaku makan yang berlebihan. Gula darah setelah memakan yang mengandung stevia makan juga lebih rendah dibandingkan dengan makanan yang mengandung gula. Stevia juga mampu membuat kadar insulin menurun dibandingkan dengan pemanis buatan lain, seperti aspartame dan sukrosa.

Apa  saja manfaat dari stevia?

Berdasarkan situs draxe.com, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan kemampuan stevia sebagai pengobatan alami. Tanaman tersebut  dapat membawa keuntungan untuk proses penyembuhan. Apa saja klaim manfaat tersebut?

  • Memiliki kemampuan antikanker. Sebuah jurnal Food Chemistry yang dipublikasikan studi Kroasia menunjukkan stevia diduga memiliki manfaat potensial untuk pengobatan alami dari kanker usus, digabungkan dengan daun blackberry.
  • Baik untuk diabetes. Menggunakan stevia dibandingkan gula akan sangat membantu untuk penderita diabetes. Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan Journal of Dietary Supplement, ada evaluasi tentang bagaimana stevia berpengaruh pada tikus yang terkena diabetes, lalu ditemukan tikus yang diberi sekitar 200 dan 500 mg setiap hari mengalami penurunan level gula darah, trigliserida,dan alkali fosfatase. Penelitian pada manusia juga menunjukkan mengonsumsi stevia sebelum makan dapat mengurangi level gula darah setelah makan dan insulin.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi. Glikosida pada ektrak stevia ditemukan bisa melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan pengeluaran natrium, kedua hal tersebut dapat membantu dalam menjaga tekanan darah pada level yang sehat.

Memang banyak ditemukan berbagai macam manfaat dari stevia, tapi untuk mengonsumsinya, sebaiknya secukupnya saja. Tetap hindari mengonsumsinya secara berlebihan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pemanis Pengganti Gula untuk Anda yang Sedang Diet Keto

Menjalani diet keto membuat Anda harus menghindari makanan manis. Namun, Anda tetap bisa menikmatinya dengan memilih pemanis yang tepat untuk diet keto.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 23/10/2019 . 5 menit baca

Yuk, Kenalan dengan Miracle Fruit, Buah Berry dengan Manfaat yang Ajaib

Miracle fruit telah banyak dikenal sebagai buah ajaib karena kemampuannya mengubah rasa makanan di lidah. Apa saja manfaat buah ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 27/08/2019 . 4 menit baca

6 Kebaikan Madu Bagi Ibu Selama Masa Kehamilan

Katanya, madu punya banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan. Lalu, bagaimana dengan ibu hamil? Apakah madu juga punya manfaat untuk ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 08/04/2019 . 4 menit baca

4 Efek Buruk Konsumsi Pemanis Buatan Bagi Kesehatan

Sama seperti gula pasir, kebanyakan konsumsi pemanis buatan juga menyimpan banyak risiko masalah kesehatan dalam jangka panjang. Apa saja? 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/01/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 7 menit baca
pengaruh sensitivitas insulin

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . 4 menit baca
manfaat gula aren

Manfaat Gula Aren, Apakah Semanis Rasanya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21/01/2020 . 4 menit baca
bahaya pemanis buatan untuk anak

Apakah Pemanis Buatan Aman Dikonsumsi Anak-anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 02/11/2019 . 3 menit baca