Mengulik Manfaat Kacang Brazil bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kacang brazil, atau sering disebut juga kacang brasil, merupakan kacang padat energi yang kaya akan nutrisi dengan segudang manfaat. Kacang berukuran besar ini dapat memberikan tubuh Anda asupan protein, lemak, karbohidrat, dan bahkan memenuhi kebutuhan mineral tertentu selama sehari penuh.

Kacang brazil mungkin belum sepopuler kerabatnya seperti kacang kenari atau kacang pistachio, apalagi mengingat harganya yang lebih mahal. Padahal, kacang yang berasal dari tanaman Bertholletia excelsa ini mempunyai cita rasa dan khasiat yang tidak kalah dibandingkan keduanya. Apa saja contohnya?

Manfaat kacang brazil bagi kesehatan

Mengonsumsi kacang brazil diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan melalui beberapa cara, antara lain:

1. Menjaga fungsi kelenjar tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di depan kerongkongan. Kelenjar ini mengatur fungsi hormon-hormon penting untuk pertumbuhan, pembentukan energi, serta pengaturan suhu tubuh.

Kelenjar tiroid memerlukan mineral selenium untuk bisa berfungsi normal. Kekurangan selenium memang terbilang langka, tapi kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sel tiroid, pembesaran kelenjar, serta memicu penyakit terkait gangguan fungsi tiroid.

Kacang brazil sangat kaya akan selenium. Cukup dengan mengonsumsi satu butir saja, Anda sudah bisa memenuhi 175% kebutuhan selenium dalam sehari. Selain selenium, kandungan protein dalam kacang ini juga dapat memelihara fungsi kelenjar tiroid Anda.

2. Membantu pengobatan penyakit tiroid

Selain memelihara fungsi tiroid, selenium pada kacang brazil juga memberikan manfaat bagi orang yang mengalami gangguan fungsi tiroid. Beberapa penelitian terdahulu telah menyebutkan potensinya pada penyakit Hashimoto dan penyakit Grave.

Penyakit Hashimoto menyebabkan kerusakan tiroid sehingga penderitanya mengalami lesu, gangguan mood, serta kenaikan berat badan. Sementara penyakit Grave memicu produksi hormon tiroid berlebih sehingga menyebabkan masalah tidur, penurunan berat badan, dan mata menonjol.

Berdasarkan penelitian tersebut, suplemen selenium bisa memperbaiki mood penderita penyakit Hashimoto dan menghambat gejala pada penyakit Grave. Temuan ini memang masih perlu dikaji lebih lanjut, tapi tak ada salahnya memenuhi kebutuhan selenium Anda dengan konsumsi kacang brazil.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung

Kacang brazil mengandung banyak lemak tak jenuh, antioksidan, serta selenium yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Konsumsi kacang brazil juga dapat memengaruhi kadar LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik) dalam tubuh.

Pada salah satu penelitian tahun 2013, konsumsi 20-50 gram kacang brazil setiap hari terbukti meningkatkan kadar HDL dan menurunkan LDL. Pada studi lainnya, konsumsi 15-25 gram kacang brazil diketahui dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Kadar kolesterol dalam tubuh dan fungsi pembuluh darah adalah faktor penting dalam memelihara kesehatan jantung. Dengan menjaga keduanya tetap normal, Anda dapat mengurangi risiko penyakit pada jantung dan peredaran darah.

4. Kacang brazil baik bagi penderita diabetes

manfaat cek gula untuk neuropati diabetesi saat puasa

Kacang brazil juga memberikan manfaat bagi penderita diabetes yang perlu cermat memilih camilan. Melansir penelitian dalam European Journal of Nutrition, mengonsumsi satu butir saja kacang brazil selama delapan minggu dapat menurunkan kadar kolesterol total dan gula darah puasa.

Penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa asupan suplemen selenium sebanyak 200 mikrogram bisa meningkatkan fungsi hormon insulin dan meningkatkan sensitivitasnya. Sensitivitas insulin yang rendah merupakan faktor penyebab diabetes tipe 2.

5. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

Kacang brazil dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh melalui kandungan zinc di dalamnya. Tanpa asupan zinc yang cukup, sistem kekebalan tubuh Anda tidak mampu mengaktifkan limfosit-T, yakni sel darah putih yang bertugas langsung melawan infeksi.

Segenggam kacang brazil mengandung sekitar satu miligram zinc, atau kira-kira setara dengan 10% kebutuhan harian orang dewasa. Jumlah ini sudah cukup untuk membantu menjaga fungsi kekebalan tubuh Anda.

6. Mencegah peradangan dan menangkal radikal bebas

Kacang brazil mengandung antioksidan berupa selenium, vitamin E, dan beberapa jenis senyawa fenol. Seluruh kandungan ini membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain itu, kandungan selenium yang tinggi turut menambah manfaat antioksidan pada kacang brazil. Selenium meningkatkan fungsi enzim glutathione peroxidase. Enzim ini berfungsi meredakan peradangan pada tubuh dan menangkal serangan radikal bebas.

Kacang brazil adalah satu dari sekian banyak kacang-kacangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Makanan padat serat ini bermanfaat bagi kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, bahkan mampu menjaga fungsi kelenjar tiroid.

Akan tetapi, pastikan Anda mengonsumsinya dalam jumlah wajar. Selenium memang baik bagi kesehatan, tapi asupan yang berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan lain. Jadi, batasi konsumsinya agar tidak melebihi beberapa butir dalam sehari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Kacang Fava untuk Kesehatan Tubuh

Salah satunya, kacang fava mengandung dopamin yang berpotensi untuk meringankan gejala penyakit Parkinson. Simak yang lainnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 31/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Nasi merah kerap dijadikan pengganti nasi putih saat seseorang sedang diet. Namun, jangan asal makan nasi merah setiap hari tanpa tahu hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
makanan untuk lansia

Penting Diketahui Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 11 menit
resep dessert vegan

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kacang lentil

Segudang Khasiat yang Ditawarkan Kacang Lentil untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat kacang pistachio

Mengulik Berbagai Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 4 menit