7 Hal Tak Terduga yang Bisa Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai penyakit yang hanya bisa menimpa orang tua atau orang gemuk. Padahal, anak muda dan orang bertubuh kurus juga bisa saja memiliki kadar kolesterol di atas batas normal. Kok bisa? Nah, penting bagi Anda mengetahui apa saja penyebab kolesterol naik untuk mengetahui seberapa besar risiko Anda, juga sekaligus menghindari risiko komplikasinya di kemudian hari.

Berbagai penyebab dan faktor risiko kolesterol tinggi

Faktanya, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab kolesterol tinggi. Mulai dari kebiasaan sehari-hari yang sebenarnya bisa dicegah hingga kondisi medis tertentu. Mana yang Anda alami?

1. Usia

periksa kesehatan bagi lansia

Salah satu faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi adalah usia. Semakin bertambahnya usia Anda, maka kemungkinan untuk mengalami kondisi ini semakin besar.

Misalnya, pria yang usianya sudah menginjak 45 tahun ke atas dan wanita yang usianya sudah lebih dari 55 tahun ke atas, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Namun, bukan berarti pada usia yang telah disebutkan, Anda pasti mengalami kondisi tersebut.

Hal ini biasanya dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan metabolisme tubuh yang juga semakin menurun. Jadi, tak heran jika kebanyakan orang lanjut usia memiliki kolesterol LDL lebih tinggi daripada anak muda.

Tetapi, Anda harus tetap menjaga agar kadar kolesterol di dalam tubuh dalam kondisi normal, meski Anda masih muda. Artinya, bukan berarti saat Anda masih muda, kolesterol Anda tidak meningkat karena bisa saja kadar kolesterol Anda tinggi karena penyebab lainnya.  

2. Kebiasaan makan tak sehat

mencerna makanan berlemak

Kebiasaan makan dan jajan sembarangan dapat menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol dalam darah. Apalagi jika Anda terbiasa mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans.

Lemak jenuh memang mudah ditemukan pada makanan. Anda bisa menemukannya pada daging sapi, daging domba, mentega, krim, dan keju yang terbuat dari 2% susu. Sementara itu, makanan yang terbuat dari tumbuhan dan memiliki kandungan kolesterol tinggi adalah kelapa serta minyak kelapa.

Sementara itu, lemak trans adalah lemak yang telah diolah oleh pabrik dan ditambahkan dengan hidrogen untuk membuat minyak sayuran menjadi lebih kental. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan justru menurunkan kadar kolesterol baik di dalam darah.

Alih-alih mengonsumsi lemak jenuh, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh. Pasalnya, lemak tak jenuh dapat membantu Anda mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh.

3. Malas gerak

Apa benar orang malas cenderung iq tinggi?

Coba pikirkan, berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk tiduran atau duduk leyeh-leyeh sembari mengecek ponsel, menonton televisi, atau hanya bermain game. Tahukah Anda bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol di dalam darah?

Ya, kurang aktif bergerak dan malas berolahraga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini. Apalagi jika hal ini didukung dengan pilihan makanan yang tidak sehat dan kaya akan lemak. Pasalnya, tumpukan lemak akan terus mengendap di dalam pembuluh darah dan tidak terbakar melalui aktivitas fisik seperti olahraga.

Selain itu, olahraga juga dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Maka dari itu, hindari kebiasaan malas bergerak dengan cara rutin berolahraga.

4. Berat badan berlebih

obesitas

Berat badan berlebih bisa menjadi salah satu penyebab kadar kolesterol tinggi. Pasalnya, kelebihan berat badan biasanya menjadi pertanda kelebihan kadar lemak di dalam tubuh. Jika lemak berlebih, maka kemungkinan besar kadar kolesterol pun juga tinggi.

Selain itu, kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung yang terjadi akibat kenaikan kolesterol. Sementara itu, banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kelebihan berat badan. Misalnya, malas berolahraga, kebiasaan makan makanan kaya lemak, hingga kebiasaan kurang tidur.

Jika Anda memang tidak ingin mengalami kadar kolesterol tinggi, Anda bisa memperkecil kemungkinannya dengan cara menjaga berat badan agar tetap ideal. Hal ini menjadi upaya agar kadar kolesterol baik atau HDL dan kadar kolesterol jahat atau LDL di dalam tubuh menjadi stabil.

Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah tergolong melebihi batas normal, cobalah untuk mengukurnya dengan kalkulator Body Mass Index (BMI). Jika BMI Anda 30 atau lebih maka Anda sudah masuk kategotri kelebihan berat badan.

Dengan berusaha menjaga berat badan agar tetap ideal, berarti Anda telah menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit lain yang mungkin timbul akibat kadar kolesterol tinggi.

5. Kebiasaan merokok

dampak negatif rokok

Percaya atau tidak, kebiasaan merokok bisa menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh. Hal ini disebabkan adanya zat acrolein yang terdapat pada rokok. Zat ini dapat memengaruhi kadar LDL di dalam tubuh dengan cara menghalangi kerja enzim yang bertanggung jawab menjaga kadar LDL agar tetap pada batas normal.

Tanpa enzim ini, kolesterol LDL di dalam tubuh menjadi rentan terhadap proses oksidasi. Masalahnya, oksidasi dapat mengubah struktur molekul dan menyebabkan sistem imun tidak lagi mengenali LDL. Hal ini mengakibatkan penumpukan kolesterol jahat di dalam tubuh.

Jika kadar kolesterol jahat semakin menumpuk di dalam aliran darah Anda, semakin tinggi kemungkinan Anda mengalami serangan jantung dan stroke. Oleh sebab itu, berhenti merokok merupakan salah satu upaya yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari penyakit dan masalah kesehatan yang tidak Anda inginkan.

Baik perokok aktif maupun pasif sama-sama berisiko tinggi mengalami penyumbatan pembuluh darah arteri yang bisa mengakibatkan berbagai masalah jantung seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

6. Penyakit tertentu

nefropati diabetik

Penyebab kolesterol tinggi lainnya adalah riwayat penyakit yang Anda miliki. Beberapa penyakit berpotensi meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Oleh sebab itu, Anda pun harus berhati-hati dengan segala kondisi kesehatan yang Anda miliki. Beberapa kondisi kesehatan yang harus Anda waspadai di antaranya:

  • Diabetes
  • Gangguan liver dan masalah ginjal
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan kelenjar tiroid

Obat-obatan tertentu ada juga bisa menyebabkan kenaikan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Beberapa jenis obat-obatan ini meliputi progestin, steroid anabolik, dan kortikosteroid.

7. Riwayat kesehatan keluarga

mudik dengan lansia

Merasa tidak melakukan berbagai hal di atas, tapi kadar kolesterol tetap tinggi? Bisa jadi penyebab kolesterol tinggi yang Anda alami adalah riwayat kesehatan keluarga. Pasalnya, kondisi ini bisa diturunkan dari ayah, ibu, bahkan kakek dan nenek. Kondisi ini disebut familial hypercholesterolemia. 

Mutasi gen yang diwariskan dari orangtua dapat mengontrol setiap sel di tubuh kita agar tidak bisa cepat menghilangkan kolesterol LDL, atau bisa juga menyebabkan hati menghasilkan terlalu banyak LDL.

Tingkat keparahan dari kondisi ini biasanya dipengaruhi seberapa banyak kadar kolesterol LDL di dalam darah. Jika riwayat keluarga menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol di dalam darah, Anda perlu berhati-hati.

Segera lakukan tes darah untuk mengetahui seberapa tinggi kadar kolesterol Anda untuk melakukan penanganan yang tepat. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan penyakit jantung yang tidak Anda harapkan.

Baca Juga:

Sumber