Perbandingan Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Hampir semua orang menyukai kopi, teh, atau cokelat. Minuman dan/ atau makanan ini memang sangat enak dinikmati sendiri atau bersama teman. Ketiga jenis makanan dan/ atau minuman ini ternyata mengandung zat yang sama, yaitu kafein. Kafein dipercaya dapat membuat Anda menjadi lebih waspada dan berenergi. Sehingga, kafein banyak dimanfaatkan sebagai teman begadang. Namun, tahukah Anda berapa banyak jumlah kafein dalam kopi, teh, dan cokelat? Mana yang paling banyak mengandung kafein?

Kafein dalam kopi

Minuman satu ini terkenal mengandung kafein yang tinggi. Faktanya, memang kopi mengandung kafein lebih banyak daripada teh maupun cokelat. Tak heran, banyak orang memanfaatkan kopi untuk mengusir kantuk. Namun, kandungan kafein dalam kopi tidak selamanya sama. Setiap jenis kopi mengandung kafein dalam kadar yang berbeda-beda. Ini tergantung dari bagaimana biji kopi dipanggang, lalu disimpan, sampai metode apa yang digunakan dalam menyeduh kopi, berapa lama kopi diseduh dan berapa perbandingan air dan bubuk kopi. Semua proses sampai pada kopi dihidangkan kepada konsumen ternyata sangat memengaruhi kandungan kafein di dalamnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, kandungan kafein dalam secangkir kopi (8 ons/ 237 ml) yang diseduh berkisar antara 95-200 mg. Kandungan ini tentu berbeda dalam kopi instan. Secangkir kopi instan (8 ons/ 237 ml) mengandung kafein lebih sedikit, yaitu berkisar 27-173 mg. Berbeda lagi dengan kopi bebas kafein. Walaupun namanya “bebas kafein”, tapi kopi ini tetap mengandung kafein (walaupun sangat sedikit), yaitu berkisar 2-12 mg.

Kafein dalam teh

Teh menjadi minuman favorit di berbagai kalangan, mulai dari muda sampai tua. Biasanya dipesan untuk menemani setiap makanan Anda. Disajikan dalam bentuk dingin maupun hangat, juga tersedia dalam berbagai macam bentuk, mulai dari teh bubuk sampai teh instan. Berapa kandungan kafeinnya?

Ya, teh ternyata mempunyai kandungan kafein (walaupun lebih sedikit dibandingkan dengan kopi). Kandungan kafein dalam teh juga berbeda-beda tergantung jenisnya. Secangkir teh hijau (24-45 mg) mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan dengan teh hitam (14-70 mg). Selain mengandung kafein yang lebih sedikit, teh hijau juga dapat membantu Anda dalam penurunan berat badan. Minuman yang sangat bermanfaat, bukan? Untuk mengurangi jumlah kafein dalam teh, cobalah untuk menyeduh teh dalam waktu singkat. Bagi Anda penyuka teh dalam kemasan, teh tersebut juga mengandung kafein sebesar 5-40 mg per 237 ml.

Kafein dalam cokelat

Jika Anda tidak suka kopi maupun teh, cokelat panas bisa jadi minuman berkafein lain yang bisa Anda nikmati. Kandungan kafein dalam cokelat tidak kalah dengan yang ada dalam kopi dan teh. Laporan dari University New South Wales menunjukkan bahwa kandungan kafein dalam secangkir cokelat panas (150 ml) atau cocoa berkisar antara 10-70 mg. Ini tergantung dari jenis cokelat yang digunakan dan kekuatannya. Sedangkan, cokelat bar (30 gram) mengandung kafein sebanyak 20-60 mg.

Kesimpulan

Dilihat dari perbandingan di atas, kopi menempati urutan pertama yang mengandung kafein paling banyak. Bahkan, kandungan kafein dalam kopi bisa 40 kali lebih besar dibandingkan dengan minuman cokelat. Anda mungkin bisa mendapatkan manfaat dari kandungan kafein dalam kopi. Namun, Anda juga perlu hati-hati. Terlalu banyak asupan kafein juga berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Anda bisa mengalami peningkatan denyut jantung, sakit kepala, kesulitan tidur, sampai dehidrasi jika terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Mengejutkan Minum Teh Rooibos untuk Tubuh Anda

Jika bosan dengan teh biasa, Anda bisa mencoba teh rooibos. Sama seperti teh lainnya, teh rooibos juga memberikan manfaat bagi tubuh. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 02/12/2019

Tahan Berapa Lama Efek Kopi untuk Bikin Kita Tetap Melek?

Kopi kerap jadi solusi saat rasa kantuk menyerang agar tubuh kembali terjaga. Kopi bisa memberikan efek ini dalam waktu lama meski tidak sepanjang hari.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Biasa Diminum Oleh Orang Dewasa, Bolehkah Anak Minum Minuman Energi?

Minuman energi kerap ditujukan untuk membantu menambah pasokan energi tubuh. Lantas, amankah jika minuman energi ini diberikan untuk anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

3 Cara Mudah Membuat Teh Kayu Manis di Rumah

Kayu manis yang harum dan manis bisa Anda jadikan sebagai teh. Namun, bagaimana cara membuat teh kayu manis? Lihat langkah pembuatannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
kopi campur lemon

Benarkah Ada Khasiat Khusus Minum Kopi Campur Lemon?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
kopi mencegah kanker usus besar

Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020
anak kebanyakan makan cokelat

Si Kecil Gila Cokelat di Hari Natal? Batasi Asupannya ya, Bu!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25/12/2019