Buah Mentah VS Buah Matang, Mana yang Lebih Banyak Nutrisinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti memiliki satu jenis buah yang paling disukai. Terlepas dari rasanya, beberapa orang beralasan menyukai buah tertentu karena kandungan nutrisinya. Namun, kandungan nutrisi buah berbeda-beda bergantung dari ukuran maupun kondisinya, baik itu mentah atau matang. Nah, di antara keduanya, mana yang lebih bernutrisi?

Manfaat makan buah bagi kesehatan

Makan buah tidak hanya memanjakan lidah Anda dengan rasa manis dan asam, tapi juga memberikan manfaat bagi tubuh. Menurut United Stated Departemen of Agriculture buah merupakan sumber banyak nutrisi penting seperti vitamin, kalium, serat, dan folat. 

Selain itu, buah tidak mengandung kolesterol dan sebagian besar jenisnya rendah lemak, natrium, dan kalori. Semua nutrisi tersebut dapat menurunkan berbagai risiko penyakit, seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, obesitas, batu ginjal, dan hipertensi.

Bahkan, kandungan antioksidannya terbukti melindungi tubuh dari kanker. Itulah sebabnya Anda perlu makan buah setiap hari

Kandungan nutrisi buah mentah dan buah matang

buah kaya air

Buah yang Anda makan, merupakan hasil dari proses pertumbuhan, pematangan, dan mekanisme pertahanan suatu tanaman. Saat tanaman berbuah mengalami penyerbukan, bunganya akan berubah menjadi buah. 

Awalnya, buah berukuran kecil dan berwarna lebih cerah atau pekat. Seiring waktu, ukuran buah akan membesar dan warnanya jadi lebih menarik. 

Buah tidak selalu dikonsumsi saat kondisinya sudah matang, beberapa di antaranya sering dimakan saat masih mentah, contohnya mangga untuk rujak. Nah, bila dilihat dari kondisi mentah dan matang, nutrisi buah mana yang paling tinggi?

Perbedaan tingkat kematangan, membuat setiap kandungan nutrisi buah berbeda-beda. Salah satu yang paling menonjol adalah kandungan gula alami

Jika Anda makan buah yang matang tentu rasanya lebih manis ketimbang buah yang masih mentah, bukan? Ya, ini menandakan bahwa kandungan gula alami pada buah matang lebih tinggi daripada buah mentah. 

Tidak hanya gula alami, kandungan antioksidan pada buah juga meningkat. Contohnya, buah apel dan pir. Ketika buah ini mulai matang dan warna kehijauannya memudar, kelompok nutrisi tertentu mengalami perubahan, yakni katabolit klorofil nonfluoresen (NCC).

NCC adalah antioksidan yang membuat buah apel dan pir beraroma harum dan membuat tekstur apel lebih keras sementara pir lebih lunak. Kandungan NCC yang tinggi pada kedua buah tersebut bisa bertahan dalam waktu satu minggu. 

Begitu juga dengan buah anggur, beri, dan tomat yang memiliki kandungan antioksidan tertentu, seperti flavonoid dan likopennya lebih tinggi saat matang. 

Kandungan vitamin juga ikut mengalami perubahan sesuai dengan kondisi buah. Contohnya, buah nanas yang matang lebih tinggi vitamin C ketimbang nanas mentah. 

Mana yang lebih baik dimakan?

memotong buah

Berdasarkan penjelasan di atas, buah matang tentu jadi pilihan yang baik untuk dimakan. Kandungan gula alami, vitamin, antioksidan, dan air cenderung lebih banyak saat buah dalam kondisi matang ketimbang saat mentah.

Namun, ini tidak hanya dilihat dari nutrisi buah saat matang saja. Rasa, tekstur, warna, dan baunya termasuk jadi faktor pertimbangan. Anda tentu lebih menyukai buah yang teksturnya lebih lembut, baunya lebih harum, warnanya lebih menarik, dan rasanya lebih manis. 

Selain itu, buah yang matang juga lebih segar dijadikan jus buah karena rasanya sudah manis tanpa perlu tambahan pemanis, seperti gula atau madu. Pada orang dengan masalah lambung, buah yang matang juga lebih aman karena tingkat keasamannya sudah berkurang.

Sumber foto: Times of India.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Buah dengan Kandungan Air Tinggi untuk Buka Puasa

Di bulan puasa, mengonsumsi buah tinggi kandungan air sangat penting agar tubuh tidak dehidrasi. Berikut buah kaya air yang cocok untuk buka puasa.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hari Raya, Ramadan 9 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

Pasien DBD butuh makan buah untuk menambah asupannya agar cepat pulih. Apa saja buah yang dianjurkan untuk pasien demam berdarah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
manfaat makan buah
Nutrisi, Hidup Sehat 3 April 2020 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah dan sayur mengandung racun

7 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sebenarnya Mengandung Racun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
minum jus saat puasa

Langsung Minum Jus Buah Saat Berbuka Puasa, Boleh atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit