Antara Kopi Hijau dan Teh Hijau, Mana yang Lebih Sehat?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Green coffee (kopi hijau) dan green tea (teh hijau) belakangan ini telah dimanfaatkan dalam membantu menurunkan berat badan. Kopi hijau terbuat dari kopi yang tidak diproses atau tidak dipanggang, sehingga warnanya masih berwarna hijau. Sedangkan, teh hijau juga hanya diproses secara minimal, hanya mengalami sedikit proses oksidasi, sehingga warnanya masih hijau. Tapi, tahukah Anda mana yang terbaik di antara kopi hijau dan teh hijau?

Kopi hijau

Selain mengandung kafein, biji kopi mengandung senyawa yang dikenal sebagai asam klorogenat. Senyawa ini bisa sebagai antioksidan, selain itu juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Asam klorogenat dapat meningkatkan metabolisme sehingga tubuh Anda akan membakar lemak bukan menyimpan lemak. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kopi dapat menurunkan berat badan. Namun, senyawa klorogenat dapat berkurang saat dipanggang. Oleh karena itu, minum kopi biasa (bukan kopi hijau) hanya memiliki efek penurunan berat badan yang sangat sedikit.

Berbeda dengan kopi hijau yang berasal dari biji kopi yang belum dipanggang, kopi hijau ini tentu memiliki asam klorogenat yang lebih banyak daripada kopi biasa. Sehingga, kopi hijau bisa Anda manfaatkan untuk menurunkan berat badan. Sebuah penelitian dalam jurnal Gastroenterology Research and Practice tahun 2011 pun telah membuktikan bahwa ekstrak kopi hijau dapat memiliki manfaat dalam membantu menurunkan berat badan. Namun, pembuktian ini masih sangat kecil dan bukan merupakan sebuah penelitian jangka panjang. Penelitian lain yang diterbitkan dalam Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity Targets and Therapy tahun 2012 juga membuktikan bahwa kopi hijau dapat membantu menurunkan berat badan.

Teh hijau

Teh hijau mengandung senyawa antioksidan yang sangat banyak. Salah satu senyawa antioksidan kuat yang dimiliki teh hijau adalah katekin. Senyawa ini 100 kali lebih kuat dibandingkan dengan vitamin C. Katekin merupakan polifenol flavonoid yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Selain itu, juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan pengeluaran energi dan mempercepat pembakaran lemak.

Namun, katekin tampaknya lebih efektif dalam menurunkan berat badan dengan dibantu oleh senyawa kafein, di mana senyawa kafein juga terdapat dalam teh hijau. Sebuah penelitian dalam Journal of Nutrition tahun 2009, membuktikan bahwa partisipan yang diberikan minuman mengandung katekin dan kafein dapat kehilangan berat badan dan lemak perut lebih banyak daripada partisipan yang hanya diberi minuman mengandung kafein.

Konsumsi ekstrak teh hijau dalam jangka panjang pun telah terbukti dapat membantu menurunkan berat badan sebanyak 1-1,5 kg selama 12 minggu. Jika konsumsi ekstrak kopi hijau dikombinasikan dengan olahraga secara teratur, maka hasil penurunan berat badan akan lebih besar.

Mana yang lebih sehat?

Kopi hijau dan teh hijau, keduanya dapat Anda manfaatkan untuk menurunkan berat badan. Kopi hijau maupun teh hijau dapat meningkatkan metabolisme Anda, sehingga tubuh dapat membakar lemak lebih cepat. Namun, keduanya juga mengandung kafein, yang dapat menyebabkan kegelisahan, insomnia, meningkatkan detak jantung, membuat Anda lebih sering buang air kecil, dan berbagai efek samping lainnya.

Kopi sendiri mengandung kafein lebih banyak dibandingkan dengan teh. Kopi mengandung sekitar 100 mg kafein per cangkir, sedangkan teh hanya mengandung kafein sebesar 14-60 mg per cangkir. Jika dilihat dari kandungan kafeinnya, tentu yang lebih baik adalah teh hijau. Selain itu, teh hijau juga mengandung banyak sekali antioksidan. Juga, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa teh hijau mampu membantu menurunkan berat badan.

Namun, yang lebih baik lagi adalah jika Anda mengurangi asupan kalori Anda per hari dan berolahraga. Pilih makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah dan sayur, sehingga Anda lebih lama merasa kenyang. Juga, batasi konsumsi lemak Anda, terutama lemak jenuh dan lemak trans. Anda bisa mendapatkan lemak sehat dari kacang-kacangan, alpukat, minyak kanola, dan minyak zaitun. Serta, lakukan olahraga secara teratur, setidaknya 150 menit per minggu. Kombinasi antara ini semua tentu dapat memangkas berat badan Anda lebih banyak.

 

BACA JUGA:

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perbandingan Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Hampir semua orang menyukai kopi, teh, atau cokelat yang mengandung kafein. Namun, tahukah Anda berapa banyak jumlah kafein dalam kopi, teh, dan cokelat?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Banyak yang belum menyadari kalau teh yang biasa Anda minum mengandung kafein. Tapi tenang, ternyata ada banyak teh tanpa kafein yang bisa Anda konsumsi.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet usia 40 tahun ke atas wanita

7 Aturan Diet untuk Wanita di Usia 40 Tahun ke Atas

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
membakar kalori

Kalau Ingin Berat Badan Ideal, Berapa Kalori yang Harus Dibakar?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
alergi kafein

Mengulik Alergi Kafein Seperti pada Kopi yang Berbeda dengan Sensitivitas Kafein

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit