Tak Mau Menopause Cepat-Cepat? Yuk, Tunda Dengan Pilihan Makanan yang Tepat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tiap wanita memiliki waktunya masing-masing untuk mengalami menopause. Menopause adalah fase berhentinya produksi hormon reproduksi sehingga wanita tidak akan lagi mengalami haid. Berhentinya siklus haid ini digadang-gadang akan berkaitan dengan sejumlah penyakit berbahaya pada wanita. Oleh karena itu, berbagai aspek kesehatan banyak diteliti untuk melihat apa saja yang memengaruhi kapan mulainya menopause, termasuk mengenai makanan. Lalu, apa benar makanan mampu menunda menopause pada wanita?

Apa yang terjadi saat tubuh wanita mulai menopause?

Saat memasuki menopause, wanita akan mengalami banyak perubahan jumlah hormon yang membuatnya berisiko mengalami sejumlah penyakit.

Dilansir dalam laman Medical Daily, para peneliti telah menemukan bahwa menopause dini (menopause yang terlalu cepat) dapat berdampak pada kepadatan tulang yang menurun, osteoporosis, risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, menunda menopause secara alami adalah salah satu hal yang tepat untuk menghindari peningkatan risiko tersebut. Sebenarnya, ada beberapa cara kok yang bisa Anda lakukan untuk menunda menopause, salah satunya adalah dengan mengatur pola makan.

Bahkan mengatur pola makan sudah terbukti dapat memengaruhi waktu menopause pada beberapa wanita. Hal ini dilaporkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health tahun 2017.

Makanan bisa menunda menopause, kata penelitian

Para peneliti dari University of Leeds UK menemukan bahwa kelompok makanan tertentu memiliki kemampuan untuk menunda menopause. Dalam journal of Epidemiology & Community Health tahun 2017, para peneliti menemukan bahwa konsumsi ikan berminyak dan legumes segar (kacang-kacangan) yang cukup banyak mampu menunda menopause hampir tiga tahun.

Sedangkan, wanita yang dalam dietnya makan makanan tinggi karbohidrat, seperti pasta serta nasi, cenderung mengalami menopause dini dan berisiko terkena berbagai penyakit kronis.

Para peneliti menyimpulkan bahwa hal ini mungkin terjadi karena kandungan asam lemak omega-3 yang terkandung di dalam bahan makanan tersebut. Ya, nutrisi ini berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menunda proses penuaan tubuh, termasuk menopause.

Nah sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dapat membuat hormon insulin tidak bekerja lebih baik dan akhirnya berdampak pada fungsi hormon lainnya, seperti hormon estrogen.

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa vitamin B6 dan mineral zink, memiliki kemampuan yang sama yaitu menunda menopause dini pada wanita. Meski begitu, hubungan antara pola makan dengan waktu menopause harus diteliti lebih jauh lagi.

Manfaat kesehatan lain jika Anda mengonsumsi ikan dan legumes

Bukan hanya bisa menunda menopause secara alami, pada dasarnya ikan berminyak dan legumes memiliki banyak manfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Manfaat ikan dengan lemak baik

Dilansir dalam laman Medical News Today, ikan yang memiliki lemak baik ini punya segudang manfaat, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kemampuan otak, melindungi tubuh dari kanker serta rheumatoid arthritis.

Beberapa contoh ikan yang mengandung lemak baik yaitu:

  • Salmon
  • Sardin
  • Mackarel
  • Tuna

Kandungan EPA dan DHA yang terdapat di dalam kelompok ikan tersebut sangat penting untuk menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah.  American Heart Association (AHA) menyarankan untuk mengonsumsi ikan berminyak 2x dalam seminggu atau sekitar 350 gram dalam seminggu.

Manfaat legumes

Legumes atau kacang-kacangan adalah sumber protein yang tidak mengandung lemak jahat dan tinggi akan serat. Serat yang dimiliki legumes ini memberikan efek mengenyangkan sehingga ini bisa membantu mengendalikan serta menjaga berat badan ideal. Contoh legumes yang banyak Anda temukan di sekitar seperti:

  • Kacang merah
  • Kacang kedelai
  • Kacang putih
  • Kacang polong
  • Kacang hijau
  • Kacang almond

Namun perlu diingat bahwa mengonsumsi ikan atau legumes (kacang-kacangan) harus sesuai dengan anjuran dan diet yang seimbang. Jika keduanya dikonsumsi secara berlebihan justru dapat menimbulkan penyakit.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca