Tak Mau Menopause Cepat-Cepat? Yuk, Tunda Dengan Pilihan Makanan yang Tepat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/05/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tiap wanita memiliki waktunya masing-masing untuk mengalami menopause. Menopause adalah fase berhentinya produksi hormon reproduksi sehingga wanita tidak akan lagi mengalami haid. Berhentinya siklus haid ini digadang-gadang akan berkaitan dengan sejumlah penyakit berbahaya pada wanita. Oleh karena itu, berbagai aspek kesehatan banyak diteliti untuk melihat apa saja yang memengaruhi kapan mulainya menopause, termasuk mengenai makanan. Lalu, apa benar makanan mampu menunda menopause pada wanita?

Apa yang terjadi saat tubuh wanita mulai menopause?

Saat memasuki menopause, wanita akan mengalami banyak perubahan jumlah hormon yang membuatnya berisiko mengalami sejumlah penyakit.

Dilansir dalam laman Medical Daily, para peneliti telah menemukan bahwa menopause dini (menopause yang terlalu cepat) dapat berdampak pada kepadatan tulang yang menurun, osteoporosis, risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, menunda menopause secara alami adalah salah satu hal yang tepat untuk menghindari peningkatan risiko tersebut. Sebenarnya, ada beberapa cara kok yang bisa Anda lakukan untuk menunda menopause, salah satunya adalah dengan mengatur pola makan.

Bahkan mengatur pola makan sudah terbukti dapat memengaruhi waktu menopause pada beberapa wanita. Hal ini dilaporkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health tahun 2017.

Makanan bisa menunda menopause, kata penelitian

Para peneliti dari University of Leeds UK menemukan bahwa kelompok makanan tertentu memiliki kemampuan untuk menunda menopause. Dalam journal of Epidemiology & Community Health tahun 2017, para peneliti menemukan bahwa konsumsi ikan berminyak dan legumes segar (kacang-kacangan) yang cukup banyak mampu menunda menopause hampir tiga tahun.

Sedangkan, wanita yang dalam dietnya makan makanan tinggi karbohidrat, seperti pasta serta nasi, cenderung mengalami menopause dini dan berisiko terkena berbagai penyakit kronis.

Para peneliti menyimpulkan bahwa hal ini mungkin terjadi karena kandungan asam lemak omega-3 yang terkandung di dalam bahan makanan tersebut. Ya, nutrisi ini berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menunda proses penuaan tubuh, termasuk menopause.

Nah sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dapat membuat hormon insulin tidak bekerja lebih baik dan akhirnya berdampak pada fungsi hormon lainnya, seperti hormon estrogen.

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa vitamin B6 dan mineral zink, memiliki kemampuan yang sama yaitu menunda menopause dini pada wanita. Meski begitu, hubungan antara pola makan dengan waktu menopause harus diteliti lebih jauh lagi.

Manfaat kesehatan lain jika Anda mengonsumsi ikan dan legumes

Bukan hanya bisa menunda menopause secara alami, pada dasarnya ikan berminyak dan legumes memiliki banyak manfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Manfaat ikan dengan lemak baik

Dilansir dalam laman Medical News Today, ikan yang memiliki lemak baik ini punya segudang manfaat, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kemampuan otak, melindungi tubuh dari kanker serta rheumatoid arthritis.

Beberapa contoh ikan yang mengandung lemak baik yaitu:

  • Salmon
  • Sardin
  • Mackarel
  • Tuna

Kandungan EPA dan DHA yang terdapat di dalam kelompok ikan tersebut sangat penting untuk menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah.  American Heart Association (AHA) menyarankan untuk mengonsumsi ikan berminyak 2x dalam seminggu atau sekitar 350 gram dalam seminggu.

Manfaat legumes

Legumes atau kacang-kacangan adalah sumber protein yang tidak mengandung lemak jahat dan tinggi akan serat. Serat yang dimiliki legumes ini memberikan efek mengenyangkan sehingga ini bisa membantu mengendalikan serta menjaga berat badan ideal. Contoh legumes yang banyak Anda temukan di sekitar seperti:

  • Kacang merah
  • Kacang kedelai
  • Kacang putih
  • Kacang polong
  • Kacang hijau
  • Kacang almond

Namun perlu diingat bahwa mengonsumsi ikan atau legumes (kacang-kacangan) harus sesuai dengan anjuran dan diet yang seimbang. Jika keduanya dikonsumsi secara berlebihan justru dapat menimbulkan penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Resep Bola-Bola Cokelat untuk Buka Puasa yang Bisa Dibuat Bareng Si Kecil

Bingung mau bikin menu buka puasa seperti apa? Anda bisa membuat bola-bola cokelat bersama si kecil, ini resep mudah yang bisa diikuti.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hari Raya, Ramadan 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengusir perut kembung

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pangan rekayasa genetika

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit